alexametrics

Gudeg Bu Tinah yang Digemari Keluarga Cendana hingga Bu Mega

Dimasak Tiga Hari sebagai Pengganti Daun Jati
18 Maret 2022, 08:34:03 WIB

Jangan datang ke Warung Gudeg Bu Tinah di jam makan siang atau setelahnya. Pelanggan berjubel setiap tengah hari dan selalu ludes selepas jam makan siang. Meski tak ikut mengantre kursi di warung, konon, Keluarga Cendana dan Bu Mega adalah pelanggannya.

FERLYNDA PUTRI, Jakarta

TINAH hijrah ke Jakarta pada 1968. Saat itu dia membantu budenya yang berjualan gudeg di Pasar Boplo. Kini Pasar Boplo telah bersalin nama menjadi Pasar Jaya Gondangdia. Dari sekadar bantu-bantu sang bude yang sengaja ke ibu kota untuk mengembangkan gudeg resep warisan keluarga itu, Tinah kemudian mahir bikin gudeg.

Setelah berkeluarga, Tinah memberanikan diri untuk membuka warung gudeg sendiri. Stasiun Gondangdia dia pilih menjadi lokasi warungnya. Dia pun mengembangkan resep gudeg yang menyesuaikan dengan bahan yang tersedia di Jakarta. ”Kalau orang bilang kurang manis atau gimana, ya karena ini selera saya sendiri,” tuturnya saat ditemui Jawa Pos di warung gudegnya akhir Desember lalu.

Warung Gudeg Jogja Bu Tinah di Gondangdia lahir pada 1986. Awalnya, warung itu berada di dalam area Stasiun Gondangdia di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat. Sejak stasiun steril dari kaki lima, warung Bu Tinah pindah ke lorong di samping stasiun.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads