alexametrics

William Wongso: Bakmi Jawa Berapa Kali pun Makan, Tidak Akan Bosan

17 Maret 2022, 08:48:51 WIB

BAKMI Jawa adalah kuliner yang sering diasosiasikan dengan Jogjakarta, tetapi mudah didapatkan di banyak kota di Indonesia. Konon, mi berasal dari dataran Tiongkok. Aktivitas perniagaan yang aktif turut menyebarkan mi ke seluruh dunia. Termasuk ke Indonesia.

”Pangsa pasar penggemar bakmi nambah terus. Mulai dari anak kecil,” ujar pakar kuliner William Wongso dalam perbincangan telepon dengan Jawa Pos pada Selasa (15/3).

Dia menjelaskan, dari segi bisnis pun, kuliner mi relatif mudah dikembangkan dan modalnya cukup terjangkau. Makin besar peluang usaha dan makin banyak yang menjajakannya, sudah pasti akan semakin banyak yang bisa menikmatinya.

Namun, popularitas mi di Indonesia belum bisa menyaingi nasi. Sebab, secara umum, mi masih dikategorikan sebagai camilan. ”Banyak juga memang yang makan mi dengan nasi,” kata pria kelahiran Malang, 74 tahun silam, tersebut.

Kendati demikian, mi tetaplah menjadi primadona. Jakarta, menurut William, memiliki varian mi terbanyak di Indonesia. Sebab, masyarakat pendatang, khususnya para bakul mi, ”memboyong” mi yang khas dari tempat asal mereka. Mereka sengaja mengolahnya sebagai menu andalan untuk bersaing dengan kuliner lain di ibu kota.

Dari sisi tekstur, mi kuah menjadi salah satu yang favorit. ”Banyak sekali penggemar mi godok. Apalagi, mi, kalau versi Tiongkok, itu banyak peranakannya. Ada mi dari Palembang, Aceh, Medan, Bangka, dan lainnya,” paparnya.

Saking familiernya dengan olahan mi, masyarakat dunia menjadikan mi sebagai bagian dari tradisi. Tiongkok, misalnya. Di Tiongkok kawasan utara, mi menjadi sajian utama pada malam Imlek. Mi merupakan simbol harapan umur panjang. Dalam upacara selamatan di beberapa kota di Jawa, mi juga selalu menjadi bagian dari komponennya.

”Sebetulnya, kalau soal tradisi, awalnya karena mi itu kan panjang, jadinya makan mi itu dowo umure lan dowo rezekine. Mi dijumpai di banyak kesempatan karena mi memang comfort food di Indonesia. Dimakan berapa kali pun nggak akan bosan,” tandas chef kenamaan yang pernah bikin program kuliner bareng Gordon Ramsay tersebut.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : dee/c14/hep

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads