alexametrics

Sate Kere Rendah Kolesterol, Disukai Semua Kalangan

15 April 2022, 06:35:09 WIB

KULINER Solo merupakan kuliner rakyat. Reputasi itu justru membuat Solo menarik. Kulinernya menjadi salah satu daya tarik wisata. Salah satu kuliner rakyat yang mencuri perhatian adalah sate kere.

”Namanya saja sudah kere. Jadi ya untuk rakyat kecil saat dipopulerkan zaman dulu,” kata Djono, pengamat kuliner dan ahli sejarah dari Universitas Sebelas Maret (UNS), kepada Jawa Pos.

Sate kere yang dibuat dari tempe gembus diperkenalkan sebagai makanan alternatif berbahan murah.

Tujuannya, memuaskan keinginan masyarakat tidak mampu yang memimpikan makanan lezat dari daging sapi.

Kini sate kere digemari semua kalangan. Bukan hanya masyarakat miskin. Namun, harganya memang paling murah jika dibandingkan dengan sate dari bahan lain.

Sate kere dikenal luas sebagai kuliner khas Solo. ”Mewarnai wisata kuliner Solo yang terus berkembang saat ini,” ujar pria yang menjabat wakil dekan III Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS tersebut.

Mereka yang peduli pada kesehatan juga menggemari sate kere. Sebab, olahan sate berbahan dasar kedelai itu rendah kolesterol. Berbeda dengan daging dan jeroan.

”Memperkaya pilihan. Mau makanan yang rendah kolesterol atau jenis makanan sehat lain, orang bisa cari di sini,” tutur pendidik yang saat ini menyusun buku bertema kuliner tradisional tersebut.

Tentang wisata kuliner, menurut Djono, jam operasional warung juga memengaruhi tingkat kunjungan. Ada yang datang untuk makan siang. Namun, ada juga yang datang untuk kuliner malam. ”Jadinya, wisata kuliner hidup selama 24 jam, terus-menerus,” tandasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : dya/c14/hep

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads