alexametrics

Masakan Otentik Menjadi Daya Tarik

10 April 2022, 10:20:22 WIB

RAGAM kuliner bisa meningkatkan daya tarik wisata suatu negara. Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur (Jatim) Tjahjono Harjono menyatakan bahwa Indonesia kaya akan ragam kuliner.

Surabaya, misalnya. Mereka yang pelesir ke Kota Pahlawan pasti tidak hanya menjadwalkan kunjungan ke museum dan cagar budaya, tapi juga berburu makanan khas. Rujak cingur, nasi bebek, atau rawon.

’’Mal relatif sama di semua daerah. Tapi, kuliner yang sudah menjadi trademark pasti dicari orang. Kekuatan tempat wisata itu juga ditunjang oleh variasi makanannya,’’ papar Tjahjo kepada Jawa Pos Jumat (8/4).

Makanan, imbuh dia, adalah experimental experience. Orang cenderung akan menceritakan pengalamannya dalam menjajal kuliner di sebuah daerah kepada orang lain.

Lantas kembali ke tempat itu hanya karena kangen kulinernya.

’’Sebuah tempat, sekali didatangi, mungkin bertahun-tahun kemudian baru didatangi lagi. Tapi kalau makanan, sekali dia makan, tiga bulan kemudian sudah ingin kembali lagi,’’ tegasnya.

Rawon Jatim, menurut Tjahjo, sangat istimewa. Sebab, karakternya berbeda dengan rawon dari daerah lain. Rawon khas Jawa Timur identik dengan kluwek berlimpah. Maka, kuahnya pun medhok.

’’Kluwek sendiri kan tidak di semua daerah ada. Jadi, pengolahan rawon dengan kluwek itu sebetulnya menentukan cita rasa yang punya nilai lebih. Dan, bisa diterima hampir semua lidah,’’ paparnya.

Tjahjo menyebut Rawon Rampal Malang sebagai menu wajib saat berkunjung ke Kota Apel. Pengolahan secara tradisional yang melibatkan tungku tanah dan arang membuat rawon legendaris itu otentik. Tiap ke Malang, dia selalu menyempatkan mampir ke sana. Sembari menyendok rawon, wangi kuah kluwek yang sedang dipanaskan di dapur mampir ke indra penciumannya. Makin menggugah selera.

’’Selain kuah medhok, saya suka sekali daging rawonnya yang superempuk. Mereka juga punya beberapa hidangan pendamping yang tak kalah nikmat. Kalau saya selalu nambah babat,’’ ungkapnya.

Jika para pemilik kedai rawon konsisten mempertahankan otentisitasnya, Tjahjo yakin rawon pun akan tenar seperti halnya rendang. Dia berharap nantinya ’’rawon jawatimuran’’ bisa seperti ’’rendang padang’’ yang diakui sebagai frasa kuliner di seluruh Indonesia.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : hay/c18/hep

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads