alexametrics

Boleh Cicip Soto SBY di Warung Makan Bu Sugiyati Pacitan

Ada Juga Lodeh Tempe Lord Didi (23)
5 April 2022, 06:17:08 WIB

Dari sekian kuliner di Kabupaten Pacitan, Warung Makan Bu Sugiyati menjadi yang paling masyhur. Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selalu mampir kalau berada di Pacitan. Godfather of Broken Heart, Didi Kempot, pun punya menu favorit di sana.

EKO HENDRI SAIFUL, Pacitan

MESKI sudah lebih dari seperempat abad berdiri, rumah makan milik Sugiyati di Jalan Maghribi, Pacitan, tidak banyak berubah. Jendela kayu plus pintunya masih utuh. Begitu pula tembok yang usang karena sudah puluhan tahun tak dicat ulang.

Namun, justru kekunoan itulah yang menjadi kekuatan Sugiyati untuk menarik pelanggan. Banyak pengunjung yang berdatangan untuk menikmati kuliner. Mereka ketagihan memakan soto yang menjadi produk utama di Warung Makan Bu Sugiyati.

Beroperasi pukul 15.00 sampai pukul 23.00 WIB, Warung Makan Bu Sugiyati tak pernah sepi pembeli. Yang datang kebanyakan rombongan. Pelat kendaraan non-AE mendominasi. Hal itu menandakan bahwa mereka merupakan pelancong dari luar kota.

“Saya tidak begitu mengenal pemilik warung. Yang saya tahu cuma ini sotonya Pak SBY,” ungkap Nuraini, warga Sidoarjo. Perempuan itu sengaja menyempatkan diri untuk makan di Warung Makan Bu Sugiyati. Dia dalam perjalanan pulang dari silaturahmi di rumah keluarganya.

Untuk mewawancarai sang empu warung, Jawa Pos mesti menunggu. Pengunjung yang datang seakan-akan tak ada habisnya. “Tak ceritani, Mas. Tapi, sik tak ngladeni siji iki,” celetuk perempuan 81 tahun tersebut.

Sugiyati sebenarnya tidak sendirian. Ada dua anak dan menantu yang membantu meladeni pembeli. Namun, sebagian pelanggan yang manja tetap meminta dilayaninya.

“Milih soto opo kikil, Mas. Lek kesuwen jupuk dewe wae”. Kata-kata sambutan itulah yang mungkin dikangeni pelanggan. Ungkapan yang disampaikan secara ketus justru menyemangati pembeli untuk kembali lagi. Kapok lombok, dalam istilah Jawa. Sudah tahu cabai itu pedas, tapi masih saja dikonsumsi.

Soto racikan Sugiyati memang khas. Semangkuk soto itu tidak hanya terdiri atas kuah bening, daging ayam suwir, serta taburan seledri, loncang, dan bawang merah goreng. Kacang tanah goreng yang hadir di soto Sugiyati memberikan sensasi klethus-klethus saat kita mengunyahnya.

“Belum tahu rasanya kalau belum mencicipi,” ungkap Sugiyati yang tak setuju sotonya disamakan dengan karya orang lain. Jawa Pos pun sempat mencicipi soto yang dihidangkan di meja. Kuahnya segar, tidak berminyak. Tak heran jika SBY menjulukinya soto terenak se-ASEAN.

Pembuatan kuah soto dan kecap, menurut Sugiyati, merupakan hal terpenting dalam proses memasak di warungnya. Produksi kecap dilakukan sendiri dan selalu terbarukan dalam dua hari sekali. Sugiyati menghabiskan 10 kilogram gula untuk membuatnya.

Selain memproduksi kecap, Sugiyati menangani sendiri pengolahan daging. Ada 17 ekor ayam yang dipotong setiap hari. Setelah dipotong, lalu direbus, daging ayam-ayam itu disuwir untuk dijadikan campuran soto.

Orang-orang “besar” juga pejabat yang jadi pelanggan ikut mengerek nama warung tersebut. Apalagi SBY dan keluarganya selalu menyempatkan diri untuk berkunjung jika pulang ke Pacitan.

Foto-foto aktivitas SBY dan keluarga ketika mengunjungi Warung Makan Bu Sugiyati terpaku di dinding. Dokumen itu menjadi legitimasi tersendiri buat Warung Makan Bu Sugiyati. Orang nomor satu negeri ini pernah makan di lokasi itu.

Adanya foto tersebut tentu membuat pelanggan warung semakin banyak dan meluas. Dalam ingatan kolektif masyarakat, Warung Makan Bu Sugiyati pun berubah menjadi warung (soto) SBY. ’’Saya tidak keberatan dinamai soto SBY. Saya tak bisa menutupi jasa Pak SBY,’’ ungkap Sugiyati.

Menurut dia, bukan hanya keluarga SBY yang membeli soto di warungnya. Banyak tamu SBY yang juga memesan makanan di warungnya. Mereka penasaran dengan kuah soto Sugiyati yang dikenal maknyus.

’’Banyak pejabat dan orang terkenal yang mampir ke sini,’’ kata Sugiyati percaya diri. Perempuan itu lantas menyebut sejumlah pejabat dan politikus yang berkiprah di Jatim dan nasional.

Ada nama besar pelanggan lain yang membuat Sugiyati bangga. Ternyata musisi campursari (alm) Didi Kempot juga menyukai masakan ibu empat anak tersebut. Namun, bukan soto yang digemari Lord Didi (sebutan Didi Kempot) seperti halnya SBY, melainkan lodeh tempe yang dibumbui kunir yang nyantol di lidah pelantun Stasiun Balapan itu.

Menurut Sugiyati, Didi Kempot sebenarnya hanya mampir sekali di warungnya. Pembelian lodeh lebih banyak dilakukan pesuruhnya. Setiap kali ke Pacitan, musisi asal Solo itu selalu meminta dibelikan lodeh tempe. ’’Hingga saat ini, lodeh tempe Didi Kempot juga banyak dibeli,’’ ungkap Sugiyati.

Dia menjelaskan bahwa sebenarnya ada satu menu lagi yang menjadi andalan di warungnya. Yakni, kikil. Bumbunya yang meresap dan teksturnya yang halus menjadi buruan pencinta kuliner.

Warung Makan Bu Sugiyati memang warung serba-ada. Bukan hanya soto, kikil, dan lodeh tempe. Sugiyati bersama keluarganya juga menyiapkan sejumlah masakan lainnya seperti kari ayam, tumis tempe, ayam goreng, dan aneka jajanan. Rasa asin, manis, dan pedasnya pas.

Sugiyati bercerita bahwa warungnya tak ujug-ujug berdiri. Tempat makan yang mengandalkan nuansa kesederhanaan itu dibangun sekitar 1983 oleh orang tua Sugiyati. Dulu menunya bukan soto.

Saat awal berdiri, warung tersebut melayani lebih banyak warga di desa. Menunya lodeh dan ayam. ’’Setelah diberi kesempatan untuk mengurus, saya berinisiatif meracik soto,’’ kata Sugiyati.

Soto buatan Sugiyati tidak langsung menarik perhatian pelanggan. Bahkan, ada yang sempat mencibirnya. Namun, Sugiyati yang sudah diwanti-wanti untuk terus bekerja keras tetap percaya diri dan tak putus asa. Dia tetap berjualan soto di warungnya.

Hingga kini, Sugiyati masih aktif di warung. Meskipun, sudah ada anak dan menantu yang membantunya. ’’Siapa saja bisa meracik bahan. Namun, untuk memasak dan mengolah daging, saya tetap turun tangan,’’ jelas Sugiyati.

Lebih Tertarik pada Gorengan dan Sate Jeroan

(PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)

JIKA SBY menyukai soto, beda lagi dengan keponakannya, Indrata Nur Bayuaji. Pria yang kini menjabat bupati Pacitan itu lebih suka dengan gorengan dan sate jeroan yang dijual di Warung Makan Bu Sugiyati. Jajanan itu selalu menjadi sasaran Aji (sapaan Indrata Nur Bayuaji) saat bertandang ke warung tersebut.

Saat diwawancarai Jawa Pos, Aji mengaku sudah lupa berapa kali singgah di warung milik Sugiyati tersebut. Itu saking seringnya politikus Demokrat itu ke sana. ’’Banyak teman yang juga saya ajak ke sana,’’ kata Aji.

Menurut dia, rasa masakan Sugiyati memang top markotop. Bumbunya cukup terasa. Meski menu andalannya soto, Sugiyati berhasil menyuguhkan makanan lain yang rasanya juga tak kalah.

Aji menjelaskan bahwa keberadaan Warung Makan Bu Sugiyati memang menarik wisatawan. Meski ukuran warungnya kecil, kuliner di warung itu berhasil mengundang banyak wisatawan.

Menurut dia, ada banyak hal yang membuat orang tertarik pada soto karya Sugiyati. Salah satunya adalah rempah-rempah yang diproduksi secara khusus. Ada resep rahasia yang membuat soto lebih bening dan terasa kuahnya. (*)

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c12/dra

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads