alexametrics
Warung Langganan Presiden (65-Habis)

Sate Buntel ala Mbok Galak Menjadi Favorit Soeharto dan Jokowi

Bahkan Yang Antikambing pun Doyan
3 Mei 2022, 19:02:52 WIB

Selain Jokowi, Soeharto dan keluarganya termasuk pelanggan setia. Soeharto terbiasa memesan 20 porsi. Pesanan tersebut diambil pegawainya untuk dibawa ke Dalem Kalitan (sebutan rumah kediaman Soeharto di Solo). Itu tentu berbeda dengan yang dilakukan Jokowi. Sidiq mengatakan, Soeharto pernah berencana mampir. Namun, kunjungan batal dilakukan setelah ada masukan soal keamanan dari pihak Paspampres.

SELAIN SATE: Tengkleng dan tongseng merupakan olahan lain daging kambing yang juga disajikan oleh Warung Sate Kambing Mbok Galak. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

Sidiq menambahkan, faktor lokasi di pinggir jalan besar dipandang berisiko. Dia juga sudah menyiapkan lokasi tambahan yang sering digunakan tokoh-tokoh lain. ”Di area belakang warung ini, jadi bukan jalan raya utama,” ujar Sidiq. Termasuk untuk menyambut Kaesang Pangarep, putra ketiga Jokowi, yang sempat datang sendiri tanpa ayahnya.

Walau namanya sudah melegenda, Mbok Galak tak punya cabang lain di Solo. ”Bapak memang idealis satu lokasi saja, untuk menjaga rasa yang otentik dan terjaga,” kata Sidiq. Sepeninggal sang ayah, salah seorang kakak Sidiq melebarkan sayap. ”Kini sedang coba untuk buka di Karawang. Namun, diurus kakak sendiri. Yang di Solo, saya urus,” imbuhnya.

Sate buntel memang salah satu karya warga Solo yang patut dicoba. Heri Priyatmoko, pengamat kuliner dan sejarah Solo, mengatakan bahwa sate buntel lahir dari kreativitas warga Solo. ”Solo sering dipandang sebagai retirement city. Terminologi itu muncul sekitar 1950-an,” ucap dosen sejarah Universitas Sanata Dharma tersebut.

Kemunculannya dilatarbelakangi birokrat dan priayi yang memilih menghabiskan hari tuanya di Solo. Suasana yang lebih tenang atau nguler kambang dan biaya hidup lebih murah jadi alasan. ”Sate daging biasa akhirnya tidak menarik bagi mereka yang sudah berusia. Pedagang, dengan kreativitasnya, menghadirkan sate buntel yang dagingnya sudah digiling supaya lebih mudah dikonsumsi dan tetap menarik pelanggan,” jelas penulis buku Sejarah Wisata Kuliner Solo itu.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (c7/dra)

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads