alexametrics
Warung Langganan Presiden (62)

Duo Bakul Pecel yang Sering Nyambangi Bung Karno di Ndalem Gebang

Mbok Pin Jualan di Rumah, Mbok Rah Keliling
3 Mei 2022, 15:15:02 WIB

Blitar menyimpan memori kuliner Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia. Barangkali, kenangan yang Bung Karno tinggalkan di Kota Patria merupakan yang paling sederhana. Pecel. Hanya pecel. Tapi, pecel pilihan sang proklamator jelas istimewa.

Galih Adi Prasetyo, Blitar

JawaPos.com – Pecel menjadi hidangan yang wajib tersaji jika Bung Karno melawat ke Blitar. Karena itu, setiap kali Putra Sang Fajar itu ke Blitar, pecel selalu ada di Ndalem Gebang. Kini, kediaman orang tua Bung Karno itu lebih dikenal sebagai Istana Gebang. Letaknya di Jalan Sultan Agung.

Membawa pecel ke Ndalem Gebang berarti memboyong penjualnya ke sana. Bakul pecel lengkap dengan dagangannya dihadirkan untuk melayani langsung Bung Karno dan seluruh penghuni rumah. Yang paling sering diundang ke Ndalem Gebang adalah Mbok Pin dan Mbok Rah. Pecel mereka punya cita rasa yang khas. Sayang, Mbok Pin maupun Mbok Rah sudah berpulang. Anak-anak dan cucu mereka juga tidak meneruskan berjualan pecel.

’’Saya memang tidak melihat langsung Mbok Pin melayani di Ndalem Gebang. Saya menikah dengan putra tunggal Mbok Pin, Nuryadi, setelah Pak Karno meninggal. Tapi, saya masih ngonangi Mbok Pin jualan dan dengar ceritanya dari almarhumah langsung,’’ papar Winarni, menantu Mbok Pin, saat ditemui Jawa Pos pada Desember lalu.

Nama asli Mbok Pin adalah Rubiyem. Dia bersuamikan Nur Dipin yang biasa disapa Mbah Pin. Dari sang suamilah nama Mbok Pin berasal. Dulu, perempuan yang tutup usia pada 1986 itu sehari-harinya memang berjualan pecel. Dia menggelar dagangan di teras rumahnya di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kota Blitar.

Gang masuk ke rumah Mbok Pin hanya cukup untuk simpangan dua motor. Dari jalan raya, rumah Mbok Pin berjarak sekitar 65 meter. Kini, bekas rumah tinggal itu telah dirombak total. Beralih fungsi menjadi kos-kosan.

Di teras rumahnya, Mbok Pin meletakkan meja bambu kecil di dekat tembok pagar. Di situlah dia berinteraksi dengan pelanggan. Saat itu jalanan di depan rumah Mbok Pin masih tanah. Para pembeli bisa dengan leluasa mencari tempat duduk di sekitar situ untuk bersantap.

Winarni menyebut Mbok Pin sebagai orang yang rapi. Dia selalu menampilkan yang terbaik. Apalagi jika ada undangan untuk menyuguhkan pecel kepada Bung Karno. Dia selalu menyiapkan kebaya baru atau minimal yang terbagus dari yang dia miliki. Kebaya itu dipadankan dengan kain batik atau jarit yang diwiru. Mbok Pin juga selalu menggelung rambutnya ke belakang.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (*/c18/hep)

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads