alexametrics
Warung Langganan Presiden (55)

Nasi Pecel Lethok Mbah Jan Ngawi, Bikin Presiden Jokowi Ketagihan

8 Jam Rebus Tempe Semangit Pakai Tungku Kayu
2 Mei 2022, 16:33:20 WIB

Pecel merupakan kuliner yang tidak lekang oleh waktu. Mudah ditemukan di setiap daerah di Indonesia dan nikmat disantap kapan saja. Di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ada pecel yang unik. Namanya, Pecel Lethok Mbah Jan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah menikmatinya dan terkesan.

SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Ngawi

JawaPos.com – Aroma kuah lethok itu begitu menggoda. Meski aromanya sedikit menyengat, bumbu rempahnya yang kuat membuat lethok nikmat disantap bersama teman nasi hangat. Kelezatan lethok menjadi berlipat saat dipadukan dengan nasi pecel.

Lethok mirip sambal tumpang. Dua-duanya terbuat dari tempe semangit. Yakni, tempe yang sudah melewati masa fermentasi atau menuju busuk. Lethok identik dengan Kabupaten Ngawi. Bahkan sudah dinobatkan sebagai kuliner khas Ngawi.

Di antara banyak warung yang menawarkan nasi lethok sebagai menu, Warung Lethok Mbah Jan adalah yang paling populer. Lokasinya di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Ngawi. Warung itu juga langganan masuk Peta Kuliner Jalur Lebaran Pulau Jawa versi Kementerian Perhubungan.

Sebab, Warung Lethok Mbah Jan terletak di dekat pintu keluar tol Ngawi. Jaraknya hanya sekitar 10 menit. Lokasi yang strategis, menu yang unik, dan rasa yang nikmat membuat warung itu dikenal banyak orang. Bukan hanya warga lokal, tetapi juga mereka yang dari luar kota.

Jawa Pos berkesempatan mampir ke Warung Lethok Mbah Jan pada Desember lalu. Itu menjadi pengalaman kuliner yang tidak terlupakan. Warungnya memang sederhana. Namun, tempatnya luas. Sangat akomodatif untuk menampung tamu yang datang bersama keluarga atau rombongan. Ada parkiran yang juga luas di tanah kosong dekat warung.

Karena warung itu tenar, pengunjung harus rela antre untuk bisa menikmati seporsi nasi pecel lethok. Mereka harus bersabar karena antrean selalu panjang. Bahkan sering kali sampai harus antre di luar warung. Sebagian besar yang antre adalah pembeli baru. Sebagian yang lain memang pelanggan yang sudah berkali-kali bersantap di warung tersebut. ”Alhamdulillah, warung tidak pernah sepi. Selalu ramai seperti ini,” kata Budiyono, generasi kedua pemilik warung.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (*/c14/hep)

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads