alexametrics

Dikemas Layak, Pecel Lethok Bisa Dipasarkan ke Mancanegara

2 Mei 2022, 16:52:14 WIB

JawaPos.com – Lethok diolah dari tempe yang masa fermentasinya sudah lewat. Lantaran menggunakan bahan yang spesial, lethok menjadi kuliner yang istimewa. Apalagi, bahan-bahan pelengkap lainnya asli Indonesia.

Pakar gastrodiplomasi Universitas Airlangga (Unair) Irfa Puspitasari menyatakan, tempe adalah kreasi masyarakat Indonesia dan termasuk warisan budaya nasional (national heritage). ”Tahun lalu tempe didaftarkan menjadi warisan budaya UNESCO,” katanya kepada Jawa Pos pada Rabu (27/4).

Tempe sudah dikenal di berbagai negara. Orang-orang Jepang juga menyukai tempe. Mereka pun memproduksi tempe di negaranya dan mengolah kembali menjadi hidangan. ”Olahan berbahan dasar tempe itu juga mereka daftarkan untuk mendapatkan hak cipta,” ujar Irfa.

Pada 2021, Indonesia telah melakukan langkah yang tepat dengan mendaftarkan tempe ke daftar warisan budaya nasional di UNESCO. Saat ini, menurut dia, sudah banyak warga Indonesia yang aware terhadap kuliner negara sendiri. Itu sangat bagus. ”Sayangnya, di beberapa kesempatan, masyarakat kurang jeli,” ungkapnya.

Hal tersebut juga berkaitan dengan lethok yang berbahan dasar tempe. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kuliner terangkat. Di sisi lain, ada pembahasan soal hukum internasional terkait dengan hak kekayaan warisan budaya nasional saat bicara tentang tempe.

”Nilai sejarah tempe itu muncul sebagai cara kita untuk membawa bekal ketika bepergian. Dulu, pada saat jaya-jayanya pelayaran Nusantara, ketika sudah lama tidak pulang, mereka rindu masakan rumah. Orang dari zaman dulu berpikir, tempe sebagai bentuk protein yang difermentasikan dapat membantu bertahan hidup,” paparnya.

Pecel lethok sejatinya tidak hanya berpotensi sebagai makanan kuliner di Ngawi, tetapi juga bisa dikemas menjadi komoditas di pasar ekspor. ”Saus lethok bisa di-packing dan dikirim dengan aman ke berbagai negara,” tuturnya. Jika itu terjadi, Irfa yakin ekspor lethok akan sangat membantu para pelaku UMKM dan pedagang kuliner.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (ayu/c14/hep)

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads