alexametrics
Warung Langganan Megawati (20)

Mie Belitung Atep, Kuliner Peranakan Tionghoa yang Memikat Megawati

Dibungkus Daun Simpur supaya Ada Aroma Khas
2 April 2022, 08:14:38 WIB

Kuliner Belitung banyak terpengaruh budaya peranakan. Mie Belitung Atep salah satunya. Daun simpur yang hanya bisa didapatkan di Belitung menjadi ciri khas makanan berkuah tersebut.

AGUS DWI PRASETYO, Belitung

VERAWATI tidak akan pernah bisa melupakan 5 Februari 2012. Dia masih ingat betul kedatangan salah seorang kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke kedai mi yang dia kelola. Sang kader mengatakan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bakal singgah ke warungnya. Kabar itu membuat Verawati berbunga-bunga.

”Satu minggu sebelum Bu Mega (sapaan Megawati, Red) datang, orang PDIP itu datang ke sini,” kenang perempuan yang akrab disapa Atep tersebut saat berbincang dengan Jawa Pos pada pertengahan Desember lalu.

Karena Megawati bakal bertandang pada 12 Februari, Verawati pun langsung mempersiapkan segala keperluan untuk menyambut putri proklamator bangsa tersebut. Yang paling penting adalah menyiapkan meja khusus. Kedai mi yang terletak di Jalan Sriwijaya Nomor 27, Tanjung Pandan, Belitung, itu pun sibuk mematut diri agar layak dikunjungi Megawati.

Pengusaha kuliner berusia 76 tahun tersebut menambahkan, sebelum Megawati datang, kedainya diperiksa oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dari Jakarta. Mereka ingin memastikan bahwa Verawati siap menyambut presiden ke-5 RI itu. Petugas memeriksa meja dan kursi yang akan dipakai Megawati hingga kelayakan kamar mandi di rumah makan.

Pada hari yang ditetapkan, Megawati tidak datang sendirian. Dia ditemani putrinya, Puan Maharani. Ada pula puluhan kader PDIP yang ikut ke Mie Belitung Atep. Maklum, saat itu ada rapat koordinasi (rakor) tiga pilar PDIP di Belitung. Acara tersebut sekaligus menjadi momen untuk merayakan hari jadi ke-39 partai yang identik dengan warna merah itu. ”Mereka pesan seratus porsi,” kata Verawati.

Sesuai rencana, Megawati duduk di meja khusus yang telah disiapkan, yakni meja pada deretan belakang, dekat dinding yang menghadap ke jalan raya. ”Kalau untuk porsi dan rasa, saya bikin sama,” imbuh ibu tiga anak itu.

Verawati tidak menyia-nyiakan kesempatan langka bertemu Megawati. Saat itu Megawati memang sudah tidak menjabat presiden. Namun, Verawati senang bukan kepalang menerima kunjungan sang mantan presiden perempuan pertama Indonesia tersebut.

Untuk mengabadikan kebanggaannya, Verawati meminta bantuan Anton Gozali, tokoh PDIP Bangka Belitung (Babel), agar bisa berfoto bersama Megawati. Harapannya terkabul. Verawati bisa berfoto bersama Megawati dan Puan. Dalam kesempatan itu, Verawati mengucapkan selamat ulang tahun kepada PDIP. Kebetulan, hari jadi PDIP berbarengan dengan kelahiran Mie Belitung Atep. Pada 2012 itu usia Mie Belitung Atep pun juga 39 tahun.

Foto Verawati bersama Megawati kini menghiasi salah satu dinding kedai. Ukurannya lebih besar ketimbang foto-foto lain yang tergantung di dinding yang sama. Pasca kunjungan Megawati itu, Mie Belitung Atep kian ramai pengunjung.

Soal rasa, Verawati betul-betul mempertahankan resep warisan orang tua. Sederhana saja. Bumbu-bumbunya pun mudah didapatkan di Belitung. Lengkuas, bawang merah, dan bawang putih dihaluskan bersama kemiri, lada, dan garam. Semua bahan yang dihaluskan itu kemudian ditumis. Setelah bumbu tercampur, tambahkan air. Kuah mi itu direbus hingga mengental.

Mi kuah khas dari Mie Belitung Atep. (MUHAMMAD ALI/JAWA POS)

Selagi menunggu kuah siap, persiapkan bahan-bahan yang lain. Udang, mentimun, gula merah, kentang, tahu, dan taoge. Tata mi, mentimun, kentang rebus, tahu, telur, dan taoge dalam piring. Setelah semuanya siap, barulah kuah yang kental tadi disiramkan. Seporsi mi buatan Atep akan kian mantap rasanya jika dipadukan dengan sambal dan emping.

”Kalau untuk dibungkus, kami biasanya pakai daun simpur,” kata Atep. Di Belitung daun simpur mudah didapatkan. Daun bertulang tunggal itu biasanya digunakan untuk membungkus bahan makanan, misalnya daging.

Dulu Verawati selalu mengalasi piring yang menjadi wadah mi kuahnya dengan daun tersebut. Sebelum disantap, mi dibungkus daun lebih dulu. Untuk membungkus seporsi mi, dia membutuhkan empat lembar daun simpur.

”Biasanya 15 menit setelah dibungkus daun simpur, ada aroma khasnya,” ungkap nenek tiga cucu tersebut.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c9/hep

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads