
Photo
JawaPos.com - Penikmat sejarah Bengkulu Hardiansyah SPd mengatakan, berdasar buku yang ditulis M. Ali Hanafiah tentang periode pengasingan Soekarno di Bengkulu, tertulis Bung Karno menyukai durian dan tempoyak.
’’Di dalam buku Ali Hanafiah itu disebutkan, Bung Karno sempat memanggil pedagang durian yang sedang lewat menggunakan sepeda ontel. Durian tersebut dimakan bersama-sama dengan tetangga dan temannya,’’ tutur Hardiansyah.
Mengenai kuliner bagar hiu dan Soekarno itu, belum ada catatan resmi atau naskah yang dibukukan. Semuanya masih bersifat sejarah oral di masyarakat Bengkulu. Justru dengan itu, bagar hiu bisa bertahan di tengah gempuran berbagai jenis kuliner kekinian.
’’Hingga sekarang, para sejarawan dan peneliti kuliner juga masih mencari referensi yang menyebutkan bahwa Bung Karno suka bagar hiu. Itu jadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,’’ ucap Hardiansyah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
