JawaPos.com - Nama Pulau Bedil berasal dari keistimewaan suara deburan ombaknya yang mirip tembakan senapan (bedil). ”Saking kerasnya deburan ombak, suaranya terdengar sampai Pantai Wedi Ireng. Fenomena ini biasanya terjadi pada saat angin barat,’’ kata Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Ainur Rofiq.
Keistimewaan tersebut dipadu dengan ragam atraksi alam yang tersaji. Karena itu, wajar jika Pulau Bedil menjanjikan pengalaman liburan yang tak terlupakan meski membutuhkan usaha ekstra untuk mencapainya.
Rofiq mengatakan, Pulau Bedil saat ini menjadi trending. View-nya yang mirip dengan Raja Ampat di Papua menjadi salah satu pemantiknya. Belum lagi ragam atraksi alam yang tersaji di sana.
Agar Pulau Bedil makin berkembang, Pemkab Banyuwangi terus memberikan dukungan kepada pokdarwis. ”Lahan Pantai Mustika milik pemerintah. Karena itu, pengelolaannya tetap melibatkan pokdarwis. Kami ikut membantu menjual paket-paket wisata Pulau Bedil lewat trip Pantai Mustika dan Wedi Ireng,’’ kata Rofiq.
Untuk mengundang daya tarik wisatawan, Pantai Mustika juga terus dipoles karena menjadi pintu masuk menuju Pulau Bedil. Salah satunya lewat aneka kuliner lobster dengan penataan mirip Jimbaran, Bali.
Kini, Pulau Bedil dan Pantai Mustika sudah masuk destinasi wisata unggulan. Karena itu, dua destinasi tersebut sengaja dikembangkan sesuai dengan keunggulan masing-masing.
”Di Pantai Mustika ada resto dan Pulau Bedil kita tonjolkan sensasi naik perahu dengan pemandangan bukit-bukit yang mirip Raja Ampat. Dengan begitu, terdapat diferensiasi,” katanya. (rei/aif/c7/ris)