← Beranda

Tradisi Kebo-Keboan, Dipilih Langsung Oleh Roh Leluhur

ArwanSelasa, 20 Oktober 2015 | 05.07 WIB
Tradisi Kebo-Keboan, Dipilih Langsung Oleh Roh Leluhur. Tradisi kebo-keboan di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, berlangsung meriah Minggu (18/10).

JawaPos.com BANYUWANGI - Tradisi kebo-keboan di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, berlangsung meriah Minggu (18/10). Warga yang kesurupan bertingkah seperti kerbau, lalu menceburkan diri ke kolam lumpur yang disediakan panitia. Setelah tubuh terbalut lumpur hitam, mereka berjalan berkeliling desa.



Tradisi itu diawali dengan kenduri desa yang dilaksanakan sehari sebelumnya. Warga bergotong royong mendirikan sejumlah gapura dari janur yang digantungi hasil bumi di sepanjang jalan desa sebagai perlambang kesuburan dan kesejahteraan.



Minggu pagi (18/10) warga kembali mengadakan selamatan di empat penjuru desa. Setelah berdoa, warga menyantap sarapan pagi bersama.



Siangnya tradisi kebo-keboan digelar. Beberapa warga setempat mendadak kesurupan, lalu menceburkan diri ke kubang lumpur yang telah dipersiapkan panitia.



Byuur... sontak penonton yang sebelumnya tenang mendadak tegang bercampur takut menyusul mulai banyaknya warga setempat yang kesurupan.



Mereka bertingkah layaknya kerbau. Ada yang berguling-guling di jalan dan ada pula yang menceburkan diri ke lumpur. Kemudian, warga yang bertingkah layaknya kerbau itu berkeliling desa dengan diiringi gamelan musik khas Banyuwangi.



''Warga yang menjadi kerbau di ritual adat ini tidak bisa mengelak karena dipilih langsung oleh roh gaib leluhur. Keluarga harus mendampingi selama prosesi agar kebo-keboan ini tidak mengamuk,'' kata Kepala Desa Aliyan Sigit Purnomo.



Di Desa Aliyan terdapat dua dusun yang secara turun-temurun mempertahankan tradisi kebo-keboan. Yakni, Dusun Aliyan dan Dusun Sukodono. Meski proses ritualnya sama dan digelar pada hari yang sama, dua dusun tersebut tidak bisa melakukan prosesi secara bersamaan. Sebab, jika bertemu, kebo-keboan dua desa itu akan saling serang.



''Zaman dahulu sudah seperti itu. Makanya, pelaksanaan ritual di bedakan waktunya dan jalur ider bumi yang dilewati kebo-keboan juga berbeda,'' imbuh Sigit.



Bupati Abdullah Azwar Anas yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, pemkab akan berkomitmen menjaga tradisi yang berkembang dalam masyarakat. (ddy/aif/c4/any)

EDITOR: Arwan