
Ilustrasi petani tembakau tengah melakukan pemupukan. (Istimewa)
JawaPos.com - Unik dan menarik, intip kegiatan belajar mengajar tentang beternak dan bertani di Salatiga yakni di Kursus Pertanian Taman Tani (KPTT).
Berdiri sejak 1 September 1965, Kursus Pertanian Taman Tani (KPTT) Salatiga dibangun oleh Panitia Sosial Wali Gereja Indonesia IKIP Sanata Dharma dan Ikatan Petani Pancasila.
Saat ini, KPTT berada di bawah naungan Yayasan Taman Tani milik Kongregasi Serikat Jesus (SJ), maka dari itu dikelola oleh para imam dan bruder Jesuit.
Lembaga ini bekerja untuk mengedukasi orang-orang yang ingin belajar tentang pertanian dan peternakan. Serta mereka memiliki visi untuk menjadi petani yang kompeten, sejahtera, bermartabat dan beriman.
Salah satu koordinator edukasi di KPTT, Willy Kutanata, menjelaskan bahwa mereka mengajarkan cara mengelola pertanian dan peternakan organik tapi rasional.
Lokasi KPTT ini sebesar 10 hektar total tapi terpisah-pisah menjadi tiga area. Area pertama berisi kebun sayur dan buah serta peternakan sapi. Area kedua adalah toko dan sisa pertanian. Lalu area ketiga adalah area terbesar, seluas tujuh hektar, dan berisi kandang babi.
Dilansir dari website mereka, tujuan berdirinya KPTT adalah memajukan perkembangan sosio-ekonomi khususnya di bidang agraris dengan menyelenggarakan kursus pertanian dan membantu para petani dengan cara-cara yang baru.
Pertanian mereka diisi dengan berbagai macam tanaman sayur dan buah-buahan, seperti alpukat, kopi, jamur, dan lain-lain.
Willy menjelaskan bahwa keuntungan pertanian KPTT adalah space-nya besar tapi ongkosnya sedikit karena mereka memiliki mesin biogas sendiri dan membuat pupuk kompos mereka sendiri.
Manager Edukasi Bruder Antonius Dieng, lebih akrab dipanggil Bruder Dieng, mengatakan bahwa sebagai petani kita hanya membantu dan mengamati tumbuhan saja, sisanya Tuhan yang bekerja.
KPTT Salatiga berada di Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Mereka juga mengadakan berbagai program kursus, dari yang hanya satu hari hingga tiga bulan.
Untuk program edukasi yang berjalan selama lebih dari satu hari ini KPTT menyediakan asrama putra dan putri yang terpisah bagi para murid.
Selain itu, KPTT juga dilengkapi ruang kelas yang nyaman, ruang makan, gedung utama yang lengkap, dan toko yang menjual produk hasil dari pertanian dan peternakan.
Bruder Dieng menjelaskan bahwa dasar kerja ekologis mereka ini didasari Kejadian 2 ayat 15: “Lalu Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu”.
Bruder Dieng juga mengatakan bahwa alas kaki kita ini adalah penemuan manusia yang memisahkan manusia dari tanah. Bahkan, banyak juga orang-orang yang menganggap tanah itu kotor, jorok, atau menjijikan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
