alexametrics

Lenovo Ideapad 330-15ARR, Tertolong oleh AMD Ryzen 7

24 Maret 2019, 11:10:47 WIB

JawaPos.com – Lenovo merilis laptop dengan ukuran 15 inci akhir tahun lalu. Produk itu adalah Lenovo Ideapad 330-15ARR yang kemudian masuk ke Indonesia lewat pasar online awal 2019. Laptop itu hadir dengan sokongan APU AMD Ryzen 7 2700U.

Kami berkesempatan menjajal perangkat yang harganya mencapai Rp 10 jutaan itu. Untuk beberapa waktu, seperti biasa kami mensimulasikan laptop ini untuk sejumlah pekerjaan. Tak lupa juga gaming, mengingat jeroan perangkat ini sanggup diajak bermain game. Bicara lebih jauh soal Lenovo Ideapad 330-15ARR, berikut ulasan selengkapnya.

Desain

Penampilan Lenovo Ideapad 330-15ARR tidak memberikan kesan yang istimewa. Masih wajar seperti laptop dengan harga ekonomis kebanyakan. Yakni diet material metal agar harganya tak membengkak. Namun, itu tidak membuat bobotnya ikut berkurang. Beratnya hampir 2,2 Kg lebih. Berat itu rasanya berasal dari ukuran laptop yang memiliki layar 15 inci.

Soal material, bodi Lenovo Ideapad 330-15ARR keseluruhan dibalut plastik. Tak ada material metal di laptop ini. Kecuali bagian dalamnya. Laptop ini hadir dengan pilihan warna onyx black, platinum grey, dan denim blue. Yang kami coba memiliki warna denim blue. Warnanya dibuat matte atau doft tanpa kesan mengkilap sedikit pun.

Tak ada finisihing berkilauan sama sekali hingga ke bagian dalam termasuk di sektor tepian keyboard dan area sapu jari atau trackpad. Di bagian layar, bingkainya dibuat berwarna hitam. Sama, pekat juga dengan logo Lenovo di pojok kiri bawah. Aksen warna hitam juga terdapat di sektor keyboard-nya.

Lenovo Ideapad 330-15ARR, Lenovo Ideapad 330 review, Lenovo AMD Ryzen 7
Lenovo Ideapad 330-15ARR (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Dengan banderol harga mencapai Rp 10 jutaan, kami dibuat heran. Pasalnya, laptop ini tetap belum dibekali dengan backlight atau lampu di area keyboard. Mengingat banderol harganya yang lumayan, harusnya perangkat ini sudah membawa fitur tersebut. Lampu keyboard hanya terletak di tuts capslock, numlock, dan tombl power saja. Selain yang kami singgung di atas, ada dua lagi sumber cahaya lainnya di sisi kiri atas dan bawah sebagai lampu indikator daya.

Namun, setelah membaca narasi produk ini di website resmi Lenovo, kami akhirnya mengerti. Bahwa Lenovo ingin menjaga semuanya tetap sederhana. Namun, penampilan sederhana itu dengan jeroan yang dilengkapi prosesor AMD premium dan grafis yang canggih. Selain itu, Ideapad 330 yang portable itu diklaim kuat dan mudah digunakan.

Untuk port connectornya, laptop ini terbilang lengkap. Semua port penting diletakan di sisi kiri. Yakni, port daya, koneksi LAN, HDMI, USB 3.1 Type-C, port USB 3.0, combo audio jack, dan tray untuk menelan kartu memori. Di sisi kanan hampir polos, hanya ada satu slot Kensington Lock untuk keamanan perangkat. Di sisi kanan ada yang menarik, seharusnya laptop ini masih hadir dengan dukungan DVD Room. Namun fitur tersebut dicabut dan ‘bekas rumahnya’ disumbat dengan tutup bermaterial plastik.

Beralih ke sektor keyboard, Lenovo Ideapad 330-15ARR tampil dengan jarak antartuts yang jumbo alias lega. Kami suka dengan keyboard-nya. Pengalaman mengetik menggunakan laptop ini terbilang nyaman dan baik. Kesalahan pengetikan atau typo bisa ditanggulangi berkat jaraknya yang jauh satu sama lain.

Interaksi jari jemari dengan tuts juga nyaman, tak alot, dan responsif meski terkesan ringkih. Mengetik jadi tidak terlalu membutuhkan banyak tenaga untuk menyentuh tuts. Sebagai tambahan, laptop ini di sektor keyboard hadir dengan papan ketik angka atau numpad. Ukuran 15 inci memang mungkin disematkan numpad untuk kebutuhan tabulasi dan hitung-menghitung lainnya.

Lenovo Ideapad 330-15ARR, Lenovo Ideapad 330 review, Lenovo AMD Ryzen 7
Lenovo Ideapad 330-15ARR (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Beralih ke trackpad, seperti area keyboard, trackpad terbilang lega. Dengan peletakan agak ke kiri, pekerjaan yang banyak membutuhkan kegiatan ‘sapu-menyapu’ jadi terasa. Namun di area trackpad terkesan ringkih dengan trackpad-nya yang bergoyang-goyang. Bagian klik kiri dan klik kanannya dibuat tersembunyi di bawah area sapu jari. Sehingga area trackpad terkesan polos. Di sektor trackpad, kendati ringkih, sentuhan dan respons gerak trackpad juga responsif. Kami suka. Walaupun klik kiri dan kananya agak alot.

Multimedia

Bergeser ke aspek multimedia, Lenovo Ideapad 330-15ARR memiliki layar IPS LCD dengan LED backlight 15,6 inci resolusi Full HD 1920 x 1080 piksel anti-glare. Tak lupa, di bagian atas layar tersemat webcam untuk kebutuhan video conference atau sekadar berfoto selfie.

Sementara untuk audionya, lagi-lagi tak ada yang menarik dari laptop ini. Tak ada pabrikan audio kenamaan yang menjadi back-up. Sistem audio Lenovo Ideapad 330-15ARR dieksekusi dengan peletakan dua buah speaker di bagian belakang. Letaknya persis di bawah tangan pengguna ketika mengetik. Kualitas audio perangkat ini biasa saja menurut kami. Malahan cenderung mengecewakan dengan keluaran suara yang kecil meskipun indikator sudah menunjukan volume di 100 persen.

 

Lenovo Ideapad 330-15ARR, Lenovo Ideapad 330 review, Lenovo AMD Ryzen 7
Lenovo Ideapad 330-15ARR (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Performa

Desain mungkin tidak mengesankan. Namun untuk urusan performa, laptop ini tertolong oleh kehadiran APU AMD Ryzen 7. Dengan demikian kekurangan di sektor desain dan multimedia dapat dimaafkan oleh jeroan besutan AMD. Lenovo ini cukup powerful untuk multimedia dan grafis dengan mengandalkan AMD Ryzen 7 2700U dan grafis dari AMD Radeon RX Vega 10.

Performa adalah kelebihan utama yang ditawarkan oleh laptop ini karena mengandalkan dukungan prosesor AMD Ryzen 7 2700U. Performanya diperkuat dengan RAM sebesar 8 GB DDR4-2133 MHz, serta dapat di-upgrade hingga maksimal 16 GB DDR4 2400MHz. Sisi grafis, Lenovo membekali Ideapad 330 15ARR dengan Graphics Processing Unit (GPU) terintegrasi dari AMD Radeon RX Vega 10 iGPU. Sektor media penyimpanan, Lenovo Ideapad 330-15ARR ini dibekali hard disk berkapasitas 1 TB 5400 rpm untuk menampung data milik pengguna.

Untuk kebutuhan gaming? Jangan khawatir. Hal tersebut merujuk pada pengolah grafis Radeon Vega 7 yang juga menjadi mesin perangkat ini. Hanya, yang perlu digarisbawahi, kendati laptop ini bisa dipakai bermain game, namun ini bukan laptop spesialis gaming ya. Khusus untuk gaming, akan kami bahas setelah ini.

Lenovo Ideapad 330-15ARR, Lenovo Ideapad 330 review, Lenovo AMD Ryzen 7
Lenovo Ideapad 330-15ARR (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Untuk menangani beberapa kebutuhan pekerjaan kantoran standar seperti mengetik di aplikasi Microsoft Word, menangani file di Adobe PDF, serta input data di Microsoft Excel, dan beberapa pekerjaan multitasking lainnya bisa ditangani perangkat ini tanpa kendala. Pekerjaan lewat beragam aplikasi bisa ditangani dengan baik. Ketika disambi dengan membuka website sambil mendengar musik via YouTube atau platform streaming lainnya juga terbilang lancar.

Menumpuk banyak tab website hingga 10 halaman lebih juga bisa di-handle dengan baik oleh perangkat ini. Jelas, jeroannya memang mendukung untuk itu. Perpindahan antaraplikasi juga tak menunjukkan gejala lag. Ketika semua sedang dalam posisi menyala, efeknya tak berimbas ke performa namun hanya ke konsumsi daya yang menjadi cepat habis ketika dalam mode baterai.

Untuk rendering video, merujuk pada hasil benchmark aplikasi Cinebench R15, Lenovo Ideapad 330-15ARR cukup powerful. Sebab, mampu menghasilkan skor 572 cb. Selama bukan rendering yang berat, laptop ini masih mumpuni untuk diajak bekerja.

Gaming

Sebagai laptop dengan ukuran besar, layer 15 inci bisa memuaskan gamers. Oleh sebab itu, kami mencoba lima game mainstream sekaligus. Hasilnya, Lenovo Ideapad 330-15ARR memang keren. Selama memainkan game dengan sumber daya listrik, game AAA bisa dilibas meski tidak melulu dengan setting kualitas grafis tertinggi.

GTA V misalnya, game jempolan milik Rockstar Games ini bisa dijalankan tanpa masalah apa pun. Kami mencobanya dengan texture quality normal yang dipadukan hader quality pada setingan high. Sisanya, kami atur sedemikian rupa dengan pengaturan umumnya normal dan high. Hasilnya, rata-rata bisa menghasilkan 27 FPS dengan nilai tertinggi 31 FPS.

Dengan skor itu, GTA V sudah bisa dijalankan dengan baik. Tanpa ada lag meski dalam situasi chaos yang membutuhkan banyak orang atau kendaraan dalam satu tampilan. Bagaimana jika bermain menggunakan mode baterai? Skor bisa ngedrop sampai rata-rata 20 FPS.

Lenovo Ideapad 330-15ARR, Lenovo Ideapad 330 review, Lenovo AMD Ryzen 7
Skor untuk game Far Cry 5. (Screenshot)

 

Game kedua yang kami coba adalah Resident Evil 2 Remake. Game survival horror yang mendapat nilai tinggi di platform Steam ini juga bisa dijalanlan dengan lancar. Permainan dijalankan dengan mode full screen 1920 x 1080. Lalu, setting rendering pada normal dan image quality sebesar 80 persen. Game ini bisa berjalan dengan lancar tanpa lag.

Sebab, skor rata-ratanya adalah 31 FPS dengan nilai tertinggi 61 FPS. Angka itu sudah lebih dari cukup untuk membuat Leon maupun Claire lolos dari Racoon City dengan lancar. Pun ketika bermain dengan mode baterai, meski ngedrop menjadi 24 FPS, masih cukup lancar digunakan.

Game ketiga ada Rise of the Tomb Rider. Petualangan Lara Croft tidak meninggalkan beban berat karena bisa dijalankan dengan skor rata-rata 23 FPS dan maksimal 62 FPS. Angka itu didapat dari setting grafis Lowest. Game ini memang cukup berat. Meski FPS-nya kecil, game masih bisa jalan dengan sangat baik.

Game keempat adalah Far Cry 5. Game baru yang berat ini juga lancar digunakan saat dimainkan dengan resolusi 1280×720 piksel dengan kualitas grafis low. Melalui aplikasi benchmark internalnya, nilai rata-ratanya adalah 24 FPS dengan skor tertinggi 29 FPS. Namun, begitu game berjalan dan diukur melalui FRAPS, hasil rata-ratanya adalah 26 FPS dengan nilai tertinggi 61 FPS.

Tak ketinggalan, kami mencoba dengan FIFA 2019. Game sepak bola populer ini juga bisa berjalan lancar dengan kualitas grafis normal. Kami mencoba memainkannya dengan FPS lock pada nilai 30 FPS. Hasilnya, game tidak menemui kendala apa pun. Tanpa lag. Jika memiliki kualitas internet yang kencang dan stabil, bermain dengan mode multiplayer juga akan lancar.

Lenovo Ideapad 330-15ARR, Lenovo Ideapad 330 review, Lenovo AMD Ryzen 7
Lenovo Ideapad 330-15ARR (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Kesimpulan

Menggunakan laptop ini dan menilai baik-buruknya agak susah. Memang laptop ini memiliki kekurangan di desain, material, dan multimedianya yang biasa saja. Apalagi, jika dibandingkan dengan banderol harganya. Namun itu semua berbalik ketika membicarakan performanya. Sekali lagi, AMD menolong perangkat ini agar tetap layak dijual ke pasaran dengan harga mencapai Rp 10 jutaan.

Di sektor daya tahan baterai, laptop ‘gambot’ ini juga tak bisa terlalu dibanggakan. Sebab, kamu tidak akan bisa jauh-jauh dari charger dan colokan lantaran laptop ini hanya sanggup bertahan dalam mode baterai selama 3,5 jam saja. Waktu segitu berlaku untuk mode stand-by atau diajak bekerja.

Baterai perangkat ini adalah 2 cell lithium polymer 30 Whrs Battery yang didukung fitur Rapid Charge untuk mengisi daya dengan cepat. Catatan kami, mengisi dayanya dari habis hingga penuh dibutuhkan waktu sekitar 2 jam saja. Fitur rapid charge adalah poin plus untuk produk ini.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto

Lenovo Ideapad 330-15ARR, Tertolong oleh AMD Ryzen 7