alexametrics
Review Produk

Samsung Galaxy A50: Paket Lengkap Ala S Series dengan Banderol Murah

20 Mei 2019, 06:16:30 WIB

JawaPos.com – Samsung baru-baru ini menghadirkan empat varian baru dari keluarga Galaxy A. Dia adalah Galaxy A30, A50, serta dua lagi varian ekonomis, yakni A10 dan A20. Untuk Galaxy A30, perangkat tersebut dilempar ke pasaran dengan harga mulai Rp 3 jutaan, sementara banderol paling mahal hampir Rp 5 juta untuk Galaxy A50 varian tertinggi. Semua jajaran Galaxy A Series terbaru yang diluncurkan Samsung di Indonesia sama-sama menyasar kalangan muda.

Bicara keunggulan, JawaPos.com seperti biasa dipercaya untuk mengulas perangkat Galaxy A Series terbaru. Unit yang kami terima adalah Samsung Galaxy A50 dengan varian RAM/ROM 4/64 GB. Sebagai pengingat, Samsung Galaxy A50 di Indonesia dilepas dalam dua varian RAM/ROM, yakni 4/64 dan 6/128 GB yang dibanderol masing-masing Rp 4,1 juta dan Rp 4,9 juta. Lebih jauh tentang Samsung Galaxy A50, berikut ulasan lengkapnya.

Kelengkapan

Seperti ulasan lain yang sudah-sudah, kami biasa memulai langkah pertama pengujian dengan menyinggung sedikit soal kelengkapan produk. Aspek kelengkapan produk, menurut kami, yang juga menempatkan diri sebagai konsumen, bisa menjadi urusan serius untuk kesan pembeli. Jika kelengkapan produk tersedia dan ditata dengan baik tentu akan menjadi nilai lebih bagi produsen dalam hal ini vendor smartphone.

Samsung Galaxy A50
Smartphone Samsung Galaxy A50. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Untuk kelengkapan sendiri, Samsung Galaxy A50 di Indonesia mendapat sentuhan desain boks berwarna putih cerah. Sama seperti desain boks yang hadir pada Galaxy M20 yang sudah kami ulas sebelumnya. Pada bagian depan langsung tercermin wujud perangkat dengan beberapa informasi penting di bagian belakang boksnya. Material boks penjualannya cukup kuat dengan bahan karton tebal.

Ini adalah perangkat Samsung. Jangan tanya soal kelengkapan paket penjualannya. Jika dibandingkan dengan merek Tiongkok yang terkesan abai terhadap aspek kelengkapan pembelian di dalam boks-nya, lain lagi dengan Samsung. Kitab-kitab pendukung beserta kartu garansi, kabel konektor daya dan transfer data Type-C, kepala charger, earphone, serta SIM Ejector hadir menemani penjualan Samsung Galaxy A50. Soal aksesori lainnya seperti case dan antigores tambahan memang tidak hadir. Tapi tenang, ini adalah produk Samsung. Aksesori aftermarket akan sangat banyak ditemui dan melimpah di pasaran.

Desain dan Layar

Selanjutnya dari aspek desain. Ada kesan berbeda ketika pertama kali melihat kemudian menggenggam Samsung Galaxy A50. Sama seperti ulasan kami pada Galaxy M20, Galaxy A50 juga mencerminkan perbedaan yang signifikan jika dibandingkan dengan produk Samsung Galaxy yang sudah-sudah. Ibaratnya ‘Samsung yang dulu bukan yang sekarang’.

Desain yang dibawa Samsung Galaxy A50 terkesan mewah. Layar penuh dengan casing belakang mengkilap ala seri flagship Galaxy S10 terbaru benar-benar membuat perangkat ini tampak elegan. Warna mengkilapnya tidak pasaran seperti perangkat Tiongkok yang bagi sebagian orang terkesan norak. Warna-warna Samsung Galaxy A50 terbilang kalem. Materialnya memang plastik polycarbonate, namun sentuhan pengecatan yang detail membuat casing bagian belakang tampak khas bagaikan menggunakan material keramik seperti pada seri S10 terbaru.

Pada bagian depan ada layar penuh 6,4 inci berdesain invinity-v dengan bezel tipis. Layar Samsung Galaxy A50 sendiri bermaterial Super AMOLED capacitive touchscreen 16M colors. Ini tentu menambah kesan ala flagship S10 terbaru dengan output tampilan yang mengesankan untuk ponsel kelas menengah dari Samsung. Samsung Galaxy A50 membawa kemampuan layar FHD Plus (1.080 x 2.340 piksel) dengan 19,5:9 aspek rasio dan kerapatan piksel 403 ppi.

Samsung Galaxy A50
Smartphone Samsung Galaxy A50. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Beralih ke bagian belakang, ada tiga buah kamera utama disusun secara vertikal. Di bawah kamera ada LED Flash untuk beberapa kebutuhan foto dan video tambahan. Seperti sudah dijelaskan di atas, bagian belakangnya mengkilap. Selain kamera dan LED Flash, bagian belakang terkesan polos. Hanya terdapat logo Samsung di bagian tengah.

Ke mana sensor pemindai sidik jarinya? Tidak ada. Sensor sidik jarinya berada di depan, di balik panel layar AMOLED dengan konsep in screen fingerprint yang berada di bagian bawah layar. Sebuah konsep kekinian yang akhirnya dibawa Samsung ke seri yang lebih murah setelah perdana hadir di Galaxy S10 Series.

Masih dari aspek desain, Samsung Galaxy A50 benar-benar membuat kami jatuh hati. Meski ukurannya lebih dari 6,4 inci, kami berani katakan bahwa handset ini nyaman digenggam. Meski lebar, ukuran segitu tetap bisa dikendalikan dengan penggunaan satu tangan. Ketipisan menjadi kuncinya. Perangkat ini hadir dengan ketebalan 7,7 mm saja. selain itu yang membuat phablet ini menjadi nyaman digenggam dengan satu tangan adalah sisi-sisinya yang dibuat halus dan melengkung serta tidak tajam. Jadi walaupun mengusung layar gambot dengan dimensi 158,5 x 74,7 x 7,7 mm, perangkat ini tetap nyaman digenggam.

Samsung Galaxy A50 pada sisi kirinya terdapat slot SIM-Card dan MicroSD yang bisa ditampung semua dalam satu laci. Laci tempat menyimpan SIM-Card dan MicroSD-nya dapat menelan dua kartu SIM dan satu MicroSD sekaligus dalam satu tempat atau Dedicated Slot. Selain slot SIM-Card dan MicroSD, di sisi kiri polos. Sementara pada tepi bagian kanannya terdapat tombol volume ‘Up and Down’, serta tombol power tepat di bagian bawah tombol volume. Di bagian bawah ada jack headphone, slot USB Type-C, lubang speaker dan microphone untuk kebutuhan menelepon. Di bagian atas juga hampir polos.

Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A50 dari aspek desain dan layar kami beri acungan dua jempol atas terobosan layar dan desain yang akhirnya diperhatikan Samsung. Pengalaman ketika menggunakan smartphone ini di bawah terpaan sinar matahari langsung, layarnya tampil dengan sangat baik. Jelas saja, materialnya AMOLED. Soal resolusi dan ketajaman tak perlu diragukan. Namun agar lebih maksimal tentu harus mengatur tingkat kecerahan alias brightness ke mode penuh atau maksimal.

Interaksi di dalam layar juga sangat baik. Responsif ditambah dengan pengalaman sentuh yang halus. Pada bagian depannya tidak ada tombol fisik. Fungsi tombol Home, Recent Apps, dan Back, tersedia menyatu dalam layar sebagai tombol virtual serta tak lupa sensor pemindai sidik jarinya di area layar.

Samsung Galaxy A50
Smartphone Samsung Galaxy A50. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Performa

Usai dari aspek kelengkapan produk, desain, dan layar, sampailah pada aspek penting lainnya, yakni sektor performa. Dari sektor performa, Samsung Galaxy A50 membawa bekal prosesor bikinan mereka sendiri, yakni prosesor Octa-core (4×2,3 GHz Cortex-A73 & 4×1,7 GHz Cortex-A53) Exynos 9610 dengan fabrikasi 10 nm. Chipset-nya ditopang dengan pengolah grafis atau GPU Mali-G72 MP3.

Dengan padanan prosesor dan GPU tersebut, perangkat ini seharusnya sanggup melibas kebutuhan grafis tinggi untuk bermain game berat. seperti sudah disinggung di atas, perangkat hadir dengan pilihan RAM/ROM 4/64 GB dan 6/128 GB. Ruang simpannya bisa diekspansi dengan MicroSD hingga 512 GB.

Untuk sistem operasinya, Samsung Galaxy M20 secara default terlahir dengan sistem Android dengan versi 9 atau Android Pie. Sistem operasi atau OS Android Pie di Samsung Galaxy A50 sendiri sudah hadir dengan antarmuka atau user interface (UI) bernama One UI. Samsung One UI sendiri digadang-gadang dapat meningkatkan pengalaman pengguna bersama perangkat. Samsung One UI juga diklaim dapat mendorong produktivitas dan fokus pengguna dengan One Handed Navigation yang membuat interaksi lebih mudah dikontrol dalam jangkauan satu tangan saja.

Untuk performa selain menggunakannya sehari-hari, seperti biasa kami menyimulasikan dalam uji benchmark dengan aplikasi sintetis. Meski tidak merepresentasikan penggunaan sehari-hari, uji benchmark lewat aplikasi populer juga menjadi tolok ukur konsumen dalam memutuskan pembelian sebuah perangkat smartphone.

Untuk hasil simulasi menggunakan aplikasi populer AnTuTu Benchmark dan AnTuTu 3D Bench, Samsung Galaxy A50 mampu menghasilkan perolehan skor keseluruhan dengan angka 147708. Sementara untuk hasil pengujian menggunakan PC Mark (Work 2.0 Performance), Samsung Galaxy A50 berhasil membukukan skor sebesar 5962. Skor benchmark segitu bolehlah dikatakan cukup besar di kelasnya.

Gaming

Membuktikan keandalan performa dan jeroan perangkat yang bersangkutan, kurang lengkap rasanya jika perangkat tak diajak untuk bekerja keras untuk kebutuhan gaming. Mau main apa? Semua game bisa dilibas dengan mudah oleh perangkat ini. Hal tersebut diawali dengan membuka game First Person Shooter (FPS) populer PlayerUnknown’s Battlegrounds versi mobile atau PUBG Mobile dengan aliran RPG. Mengatasi kebutuhan tembak menembak, berlari, mengendarai kendaraan lari dari kejaran musuh, handset Galaxy A50 mampu mengatasinya tanpa kendala.

Kami juga sempat mengerdilkan kemampuan perangkat ini untuk bermain game. Hal tersebut merujuk pada segmennya yang masih duduk di kelas menengah yang kebanyakan memang biasa saja untuk urusan gaming. Namun kami salah besar. Nyatanya, Samsung Galaxy A50 ketika pertama kali membuka game PUBG Mobile, perangkat langsung diarahkan ke mode grafis ‘High’. Dengan demikian, sistem yang mendeteksi secara otomatis itu menganggap bahwa perangkat ini memang capable untuk bekerja keras di sektor gaming.

Masuk lebih dalam, pengaturan grafis mampu kami buat ‘rata kanan’ alias mentok di settingan paling tinggi semua. Benar saja, performa berjalan halus tanpa kendala dan gejala frame per second (fps) yang drop. Benar-benar halus. Ditambah dengan sokongan layar AMOLED membuat kami dapat memenangkan permainan dengan mudah.

Game PUBG Mobile belum cukup menggambarkan performa game? Tenang, masih ada game lainnya yang kami jajal. Sebut saja game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) Arena of Valor (AOV), game racing Garena Speed Drifters, Asphalt 9 atau Need For Speed No Limits rasanya tetap halus. Berjalan dengan sangat smooth tanpa kendala apa pun dengan pengaturan grafis kami buat rata kanan.

Baterai

Selanjutnya adalah urusan daya baterai. Samsung Galaxy A50 hadir dengan baterai yang terbilang besar yakni 4.000 mAh. Belum sampai 5.000 mAh memang seperti saudara kandungnya, Galaxy M20 dengan baterai 5.000 mAh. Namun sokongan chipset dengan fabrikasi 10 nm bisa lebih hemat daya.

Samsung Galaxy A50 di sektor daya sanggup bertahan hingga seharian penuh bahkan lebih pada penggunaan normal. Dalam hal ini, menjalankan aktivitas di sosial media dan bermain game dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi.
Namun jika digunakan full untuk bekerja, menjalankan banyak aplikasi chatting, sosial media, bermain game, menonton video, dan mendengar musik streaming, Samsung Galaxy A50 hanya sanggup bertahan dari pagi sampai sore. Jika dihitung dengan aktivitas jam-jaman, handset mampu bertahan dalam penggunaan intensif dari pukul 9 pagi sampai dengan jam 8 malam dengan sisa daya menunjukan angka 20 persen.

Masih dari sektor baterai. Samsung Galaxy A50 yang hadir dengan Baterai Li-Po 4000 mAh sudah datang dengan pengisian cepat atau fast battery charging 15W. Jadi, perangkat tak membutuhkan banyak waktu untuk mengisi daya dari habis sampai penuh.

Catatan kami, baterainya dari nol persen hingga 100 persen sanggup terisi dalam waktu sekira dua jam lebih. Selain penggunaan nyata, konsumsi daya juga kami simulasikan dalam aplikasi benchmark daya sintetis PC Mark (Wor 2.0 Battery Life). Berdasarkan aplikasi tersebut, Samsung Galaxy A50 sanggup berjalan nonstop penggunaan dengan catatan baterai selama 11 jam 21 menit.

Keamanan

Aspek selanjutnya dari Samsung Galaxy M20 adalah keamanan. Dari aspek kemanan, Samsung Galaxy A50 hadir dengan sistem keamanan yang cukup lengkap. Untuk urusan keamanan ponsel, Samsung Galaxy A50 dibekali dengan pilihan keamanan standard seperti PIN dan pola. Sementara untuk fitur keamanan biometrik, perangkat ditambahkan dengan fitur face ID dan fingerprint yang terletak di balik layar.

Pada perangkat Samsung Galaxy A50 kami suka ketika menggunakan fitur face ID atau pengenalan wajah. Responsnya sangat cepat didukung dengan sensor perangkat yang memungkinkan pengguna cukup mengarahkan perangkat langsung ke wajah untuk membuka kunci tanpa menyentuh layar atau tombol kunci terlebih dahulu. Fitur ini mampu bekerja dengan sangat baik dengan deteksi wajah dari segala sisi yang akurat.

Fitur keamanan juga sangat responsif dalam keadaan tanpa cahaya sekali pun. Sistem akan dengan cekatan menyalakan layar dalam mode sangat terang serupa cahaya flash jika ingin membuka kunci smartphone dalam keadaan gelap gulita. ‘Cekrek’, kunci terbuka dalam hitungan sepersekian detik. Menariknya, teknologi tersebut aktif secara otomatis ketika sistem mendeteksi cahaya dirasa minim.

Sementara untuk fingerprint-nya, kendati kekinian dengan meletakannya di balik panel layar, kami kurang suka dengan responsnya yang lambat. Hal tersebut berlaku jika dibandingkan dengan pemindai sidik jari konvensional dengan panel fisik. Dibutuhkan waktu kurang lebih empat detik untuk membuka perangkat. Respons pindainya pun tidak luas dan jari harus diletakkan benar-benar pas di area sentuh sidik jari. Jika meleset, perangkat tidak akan terbuka.

Samsung Galaxy A50 juga sudah membawa fitur always on display. Mana kala perangkat terkunci, pengguna bisa tahu di mana letak area pindai sidik jari yang menyala berwarna hijau di area layar. Fitur double tap pun bisa digunakan untuk membangunkan perangkat untuk membuka kunci via face ID atau fingerprint.

Samsung Galaxy A50
Smartphone Samsung Galaxy A50. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Kamera

Untuk sektor kamera, seperti sudah kami beritakan sebelumnya, Samsung Galaxy A50 menjagokan tiga buah kamera utama sekaligus di bagian belakang. Rinciannya, untuk kamera utama memiliki sensor 25 MP dengan aperture f/1.7. Sensor kedua ada kamera 5 MP dengan aperture f/2.2 untuk penginderaan kedalaman. Terakhir adalah kamera ultra-wide 8 MP bukaan f/2.4. Sementara pada bagian depan, Samsung Galaxy A50 juga memiliki kamera 25 MP dengan aperture f/2.0 dan fokus tetap untuk kebutuhan selfie.

Pengalaman kami menggunakan kamera Samsung Galaxy A50 lumayan puas. Apalagi smartphone ini diklaim cocok untuk generasi milenial yang suka membuat konten yang butuh kamera ditambah dengan kemudahan perangkat mobile.

UI kamera Samsung Galaxy A50 sangat khas. Simple, namun tak merepotkan pengguna dengan simbol-simbol yang sulit dibaca. Pada orientasi pemotretan portrait, di bagian atas ketika kamera utama dinyalakan ada pilihan mode Bixby Vision sebagai asisten kamera pintar. Kemudian ada augmented reality (AR) emoji untuk kebutuhan mengambil gambar animasi serta beberapa mode lainnya, seperti setting, LED flash, timer, rasio, dan filter.

Sementara di bagian tengah ada pilihan gambar dengan sensor kedalaman dan lensa wide lengkap dengan scene optimizer untuk optimalisasi gambar secara otomatis. Berada di bawahnya ada mode-mode yang bisa dipilih. Sebut saja mode panorama, pro, live focus, photo, video, slow motion, dan hypelapse. Beberapa fitur dan mode yang sama juga berlaku untuk kamera depan.

Aspek kamera menjadi salah satu yang ditonjolkan Samsung untuk perangkat Galaxy A50-nya itu. Kami lagi-lagi suka dengan hasil jepretan Samsung Galaxy A50 yang bagus. Hasil bidik sangat apik, baik di dalam maupun di luar ruangan. Foto tersaji detail dan ketajaman yang mendekati sempurna dengan pancaran warna yang juga terbilang natural dan tidak lebay alias berlebihan.

Adapun bila digunakan pada ruang dengan kondisi cahaya minim, hasil bidik juga menghasilkan gambar yang baik. Hal tersebut terjadi lantaran apertur kamera utama perangkat unu yang sudah cukup besar yakni f/1.7. Dengan angka segitu, sudah jelas perangkat mampu menghasilkan gambar yang baik di kondisi cahaya minim, tanpa bantuan LED Flash tentunya.

Lensa wide-nya juga demikian. Bagi kamu fotografer landscape yang gemar memotret objek perkotaan atau yang menginginkan area tangkap gambar lebih luas untuk kebutuhan video bisa mengandalkan perangkat ini. Sayangnya, Samsung Galaxy A50 belum dibekali dengan kemampuan perekaman video 4K atau UHD dan mentok di pengaturan video FHD Plus saja. Sementara untuk kamera depan, hasil bidiknya bagi yang gemar selfie, smartphone ini juga bisa diandalkan. Hasil foto tersaji dengan detail, jernih, dan natural.

Kesimpulan

Sampai kepada kesimpulan. Menggunakan smartphone Samsung Galaxy A50 kami sangat puas. Desain kekinian, performa menakjubkan untuk segmen yang dituju mengingatkan kami soal rasa smartphone flagship mereka, Galaxy S10 Series. Ya, tidak berlebihan rasanya membandingkan pengalaman menggunakan Galaxy A50 dengan seri Flagship S10 Series. Rasanya mirip-mirip. Dengan banderol harga yang tak begitu mahal, harusnya Galaxy A50 cukup buat kamu yang berkocek pas namun ingin merasakan pengalaman menggunakan ala smartphone flagship.

Berikut hasil foto dengan kamera Samsung Galaxy A50:

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto