alexametrics
Review Produk

Baterai Jumbo Bikin Asus Zenfone Max Pro M2 Jadi Serba Bisa

17 Februari 2019, 21:18:20 WIB

JawaPos.com – Asus merilis tiga perangkat smartphone terbaru awal Desember 2018 lalu. Ketiga perangkat tersebut adalah Asus ROG Phone, Asus Zenfone Max Pro M2, dan Asus Zenfone Max M2. Ada yang spesial dari peluncuran tiga smartphone tersebut. Pihak Asus menyebut bahwa dua perangkat di antaranya merupakan produk smartphone gaming, yakni Asus ROG Phone untuk hardcore gamer dan Asus Zenfone Max Pro M2 untuk gamer kasual.

Dari ketiga produk terbarunya itu, JawaPos.com mendapat kepercayaan untuk merasakan satu di antaranya yang akan kami kupas habis dalam ulasan berikut ini. Dia adalah Asus Zenfone Max Pro M2 yang diklaim sebagai perangkat yang cocok untuk gamer kasual meng-handle games dengan grafis menengah. Lantas benarkah klaim Asus soal keandalan perangkat seharga Rp 3 jutaan-nya ini cocok untuk para gamer kasual? Berikut ulasan lengkapnya.

Kelengkapan

Seperti ulasan kami yang sudah-sudah, memulai langkah pertama ulasan produk, JawaPos.com akan menyinggung sedikit soal aspek kelengkapan produk. Mengapa aspek kelengkapan selalu kami tempatkan paling pertama dalam ulasan? Sebab ini penting. Aspek kelengkapan produk, menurut kami, yang juga menempatkan diri sebagai konsumen, bisa jadi urusan serius untuk kesan pembeli. Jika kelengkapan produk tersedia dan ditata dengan baik tentu akan menjadi nilai lebih bagi produsen dalam hal ini vendor smartphone.

Untuk Asus Zenfone Max Pro M2, dari aspek kelengkapan paket pembelian, harapan kami tak sesuai kenyataan. Pasalnya, sebagai produk yang katanya memiliki banyak peningkatan dari perangkat terdahulu tidak tercermin dalam kelengkapan paket pembeliannya. Masih sama seperti Zenfone Max Pro M1 kala itu.

Asus Zenfone Max Pro M2, Asus Zenfone Max Pro M2 review, review Asus Zenfone Max Pro M2
Kelengkapan Asus Zenfone Max Pro M2 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Dari aspek kelengkapan pembelian, Zenfone Max Pro M2 hanya ada beberapa aksesori wajib seperti charger, USB cable, SIM ejector, dan jelly case tambahan saja. Earphone dan aksesori lain semisal antigores layar absen pada kelengkapan penjualan perangkat ini. Padahal, menurut kami, dua peranti yang tidak ada itu merupakan aksesori wajib. Walaupun notabene bisa dibeli di luar penjualan perangkat Asus.

Boks penjualan Asus Zenfone Max Pro M2 sendiri memiliki warna hitam berpadu dengan sedikit corak biru dan hijau. Dari luar bungkus penjualan perangkat yang didominasi warna hitam ini konsumen sudah bisa memperoleh beberapa informasi penting seputar perangkat. Beberapa di antaranya adalah informasi soal warna, nomor identitas perangkat atau IMEI, varian RAM dan ROM, lebar layar, kemampuan kamera, chipset, serta informasi lain termasuk tempat perangkat ini dibuat. Cukup detail dari sisi kemasan.

Desain dan Layar

Usai membuka dus penjualan, unit Asus Zenfone Max Pro M2 berwarna biru langsung kami jumpai. Oh iya, hampir lupa. Untuk perangkat yang kami coba adalah varian RAM/ROM 4/64 GB. Varian yang lebih tinggi ada, yakni pilihan 6/64 GB. Kesan pertama melihat smartphone ini terbilang wah. Kami suka dengan smartphone yang berkilauan. Ya, desain berkilauan pada perangkat ini adalah satu dari banyak peningkatan produk terdahulu dari seri Zenfone Max Pro yang dibanggakan Asus.

Dari aspek desain, Asus Zenfone Max Pro M2 hadir dengan tampilan yang cukup keren nan memikat mata. Jika dibandingkan dengan perangkat terdahulunya, kesan smartphone premium begitu terasa pada perangkat terbaru ini. Asus Zenfone Max Pro M2 mengusung konsep unibodi dengan baterai yang tidak bisa dilepas, sehingga perangkat ini memiliki kesan konstruksi yang kokoh.

Desain belakang yang tampak berkilauan dengan polesan ala material kaca membuat Asus Zenfone Max Pro M2 nyaman dilihat. Namun perlu dicatat, meski mirip kaca, materialnya bukan terbuat dari kaca. Ini adalah plastik polycarbonate yang dipoles sedemikian rupa agar serupa dengan material kaca.

Asus Zenfone Max Pro M2, Asus Zenfone Max Pro M2 review, review Asus Zenfone Max Pro M2
Asus Zenfone Max Pro M2 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Masih dari aspek desain, berlanjut ke bagian belakang perangkat. Asus Zenfone Max Pro M2 seperti disinggung di atas mengaplikasikan finishing yang berkilaian. Jika dilihat dari bawah terpaan sinar matahari atau lampu, akan tampak kesan garis-garis yang berkilauan. Pada bagian belakang tidak ada yang menonjol. Hanya terdapat set-up dual kamera yang disusun secara vertikal lengkap dengan LED Flash di bawah kedua kameranya. Selain itu ada juga pemindai sidik jari dan di bagian tengah atas dan logo Asus di bawahnya.

Asus Zenfone Max Pro M2 pada sisi kirinya terdapat slot SIM-Card dan MicroSD yang bisa ditampung semua dalam satu laci. Laci tempat menyimpan SIM-Card dan MicroSD-nya pun terbilang unik. Sebab, perangkat ini menelan dua kartu SIM dan MicroSD semua dalam satu tempat atau istilah kerennya Dedicated Slot. Sementara pada tepi bagian kanannya terdapat tombol volume ‘Up and Down’ serta tombol power tepat di bagian bawah tombol volume.

Berada di bagian bawah ada barisan elemen penting lainnya, seperti Micro USB, microphone, jack headphone, dan tak lupa lubang speaker sebagai pengeras suara. Sementara pada bagian atas polos. Pada bagian sisi atas dan bawah serta tepi kanan dan kiri perangkat mendapatkan sentuhan berkilauan. Semakin menambah keren. Senada dengan warna di bagian punggungnya yang juga glossy.

Sampai kepada bagian depan, yakni layarnya. Asus Zenfone Max Pro M2 hadir dengan bezel yang terbilang tipis, baik di kiri-kanan maupun atas-bawah. Tentu saja, lengkap dengan notch, agar menambah kesan kekinian. Di dalam notch-nya ada kamera depan, sensor dan lampu flash. Sementara LED notifikasi ada di atas, di luar notch.

Masih di bagian layar, Asus Zenfone Max Pro M2 hadir dengan layar beresolusi FullHD+ (2.280 x 1.080 piksel) berbentang 6,3 inci dengan 403 PPI. Material layarnya sendiri adalah IPS LCD capacitive touchscreen, 16 M colors. Secara garis besar, layarnya tajam dan terang dengan kemampuan menangkal sinar matahari yang terbilang baik. Kesan kekinian lainnya dibandingkan pendahulunya adalah Asus Zenfone Max Pro M2 memilih aspek rasio 19:9. Sementara Max Pro M1 hanya 18:9.

Asus Zenfone Max Pro M2, Asus Zenfone Max Pro M2 review, review Asus Zenfone Max Pro M2
Asus Zenfone Max Pro M2 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Untuk fungsi ketahanan, keunggulan lainnya dari Zenfone Max Pro M2 ini adalah layar smartphone sudah dilapisi dengan Corning Gorilla Glass 6 yang diklaim dua kali lipat lebih kuat dibandingkan Gorilla Glass 5. Lewat fitur inilah Asus kemudian berani membandingkan ketahanan perangkatnya dengan produk kompetitor, semisal Honor 8X dan Xiaomi Mi A2. Alhasil, lapisan pelindung ini disebut-sebut mampu bertahan meski telah dijatuhkan ke permukaan kasar sebanyak 15 kali dengan ketinggian 3,28 kaki atau sekitar 1 meter.

Pengalaman ketika menggunakan smartphone ini di bawah terpaan sinar matahari langsung, layarnya bisa tampil dengan baik. Namun agar lebih maksimal tentu harus mengatur tingkat kecerahan alias brightness ke mode penuh atau maksimal. Interaksi di dalam layar juga terbilang baik. Responsif ditambah dengan pengalaman sentuh yang halus. Pada bagian depannya tidak ada tombol fisik. Fungsi tombol Home, Recent Apps, dan Back tersedia menyatu dalam layar sebagai tombol virtual.

Performa

Usai dari aspek kelengkapan produk, desain dan layar, sampailah pada aspek penting lainnya, yakni performa. Dari sektor performa, Asus Zenfone Max Pro M2 membawa bekal prosesor bikinan Qualcomm. Bukan dari seri terbaru, apalagi flagship.

Sesuai harga dan pasar yang ditujunya, Asus Zenfone Max Pro M2 dibekali jeroan prosesor Octa-core Qualcomm Snapdragon 660. Chipset Snapdragon 660 sendiri telah mendukung teknologi Artificial Intelligence Engine (AIE) dari Qualcomm. Dengan kemampuan tersebut, perangkat ini memungkinkan untuk mengolah apapun yang berbasis kecerdasan buata alias AI. Beberapa yang paling sering digunakan adalah kamera dan manajemen daya.

Prosesor Octa-core Snapdragon 660 sendiri memiliki keandalan 4×2,2 GHz Kryo 260 dan 4×1,8 GHz Kryo 260. Mendukung keandalan dan klaim smartphone gaming, terdapat pula padanan hardware grafis Adreno 512 pada perangkat ini. Seperti sudah kami singgung di atas, perangkat ini hadir dengan pilihan RAM/ROM 4/64 GB dan 6/64 GB. Tenang, jika memori internalnya kurang, kamu bisa menambahkan penyimpanannya menggunakan MicroSD hingga 512 GB.

Untuk sistem operasinya, perangkat ini semakin lengkap hadir dengan sistem operasi Android 8.1 Oreo dengan user interface Android murni. Ya, ini adalah perangkat Pure Android yang tidak banyak diketahui. Kami pun demikian. Asus tidak terlalu meng-highlight Android murninya ini dengan membicarakannya di akhir-akhir presentasi produknya akhir tahun lalu.

Menyoal sistem operasi Android murni kami sudah sering singgung dalam beberapa ulasan ke belakang. Sistem operasi ini terkenal ringan, halus, dan aman. Yang tak kalah penting, sebagai sistem operasi murni milik Google, tentunya untuk urusan updates akan lebih cepat sampai. Update ke Android 9 Pie juga tersedia dan itu dikatakan bakal diterima sekitar awal 2019 ini.

Untuk performa selain menggunakannya sehari-hari, seperti biasa kami menyimulasikan dalam uji benchmark. Meski tidak merepresentasikan penggunaan sehari-hari, uji benchmark lewat aplikasi populer juga menjadi tolok ukur konsumen dalam memutuskan pembelian sebuah perangkat smartphone. Informasi soal benchmark perangkat dan hasil pembandingnya bisa konsumen dapatkan dengan mudah lewat berselancar di dunia maya.

Asus Zenfone Max Pro M2, Asus Zenfone Max Pro M2 review, review Asus Zenfone Max Pro M2
Hasil AnTuTu Benchmark dan PC Mark. (screenshot/Rian Alfianto/JawaPos.com)

Untuk hasil simulasi menggunakan aplikasi populer AnTuTu Benchmark dan AnTuTu 3D Bench, perangkat Asus Zenfone Max Pro M2 mampu menghasilkan perolehan skor keseluruhan dengan angka 125.216. Sementara untuk hasil pengujian menggunakan PC Mark (Work 2.0 Performance), Asus Zenfone berhasil membukukan skor 5.977. Dengan perolehan skor segitu, Asus Zenfone Max Pro sudah bisa cukup diandalkan untuk beragam kebutuhan dan multitasking banyak aplikasi sekaligus, seperti bersosial media maupun mengolah gambar. Dengan begitu, Asus Zenfone Max Pro M2 terbilang bisa diandalkan sebagai perangkat harian.

Gaming

Setelah performa, aspek pengujian selanjutnya adalah kebutuhan gaming. Gaming saat ini juga penting bagi konsumen. Bagi mereka yang gemar bermain game, smartphone dengan kemampuan tersebut kini banyak diminati apalagi Asus mengklaim perangkat ini adalah perangkat gaming. Berbekal spesifikasi yang kami beberkan di atas, smartphone ini memang capable untuk diajak bermain game. Sekali pun dengan ukuran dan kebutuhan grafis yang agak berat.

Bicara kebutuhan gaming, perangkat ini di dalam penjualannya telah terinstal aplikasi gaming Free Fire. Free Fire sendiri merupakan game populer serupa PUBG Mobile dengan aliran RPG. Game ini merupakan game survival, persis seperti PUBG Mobile. Karena sudah terisntal secara langsung, game yang katanya amat populer di Tiongkok ini kami mainkan.

Mengatasi kebutuhan tembak menembak, berlari, mengendarai kendaraan lari dari kejaran musuh, Asus Zenfone Max Pro M2 mampu mengatasinya tanpa kendala. Setting grafis pun kami buat rata kanan alias berada di paling tinggi semua. Hasilnya memang tanpa masalah. Halus, rendering lancar tanpa kesan patah-patah dan buntutnya kami bisa memenangkan permainan hingga ‘Booyah’.

Sama seperti game Free Fire, untuk game PUBG Mobile, perangkat ini juga sanggup menjalankan tugasnya dengan baik. Tembak menembak, aksi bidik musuh dari kejauhan, menghindar dari serangan hingga efek visual lainnya mampu berjalan smooth hampir tanpa kesan patah-patah. Namun setting grafisnya tidak kami buat rata kanan. Cukup di medium saja. perangkat ini sudah bisa menampilkan grafis memukau dengan padanan warna yang pas. Game lainnya seperti aksi ngebut di jalan raya dengan Asphalt 9 atau Need For Speed No Limits, kami malahan tidak menemui kendala sama sekali. Respons layar dan performa berjalan baik tanpa cacat sama sekali.

Sering kami katakan bahwa kesenangan bermain game pada perangkat smartphone tidak boleh melulu merujuk pada spesifikasi. Pasalnya, game yang saat ini kebanyakan membutuhkan koneksi internet. Karena itu kondisi jaringan internet turut andil dalam kenikmatan bermain game. Kesan patah-patah pun tidak boleh sering menyalahkan jeroan perangkat. Bahkan bermain game di perangkat sekelas smartphone gaming pun bisa saja patah-patah atau lag ketika koneksi internetnya justru payah.

Baterai

Sampai kepada urusan lain yakni urusan daya. Kehadiran Asus Zenfone Max Pro M2 salah satunya adalah mengunggulkan aspek baterai. Betapa tidak, Asus Zenfone Max Pro M2 dibekali dengan baterai gambot 5.000 mAh. Dengan baterainya yang besar, ponsel ini sanggup bertahan hingga 2-3 hari pada penggunaan normal. Dalam hal ini, menjalankan aktivitas di sosial media dan bermain game dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi.

Namun jika digunakan full untuk bekerja, menjalankan banyak aplikasi chatting, sosial media, tethering hotspot, bermain game, menonton video, dan mendengar musik, Asus Zenfone Max Pro M2 sanggup bertahan seharian penuh. Dari pagi hingga malam dayanya tidak habis.

Sayangnya, dengan baterai yang besar itu tentu butuh waktu yang tidak sebentar juga untuk mengisi daya smartphone ini. Terlebih, tidak ada fitur fast charging yang menyertainya. Dalam keadaan mati atau benar-benar habis dayanya, Asus Zenfone Max Pro M2 butuh hampir tiga jam hingga terisi sampai penuh.

Keamanan

Lainnya, ulasan Asus Zenfone Max Pro M2 yang ingin kami ulas adalah aspek keamanan. Kemanan yang kami maksud adalah keamanan biometrik hingga keamanan dasar ponsel. Untuk urusan keamanan ponsel, Asus Zenfone Max Pro M2 dibekali dengan banyak pilihan. Keamanan standard tersedia PIN, pola, dan fingerprint. Saat penggunaan, sensor sidik jari berjalan dengan baik dan responsif.

Tidak hanya itu, pengguna Zenfone Max Pro M2 juga dapat menggunakan fitur keamanan face ID atau pengenalan wajah sebagai pengamanan tambahan. Fitur ini juga mampu bekerja dengan baik. Responsnya cukup cepat dalam mendeteksi wajah. Hanya saja face unlock ini tidak bisa secara langsung membuka layar dalam kondisi mati. Artinya, user harus menghidupkan layar terlebih dahulu dengan menekan tombol power untuk kemudian membuka perangkat.

Kami hampir lupa, mengingat Zenfone Max Pro M2 terlahir sebagai perangkat Android One, Asus tentunya bekerja sama dengan Google selaku siempunya OS sehingga sudah pasti mendapat keistimewaan. Salah satu keistimewaan yang penting adalah fitur keamanan Google Play Protect built-in.

Dengan aspek keamanan tersebut, banyak pihak mengatakan bahwa Android One menjadi salah satu perangkat paling aman. Google Play Protect aktif memindai dan memverifikasi lebih dari 50 miliar aplikasi per hari, dan dengan mesin pembelajaran Google dapat secara dinamis mencegah virus dan malware.

Asus Zenfone Max Pro M2, Asus Zenfone Max Pro M2 review, review Asus Zenfone Max Pro M2
Hasil jepretan kamera Asus Zenfone Max Pro M2 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Kamera

Dari sektor fotografi, Asus Zenfone Max Pro M2 mewarisi apa yang ditawarkan pada seri terdahulu. Smartphone ini sudah menyuguhkan fitur dual-camera belakang dengan konfigurasi 12 MP + 5 MP (depth sensor) lengkap dengan berbagai atributnya, seperti PDAF, LED flash, panorama, dan lain-lain. Sementara kamera depannya berukuran 13 MP (f/2.0).

Sensor utama pada kamera belakang smartphone ini menggunakan sensor Sony IMX486 dengan ukuran pixel1.25µm. Selain itu, sensor utama Zenfone Max Pro M2 memiliki aperture f/1.8.

Dengan bukaan yang sebesar itu diharapkan kamera belakang smartphone mampu berupaya banyak ketika mengambil gambar pada kondisi cahaya minim alias gelap. Adapun sensor sekundernya yang memiliki resolusi 5 MP lebih berperan sebagai pendeteksi kedalaman objek dalam mode portrait.

Antarmuka dari kamera Asus Zenfone Max Pro M2 tersaji sederhana. Mudah digunakan dan tidak merepotkan. Pengguna bisa mengakses menu setting untuk mengatur nilai ISO, exposure, dan white balance untuk memaksimalkan kualitas gambar yang dihasilkan. Sementara untuk mode pemotretan yang dibenamkan cukup bervariasi mulai dari auto, Pro, HDR, Sports, dan Night.

Sementara bila ingin mengambil foto dengan efek bokeh, pengguna bisa mengaktifkan fitur Depth effect yang ikon menunya berada di sisi sebelah kiri di bawah ikon setting. Menggunakan kamera belakang, pengguna tetap dapat mengaktifkan beauty mode yang memiliki empat preset, yaitu low, mid, high, dan custom.

Aspek kamera memang bukan salah satu yang ditonjolkan Asus untuk perangkat Zenfone Max Pro M2-nya itu. Namun hasil jepretan Zenfone Max Pro M2 terbilang bagus. Hasil bidik tergolong apik, baik di dalam maupun di luar ruangan. Foto tersaji detail dan tajam dengan pancaran warna natural.

Adapun bila digunakan pada ruang dengan kondisi cahaya minim, hasil bidik juga tak terlalu mengecewakan, meski hasilnya tak sebaik pengambilan foto pada kondisi cahaya yang cukup terang. Satu hal menarik yang juga ditawarkan kamera belakang ZenFone Max Pro M2 adalah kemampuannya untuk merekam video dengan resolusi 4K atau UltraHD.

Sementara untuk kamera depan, hasil bidiknya bagi yang gemar selfie, smartphone ini sudah bisa diandalkan. Hasil foto tersaji dengan cukup detail, jernih, dan natural jika tidak menggunakan mode beautify atau beauty mode. Ya, Asus Zenfone Max Pro M2 seperti halnya smartphone kekinian lainnya dilepas dengan mode beauty mode pada aspek kamera selfie-nya agar kulit pengguna menjadi semakin kinclong.

Asus Zenfone Max Pro M2, Asus Zenfone Max Pro M2 review, review Asus Zenfone Max Pro M2
Asus Zenfone Max Pro M2 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Kesimpulan

Sampai pada aspek kesimpulan tentang Asus Zenfone Max Pro M2. Pengalaman menggunakan device ini bisa kami sebut menyenangkan. Mengapa? Pertama dari segi desain yang menurut kami bagus, kekinian, dan cenderung ikut tren pasar dengan desain layar notch dan bodi berkilauan. Asus Zenfone Max Pro M2 kendati hadir dengan layar berukuran 6 inci lebih, namun handset ini tetap pas di tangan.

Selanjutnya dari segi performa juga terbilang baik. Pas untuk harga yang dikeluarkan dengan menggendong prosesor Snapdragon 660 dan baterai besar 5.000 mAh. Andal untuk segala urusan namun tetap bisa bertahan lama. Seperti judul yang kami sematkan di atas, ponsel ini sayang kalau hanya untuk bermain game saja. Pasalnya, dengan performa dan daya segitu, pengguna bisa memanfaatkan ponsel ini untuk hal produktif lainnya.

Secara keseluruhan, bekerja menggunakan Asus Zenfone Max Pro M2 cukup puas. Sebanding dengan harganya yang dilepas mulai Rp 2,7 jutaan. Saran kami, belilah varian paling tinggi dengan RAM/ROM 6/64 GB. Sebab akan terasa tanggung performanya kala kamu membeli varian 4/64 GB. Aspek RAM dan penyimpanan juga menentukan kemampuan olah datanya. Hadir sebagai Android One juga menjadi nilai lebih dari Asus Zenfone Max Pro M2.

Berikut ini hasil jepretan dengan kamera Asus Zenfone Max Pro M2:

Asus Zenfone Max Pro M2, Asus Zenfone Max Pro M2 review, review Asus Zenfone Max Pro M2
Hasil jepretan kamera Asus Zenfone Max Pro M2 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Asus Zenfone Max Pro M2, Asus Zenfone Max Pro M2 review, review Asus Zenfone Max Pro M2
Hasil jepretan kamera selfie Asus Zenfone Max Pro M2 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Asus Zenfone Max Pro M2, Asus Zenfone Max Pro M2 review, review Asus Zenfone Max Pro M2
Hasil jepretan kamera Asus Zenfone Max Pro M2 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Asus Zenfone Max Pro M2, Asus Zenfone Max Pro M2 review, review Asus Zenfone Max Pro M2
Hasil jepretan kamera Asus Zenfone Max Pro M2 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Asus Zenfone Max Pro M2, Asus Zenfone Max Pro M2 review, review Asus Zenfone Max Pro M2
Hasil jepretan kamera Asus Zenfone Max Pro M2 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto

Baterai Jumbo Bikin Asus Zenfone Max Pro M2 Jadi Serba Bisa