JawaPos Radar

Review Produk

Acer Swift 3, Tetap Powerful dalam Mode Baterai

16/04/2018, 15:51 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Acer Swift 3
Acer Swift 3 (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Acer resmi meluncurkan laptop seri Swift 3 SF315-41 pada pertengahan Februari lalu. Istimewanya, laptop Acer kali ini menjadi perangkat jinjing pertama yang dibekali prosesor AMD Ryzen Mobile APU. JawaPos.com berkesempatan menjajal langsung produk terbaru dari Acer tersebut.

Sebenarnya, untuk seri Acer Swift 3 dibekali dengan dua varian prosesor. Yakni, Ryzen 5 dan Ryzen 7. Sedikit mengulas tentang prosesor AMD Ryzen Mobile. Pada akhir 2017 lalu, AMD mengumumkan prosessor terbaru untuk laptop yakni AMD Ryzen Mobile.

Prosessor dengan kombinasi CPU Zen dan grafis Radeon Vega terintegrasi dalam satu chip prosessor itu diklaim sangat bertenaga. Mampu menghadirkan peningkatan luar biasa dibandingkan dengan prosessor mobile AMD 7 Gen APU generasi sebelumnya. Ryzen Mobile yang dirancang menggunakan teknologi 14nm FinFET sukses menghadirkan peningkatan performa CPU hingga 200 persen lebih baik.

Acer Swift 3
Acer Swift 3 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Tidak hanya itu, peningkatan performa GPU juga disebut-sebut hingga 128 persen lebih baik. Selain itu, 58 persen lebih hemat daya dibanding prosessor AMD APU Mobile generasi sebelumnya. Bukan tanpa alasan Acer menggunakan AMD sebagai otak komputer jinjingnya.

Tidak hanya soal laptop Ultrathin. Tetapi juga membuatnya makin bertenaga tinggi sekaligus hemat daya. Acer Swift 3 adalah salah satu laptop ultrathin perdana dengan tenaga Ryzen Mobile yang hadir di Indonesia.

Desain

Dari segi desain, Acer Swift 3 boleh dibilang kompak karena hanya setebal 19 mm. Bodinya yang dibalut dengan material metal membuat laptop ini memiliki berat hingga 2,1 kg. Tidak terlalu berat. Meski tidak juga bisa dikatakan ringan. Kombinasi berat dan desain tipis tersebut menjadikan laptop ini pas untuk aktivitas harian karena mudah dibawa.

Laptop ini memang mengusung konsep ultrathin. Standar kekinian yang memang menjadi favorit karena tidak bulky. Desain tipis memang lebih praktis untuk dibawa ke mana saja karena juga didukung baterai yang lebih kuat. Laptop ultrathin sangat cocok bagi pengguna yang mengutamakan mobilitas tinggi seperti marketing, professional yang bekerja di bidang kreatif, pelajar atau mahasiswa, hingga penulis seperti jurnalis, blogger, maupun traveler.

Selain itu, desain yang dihadirkan Acer Swift 3 memiliki kesan elegan. Sebab material metalnya dipoles dengan sentuhan brushed yang membuat bahan metal ini menjadi tampak lebih wah. Acer juga menambahkan detail premium pada bezel berupa aksen chrome yang melingkari sekujur tubuh Swift 3. Desain yang sama juga dapat dilihat di touchpad dan pemindai sidik jari.

Bagian dalamnya, terdapat layar seluas 15,6 inci dan area keyboard yang dilengkapi dengan numeric pad (numpad). Ketika dalam keadaan mati, layarnya terlihat sangat anggun. Kesan mewah begitu terasa, tampak tidak memiliki bingkai seperti layar ponsel kekinian dengan layar bezel-less.

Untuk menyangga layarnya, ada engsel yang diukir tulisan ‘SWIFT’ sebagai penanda atau identitas laptop. Engselnya juga tampak kokoh. Menyesuaikan material metalnya. Bentuk balok memanjang membuat laptop ini semakin terlihat kuat.

Port dan konektor Acer Swift 3 terbilang lengkap. Pada bagian kirinya terdapat power konektor, HDMI, USB 3.1 Type C, 2 USB 3.0 Type A, serta audio jack. Bergeser ke bagian kanan, ada kensington lock untuk perangkat keamanan, 1 USB 2.0, dan slot SD card reader.

Bagian bawah tidak terlihat celah yang dapat dibuka. Semua tertutup rapat membungkus seluruh bagian penting di dalamya. Ada beberapa lubang ventilasi, speaker, penyangga sebagai kaki laptop yang terbuat dari bahan karet keras. Ada juga lubang pemutus arus baterai yang bisa diakses menggunakan jarum atau benda seukuran lainnya.

Beralih ke sektor keyboard, Acer Swift 3 dibekali dengan jarak antartuts yang terbilang lega. Pengalaman mengetik menggunakan laptop ini cukup baik. Kesalahan pengetikan atau typo bisa ditanggulangi berkat jaraknya yang lumayan jauh satu sama lain.

Pindah ke bagian kanan, ada area numeric pad lengkap. Sedikit subjektif memang kalau mau bilang adanya area numpad membuat keyboard laptop ini tampak kompleks. Namun untuk beberapa pekerjaan seperti tabulasi, membuat tugas yang membutuhkan tuts angka-angka jadi lebih mudah.

Mengulang kebiasaan lama, Acer meletakkan tombol powernya di bagian pojok kanan atas area numpad. Hati-hati, jika salah kamu akan mematikan laptop ini saat bekerja. Alih-alih menekan angka 9, kamu malah menekan tombol power. Kebiasaan lama yang menurut JawaPos.com cukup merepotkan. Sebab benar-benar harus hati-hati saat menggunakannya.

Beralih ke trackpad, ada area luas yang diletakkan agak ke kiri. Tidak center, namun ini membantu bagi kamu yang butuh area luas sisi kanan untuk leluasa menggunakan trackpad. Bagian klik kiri dan klik kanannya dibuat menyatu dengan panel kapasitif trackpad. Ini sedikit disembunyikan untuk mengejar desain simple di trackpad.

Multimedia

Acer Swift 3 SF315-41 memiliki bentang layar seluas 15,6 inci berbahan panel IPS. Lantaran laptop ini memiliki kapabilitas sebagai laptop yang bisa diandalkan untuk gaming. Apalagi, resolusinya cukup memuaskan yakni Full HD 1920x1080. Mendukung ketahanannya, Acer membungkus layar laptop ini dengan lapisan Corning Gorilla Glass.

Fitur lain yang menarik adalah kehadiran pemindai sidik jari di sisi kanan bawah keyboard. Selanjutnya untuk pencinta musik, Acer juga menawarkan teknologi Acer TrueHarmony dan Acer Purified yang menjanjikan kualitas suara jernih.

Speaker yang ada di bagian bawah laptop ini, dibuat agak condong ke depan. Lantaran laptop ini mengusung konsep ultrathin yang sudah pasti berdesain tipis, suara dari kedua speaker cukup powerful. Ketika digunakan untuk menonton film, bermain game, mendengar musik dan lainnya, suaranya sudah oke. Meski, agak kurang oke jika didengar oleh pencinta bass. Asalkan kamu menggunakannya di atas permukaan rata atau tidak tertutup kasur atau bantal, suaranya lumayan banget.

Performa

Seperti dijelaskan di awal, jeroan laptop ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebab diperkuat dengan prosesor AMD Ryzen 5 2500U. Urusan grafisnya dipercayakan pada Radeon Vega 8 (512 stream prosessor) yang memiliki kecepatan 1.100 MHz.

Untuk mendukung performanya, Acer Swift 3 turut dibekali RAM sebesar 8 GB jenis DDR4 dengan konfigurasi 2 channel 2 x4 GB. Penyimpanan internalnya cukup lega karena ditanamkan harddisk berkapasitas 1 TB.

Soal kemampuannya dalam mengerjakan aplikasi standar kantoran, semuanya bisa dilakukan dengan lancar jaya. Untuk kebutuhan gaming? Bisa juga. Namun perlu dicatat, meskipun laptop ini bisa dipakai bermain game, namun ini bukan laptop spesialis gaming ya.

Beberapa game dengan kategori low hingga medium memang bukan masalah baginya. Namun jangan berharap lebih untuk memainkan game dengan grade ultra pada laptop ini. Sebab, performanya tidak akan bisa disandingkan dengan Acer Predator yang memang khusus dirancang untuk gaming.

Yang paling unik dari laptop ini memang soal performa. Lantaran sudah ditenagai oleh otak yang kuat, Acer Swift 3 memang dioptimalkan untuk mobile. Jadi, meski digunakan tanpa terhubung ke listrik, tetap bertenaga. Hal yang sebenarnya tidak umum. Kebanyakan komputer jinjing, performanya lebih kuat ketika digunakan dengan terhubung ke listrik.

Gaming

Sebelum mencoba untuk bermain game, bagi pemilik atau yang berminat meminang Acer Swift 3, perlu melakukan update driver terbaru. Sebenarnya ini hal yang lumrah. Tidak hanya untuk laptop ini saja. Usahakan untuk download driver terbaru dari web pabrikan supaya lebih maksimal.

Itu berarti, jika kamu menggunakan laptop Acer, maka driver terbaik diambil dari web Acer. Jika menggunakan merk X, maka download dari web resmi merk X. Kenapa? Karena driver dari masing-masing pabrikan sudah dioptimalkan untuk perangkatnya.

Mau mencoba betapa powerful-nya Ryzen Mobile? Jangan dicolokkan ke listrik ya. Lantas, gunakan power management pada mode balance. Lalu, ubah ke mode active cooling pada mode baterai di power management sistem cooling policy. Jika sudah, harusnya pengalaman yang kami rasakan, juga berlaku bagi kamu.

Battlefield 1

Beberapa laptop di level harga yang sama, tidak banyak yang bisa menjalankan game ini dengan baik. Biasanya, lag akan sangat terasa. Saat dicoba bermain dengan Acer Swift 3 dengan konfigurasi otomatis, bisa menembus 37 FPS. Rata-ratanya ada di angka 20 FPS.

Terkesan kecil dan rentan lag? Tidak demikian. Saat memainkan game ini, pengalaman yang didapat memang asyik. Hampir tidak terasa lag yang mengganggu. Lancar meski dalam mode perang dengan latar belakang grafis sangat padat. Bagaimana jika dicolokkan ke listrik? FPS yang didapat tidak lebih baik. Bahkan, beberapa kali turun beberapa FPS.

PES 2018

Permainan sepak bola populer ini bukan masalah besar bagi Acer Swift 3. Bermain dengan kualitas grafis tertinggi, tetap menghasilkan FPS tinggi. Tanpa dicolok ke listrik alias menggunakan mode baterai, skor tertinggi menyentuh 47 FPS. Nilai rata-ratanya 39 FPS dan terendahnya 17 FPS.

Jika dicolok ke listrik, sebenarnya masih tinggi dan memberikan jaminan lancar. Tetapi, FPS yang drop sangat terasa. Nilai tertingginya menjadi 30 FPS, rata-ratanya 26 FPS, dan terendahnya 21 FPS.

DOTA 2

Bagi penyuka DOTA 2, game ini sangat lancar untuk dimainkan. Kombinasi ciamik jika koneksi internet saat bermain online tidak naik-turun. Itu terlihat dari tingginya nilai maksimal yang menyentuh 86 FPS. Sedangkan nilai rata-ratanya, ada di angka 71 FPS dan terendahnya 44 FPS.

Sky Diver dan Fire Strike

Dua simulasi game dari 3DMark ini sebenarnya bisa berjalan dengan baik. Namun, untuk Sky Diver memang lebih baik karena laptop ini sebenarnya bukan gaming specialist. Nilai Sky Diver menggunakan mode baterai adalah 7330 dan saat dicolokkan ke listrik 6467. Hampir tidak lag ketika simulasi dijalankan.

Sedangkan simulasi Fire Strike yang memang ditujukan untuk high performing PC, membuat Acer Swift 3 mulai ngos-ngosan. Tidak ada perbedaan berarti saat menggunakan listrik atau mode baterai. Nilainya mirip. Di angka 2040-an. Beberapa simulasi berjalan lancar, namun beberapa sedikit agak terasa berat. Itulah alasannya kebijakan memilih game dan kualitas setting grafis tetap diperlukan ya.

Kesimpulan

Pengalaman menggunakan Acer Swift 3 cukup menyenangkan. Beberapa pekerjaan kreatif tentu bisa dihadapi dengan laptop ini hampir tanpa kendala. Sebab, jeroannya memang memiliki kemampuan untuk itu. Dibekali dengan numeric pad, menambah nilai lebih dari laptop ini. Pekerjaan tabulasi yang membutuhkan angka-angka bisa dikerjakan lebih cepat.

Acer Swift 3 SF315-41 dibanderol dengan harga kisaran Rp 9,5 jutaan. Dengan harga segitu, build quality-nya sangat menarik. Berbalut material alumunium di sekujur tubuhnya, laptop ini benar-benar tampak gahar dan kuat. Membawanya untuk aktivitas harian terasa ringan, ringkas, dan keren.

Laptop ini makin layak untuk dipertimbangkan untuk dimiliki karena memiliki kualitas jeroan yang mumpuni. AMD Ryzen 5 2500U menjanjikan kecepatan 2,0 GHz yang bisa didongkrak hingga 3,6 GHz saat mode turbo diaktifkan. Untuk melengkapinya, turut diberikan RAM sebesar 8 GB jenis DDR4 dan urusan grafis dipercayakan pada Radeon Vega 8 (512 stream prosessor) yang memiliki kecepatan 1.100 MHz.

(ce1/ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up