alexametrics
Review Produk

Lenovo Yoga 530 dengan AMD Ryzen 5: Si Tipis Cantik yang Serbabisa

7 Maret 2019, 08:10:05 WIB

JawaPos.com – Akhir 2018 lalu, Lenovo menghadirkan varian terbaru laptop andalannya, Yoga 530, ke Indonesia. Seperti namanya, Yoga 530 dari Lenovo merupakan laptop tipis alias ultrathin beraliran hybrid yang bisa diputar, dibolak-balik bak gerakan yoga. Laptop Yoga 530 mengusung desain trendi, langsing dan diklaim serbabisa berkat jeroan AMD Ryzen 5 dan Ryzen 7 di dalamnya.

Soal aliran hybrid, Lenovo Yoga 530 merupakan laptop yang bisa berubah bentuk menjadi tablet dengan layar sentuh. Menariknya, Lenovo Yoga 530 turut dibekali pena stylus yang membuat penggunanya bisa lebih aktif dalam berkegiatan kreatif menggunakan perangkat ini. Untuk lebih jelasnya, langsung saja kita mulai ulasannya.

Desain

Lenovo Yoga 530 dari segi desain sangat menawan. Desain ultrathin dengan konsep hybrid alias 2in1 yang melekat pada laptop tipis ini sangat cocok dengan market yang dituju. Yakni, pekerja kreatif ataupun pengguna dengan aktivitas segudang dan mobilitas yang cepat.

Lenovo Yoga 530, Lenovo Yoga 530 Review, Lenovo Yoga 530 AMD Ryzen 5
Desain keyboard dan trackpad Lenovo Yoga 530 dengan AMD Ryzen 5. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Lenovo Yoga 530 dibesut dengan material metal di sekujur tubuhnya. Balutan material metal pada perangkat ini menjadikannya tidak hanya tampak kuat, tetapi juga stylish. Namun karena materialnya metal, bobot laptop ini jadi lebih berat, yakni 1,6 Kg. Namun begitu, Lenovo Yoga 530 pede melenggang dengan balutan metal bagian luar dan dalamnya yang disentuh dengan finishing warna doff.

Lenovo Yoga 530 meluncur dengan bentang layar seluas 14 inci inci. Bergeser ke bagian bawah area display, tepatnya di pojok kiri bawah ada logo Lenovo yang terlihat elegan dengan sentuhan berkilau dan padanan layar hitam pekat ketika dimatikan.

Desain sebenarnya oke. Tipis, ergonomis, tidak licin, dan cocok untuk pekerja mobile. Area dalam di bawah layar seperti sektor keyboard ke bawah diberi sentuhan brushed metal. Keseluruhan desain menarik. Tapi terasa tajam di keseluruhan sisi-sisinya.

Lenovo Yoga 530, Lenovo Yoga 530 Review, Lenovo Yoga 530 AMD Ryzen 5
Lenovo Yoga 530 dengan AMD Ryzen 5 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Mengejar kesan ringkas, Lenovo Yoga 530 hadir tanpa area numerik-pad atau tombol angka-angka pada sector keyboard-nya. Dengan banderol harga yang dibawa serta segmen premium, hal ini membuat Lenovo memberikan backlight berwarna putih untuk area keyboard-nya. Dibekalinya lampu pada area keyboard membuat user menjadi lebih leluasa bekerja tanpa khawatir soal pandangan ke arah keyboard menjadi terganggu ketika kurang cahaya.

Yang kami suka, area keyboard dengan backlight-nya diberikan dua opsi tingkat keterangan. Terang biasa dan sangat terang. Bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Bakclight-nya juga bisa dimatikan.

Mendukung kebutuhan lipat melipat, ada dua buah engsel di sisi kiri dan kanan yang berada di tengah area keyboard dan layar bagian bawah. Engselnya juga terbuat dari metal berwarna silver sehingga makin menambah kesan gagah.

Lenovo Yoga 530, Lenovo Yoga 530 Review, Lenovo Yoga 530 AMD Ryzen 5
Desain sisi kanan Lenovo Yoga 530 dengan AMD Ryzen 5. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Untuk port dan connector-nya, Lenovo Yoga 530 di sisi kanan ada tombol daya, slot SD Card, 1 USB, dan Kensington Lock. Di sisi kiri slot headset, 1 USB Type-C, 1 USB, 1 slot HDMI, dan slot daya.

Bergeser ke sector keyboard, Lenovo Yoga 530 tampil dengan jarak antartuts yang boleh dibilang cukup lega. Keyboard-nya asyik. Pengalaman mengetik dan menggunakan laptop ini terbilang meninggalkan kesan baik, apalagi keyboard-nya sudah dilengkapi dengan LED backlight. Keyboard dari Yoga 530 dapat memberikan tactile feedback yang cukup baik, sehingga mengetik di laptop ini terasa memuaskan.

Beralih ke trackpad, area ini termasuk krusial. Kendati Lenovo Yoga 530 sudah mendukung fitur touch screen dan dilengkapi dengan pena stylus untuk corat-coret di area layarnya, area trackpad rupanya juga tetap diperhatikan oleh sang pembuat laptop ini. Tetap nyaman.

Lenovo Yoga 530, Lenovo Yoga 530 Review, Lenovo Yoga 530 AMD Ryzen 5
Desain sisi kiri Lenovo Yoga 530 dengan AMD Ryzen 5. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Kegiatan swiping jari-jemarinya pun demikian. Terasa lega ditambah material yang halus dan nyaman semakin membuat kegiatan bekerja menjadi lebih nyaman. Area trackpad-nya memiliki respons gerak yang responsive, klik kiri dan kanannya pun terasa empuk. Tidak alot dan benar-benar mengesankan.

Oh iya, kami hampir lupa, area trackpad-nya polos. Tidak ditemukan tombol fisik klik kiri dan kanan yang terlihat di sana. klik kiri dan kanan disembunyikan di bawah panel trackpad.

Multimedia

Lenovo Yoga 530 dibanderol dengan dua varian harga. Pertama Rp 11 jutaan dengan AMD Ryzen 5 dan harga Rp 13 jutaan dengan Ryzen 7. Nah, yang kami coba adalah Lenovo Yoga 530 dengan sokongan AMD Ryzen 5. Menilik harganya, calon konsumen seharusnya sudah bisa menebak akan seperti apa pengalaman menggunakan laptop ini nantinya untuk beragam keperluan.

Untuk kebutuhan multimedia, Lenovo Yoga 530 dibekali dengan layar 14 inci diagonal FullHD IPS Layar resolusi 1920 x 1080 piksel. Hadir sebagai laptop layar sentuh, Lenovo Yoga 530 juga dibekali multitouch-enabled edge-to-edge glass untuk pengalaman sentuhan yang lebih baik. Tidak lupa, pada bagian atas layar tersemat webcam untuk keperluan berfoto atau video conference.

Lenovo Yoga 530, Lenovo Yoga 530 Review, Lenovo Yoga 530 AMD Ryzen 5
Lenovo Yoga 530 dengan AMD Ryzen 5 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Sementara untuk audionya, Lenovo Yoga 530 meluncur dengan sokongan dual audio besutan Harman. Bagi yang tidak tahu, Harman adalah perusahaan elektronik konsumen asal Stamford, Connecticut, Amerika Serikat (AS) kelas atas yang mendesain dan memproduksi produk audio kelas premium. Harman kini dimiliki oleh Samsung Group.

Speaker-nya sendiri diletakkan di area bawah laptop. Posisinya persis di bawah tangan pengguna ketika menggunakan perangkat ini. Soal suara dari speaker yang dihasilkan Lenovo Yoga 530 memang tidak ada yang spesial alias standar laptop pada umumnya.

Namun begitu, pengalaman mendengarkan musik, menonton film, menyelesaikan pekerjaan editing dengan efek suara pada laptop ini terbilang cukup menyenangkan. Kualitas suaranya tidak jelek-jelek amat. Ini jelas, perangkat audio besutan Harman memang tidak beloh diremehkan.

Perlu dicatat juga, untuk kualitas audio yang baik pada Lenovo Yoga 530, pengguna harus menggunakannya di permukaan rata. Hal tersebut agar suaranya tidak terpendam lantaran penempatannya yang berada di bawah. Asal tidak dipakai di atas bantal, selimut, dan permukaan yang berpotensi menutup lubang speakernya, suaranya tetap optimal.

Lenovo Yoga 530, Lenovo Yoga 530 Review, Lenovo Yoga 530 AMD Ryzen 5
Desain bawah Lenovo Yoga 530 dengan AMD Ryzen 5 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Laptop ini hadir dengan konsep hybrid atau 2in1. Sebagai laptop 2in1 yang bisa berganti wujud menjadi tablet, pengalaman menggunakan layar sentuh Lenovo Yoga 530 menyenangkan. Layarnya juga halus, membuat interaksi kulit dengan layar laptop tak ubahnya sedang menggunakan touch screen di smartphone.

Interaksinya enak. Halus, responsif, dan soal fitur multi-touch yang ada membuat sentuhan menjadi semakin nyaman. Apalagi ukuran dan tebal layar yang supertipis ditambah jarak keyboard ke layar yang dekat membuat pekerjaan bisa cepat terselesaikan.

Bagaimana kalau sudah berganti wujud menjadi tablet dengan memutar 360 derajat layarnya ke belakang?

Pengalaman kami menggunakan mode tablet di laptop ini juga sama, menyenangkan. Mode tablet lebih cocok digunakan untuk pekerjaan seperti sketsa gambar. Apalagi laptop ini hadir dengan pelengkap pena stylus yang juga responsif. Menonton film dan membaca e-book juga oke. Namun perlu diletakan di tempat khusus karena bobot laptop ini yang lumayan berat.

Sisanya untuk pekerjaan pengetikan, bagi yang tidak terbiasa maka akan cenderung menyusahkan. Mode keyboard pada layar sentuhnya sih bukan masalah. Namun ukurannya yang tidak bisa disesuaikan, membuat sebagian halaman tertutup ketika mode keyboard digital di layar sentuhnya diaktifkan.

Terkait stylus pen, perangkat ini membantu sekaligus merepotkan. Masalahnya terletak pada tidak adanya slot khusus untuk menempatkan pen yang tidak kecil ini. Contohnya seperti slot pen pada smartphone Samsung Galaxy Note Series. Sebagai gantinya, Lenovo menyediakan dongle khusus untuk menempatkan pen-nya. Tempatnya bisa di mana saja. Sebab dongle itu bisa menumpang pada slot USB dengan ujung serupa kepala USB.

Lenovo Yoga 530, Lenovo Yoga 530 Review, Lenovo Yoga 530 AMD Ryzen 5
Lenovo Yoga 530 dengan AMD Ryzen 5 yang dilengkapi stylus pen. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Mengapa merepotkan? Jawabanya karena alasan penempatan tadi. Jika dongle tercabut atau bagi pengguna dengan mobilitas tinggi berpotensi kehilangan pen dengan donglenya sekaligus. Begitu pun ketika dimasukkan dalam tas atau lainnya kemudian di bawa bepergian, dongle dengan pen berpotensi patah. Dongle berbahan plastik sementara pen-nya bermaterial metal dengan baterai AAAA sebagai sumber dayanya. Ada dua tombol klik juga di sana. Fungsinya bisa dikustomisasi oleh pengguna.

Performa

Bergeser ke aspek performa, Lenovo Yoga 530 memang terlihat biasa saja di area luar. Namun ketika dipakai dengan performa jeroannya yang didukung AMD Ryzen Mobile menunjukkan kelasnya. Tak hanya cantik di luar, tetapi juga memiliki jeroan yang mumpuni. Dalam artian, performa laptop 2in1 ini terbilang mantab untuk segmen yang ditujunya. Yakni, pekerja dengan mobilitas tinggi yang butuh laptop andal untuk teman bekerja. Walaupun eksterior laptop ini biasa saja.

Lenovo Yoga 530 menggunakan AMD Ryzen 5 2500U sebagai prosesornya. Salah satu kelebihan dari chip ini adalah menggabungkan CPU dan GPU ke dalam satu chip. Dengan begitu, Lenovo tidak perlu lagi menanamkan discrete VGA alias VGA terpisah. Ini akan membuat konsumsi daya laptop menjadi lebih efisien di samping desain yang bisa dibuat lebih ringkas. Ryzen 5 2500U memiliki 4 core dan 8 thread.

Untuk GPU, Lenovo Yoga 530 yang kami jajal dibekali AMD Radeon RX Vega 8. Untuk sektor penyimpanannya, Lenovo Yoga 530 dibekali dengan RAM 8 GB (2x4GB) dan SSD PCIe 256 GB. Selain prosesor dan chip grafis yang diusungnya, faktor penggunaan SSD jenis NVMe yang ditancapkan langsung ke PCI juga menjadi bagian yang tak kalah pentingnya sebagai pemacu performa laptop multi-mode ini.

Dengan spesifikasi itu, performa Lenovo Yoga 530 terbilang memuaskan. Meskipun RAM sudah mentok di angka 8 GB dan tidak bisa diekspansi demi mengejar ketipisan laptop, angka itu sudah cukup untuk membantu penggunanya menyelesaikan pekerjaan kreatif sekaligus bermain game di laptop ini.

Kami menjajal laptop ini dengan mengajaknya untuk membuat sebuah video berdurasi 10 menit lebih dengan full efek suara, animasi, dan transisi dari Adobe Premiere. Laptop ini sanggup menyelesaikan rendering time selama kurang lebih 40 menitan. Itupun masih ditambah dengan kombinasi Adobe After Effects dan Adobe Photoshop yang masih jalan di laptop. Bagi kami, waktu rendering segitu sudah cukup cepat untuk ukuran laptop ultrathin.

Menilik pada hasil benchmark Cinebench R15, skor yang dihasilkan juga menarik. Untuk OpenGL, berhasil menembus 40,91 fps. Sedangkan CPU mencapai 546 CB. Single core CPU, 118 CB. Nilai-nilai itu menunjukkan bahwa laptop ini siap untuk diajak bekerja kreatif.

Kalau untuk pekerjaan kreatif saja tidak ada masalah, lantas bagaimana dengan pekerjaan dengan aplikasi standar kantoran dan browser biasa. Bagi kami, malah terlalu sayang kalau hanya dipakai untuk pekerjaan standar seperti pengetikan, tabulasi, editing ringan, atau sekadar browsing dan hiburan semata. Sebab, spesifikasinya mendukung untuk melakukan hal-hal yang lebih.

Performa cepat, waktu loading internet dengan 10 tab tak terasa lag. Transisi dan multitasking antarplikasi juga sangat smooth. Main game bisa, editing dan kreasi konten apalagi.

Lenovo Yoga 530, Lenovo Yoga 530 Review, Lenovo Yoga 530 AMD Ryzen 5
Hasil CPU Z Lenovo Yoga 530 dengan AMD Ryzen 5 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Gaming

Dukungan AMD Ryzen 5 yang dipadukan dengan AMD Radeon RX Vega 8 membuat Lenovo Yoga 530 dipastikan bisa untuk bermain game. Malah, game mainstream yang ada di pasaran saat ini mampu dijalankan dengan baik. Misalnya, Resident Evil 2 Remake yang sedang banyak dibicarakan karena kerennya grafis pada game horor ini.

Dari uji coba dengan setting grafis otomatis, mendapat rata-rata 21 fps. Dari pengalaman kami, nilai itu membuat game ini bisa berjalan dengan lancar. Tidak ada hambatan yang membuat game ini terasa berat ketika dijalankan. Jika merasa fps itu kurang besar, bisa dimainkan pada setting grafis. Termasuk menurunkan resolusi agar tidak bermain di 1920×1080.

Game berikutnya adalah Need For Speed Playback. Game berat ini bisa dijalankan dengan sangat lancar karena berhasil menembus 28 fps meski bermain pada resolusi 1920×1080. Jika memiliki koneksi internet yang kuat, maka bermain multiplayer juga makin asyik karena tidak ada lag.

Lenovo Yoga 530, Lenovo Yoga 530 Review, Lenovo Yoga 530 AMD Ryzen 5
Hasil Sky Driver Lenovo Yoga 530 dengan AMD Ryzen 5 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Bermain FIFA 19 dengan Lenovo Yoga 530 juga tidak menemui kendala. Sebab, bermain dengan setting grafis otomatis di resolusi 1280×720, mampu menghasilkan 30 fps dengan frame rate yang dikunci pada 30 fps. Berbekal koneksi internet yang bagus, bermain multiplayer juga bisa berjalan lancar.

Kami juga mengujinya dengan aplikasi 3DMark. Untuk Fire Strike, Lenovo Yoga 530 berhasil mendapatkan skor yang lumayan yakni 1871. Ini menjadi simbol bahwa tidak semua game bisa dijalankan di resolusi 1920×1080. Apalagi, jika dipaksa dengan setting grafis maksimal. Namun, dengan kualitas yang lebih rendah, bisa dijalankan.

Cerminan berikutnya dari uji coba melalui Sky Diver, skor yang dihasilkan tinggi. Yakni, 7145. Games medium bisa dijalankan dengan lancar meski bermain pada resolusi full HD dan setting grafis yang tinggi.

Lenovo Yoga 530, Lenovo Yoga 530 Review, Lenovo Yoga 530 AMD Ryzen 5
Lenovo Yoga 530 dengan AMD Ryzen 5 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Kesimpulan

Pengalaman menggunakan Lenovo Yoga 530 untuk beberapa waktu terbilang menyenangkan. Yang kami suka dari laptop ini selain urusan performanya yang tidak boleh dianggap remeh adalah sektor dayanya yang juga dilengkapi fast charging. Kami beri gambaran, laptop ini di-charge dari daya 5 persen hingga penuh 100 persen penuh dalam waktu 2,5 jam. Hal

Penggunaan normal untuk pekerjaan standar kantoran biasa (website 10 tab dengan musik, tabulasi, aplikasi editing foto, Microsoft Word), Lenovo Yoga 530 mampu bertahan selama6 jam nonstop. Sementara untuk pemakaian mobile laptop dengan penggunaan ‘mati-nyala’ di mode sleep tanpa shutdown, perangkat sanggup bertahan selama 8 jam.

Bagi pekerja mobile, selain desain, performa dan jeroan, sektor daya juga sangat penting. Mengingat pekerja mobile tidak bisa selalu berdekatan dengan colokan listrik, sehingga Lenovo Yoga 530 sangat bisa diandalkan untuk banyak kebutuhan target marketnya.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto

Copy Editor :

Lenovo Yoga 530 dengan AMD Ryzen 5: Si Tipis Cantik yang Serbabisa