Review Produk

Mengulas GoPro Hero, Harga Nggak Bisa Bohong!

04/09/2018, 10:17 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Kamera GoPro Hero (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Popularitas action cam kian marak diburu pencinta gadget. Terlebih generasi milenial yang doyan bergaya. Action cam yang seukuran kotak korek kayu itu bisa menjadi pilihan untuk mengabadikan momen-momen berharga.

Nah, pada kesempatan ini, JawaPos.com akan menguji kamera aksi dari brand populer. Namanya kerap ada pada kejuaraan-kejuaraan olahraga kelas dunia. Ya, dialah GoPro.

Perangkat terbarunya, GoPro Hero, telah beredar di pasar Indonesia. Ingat ya, GoPro Hero. Cukup Hero saja. Tidak pakai embel-embel angka di belakangnya.

Sekadar informasi, GoPro Hero ini sejatinya merupakan versi murah dari kakak-kakanya di keluarga Hero. Berdasarkan pengalaman JawaPos.com, GoPro Hero biasa ini merupakan versi downdgrade dari GoPro Hero 6 Black, atau lebih pantas kami sandingkan dengan pendahulunya, GoPro Hero 5 Black.

Karena versi downgrade, GoPro Hero ini menyasar kalangan entry-level. Bisa dibilang, kamera ini menyasar pengguna pemula dari kamera aksi. Fitur yang tersedia pun memang tidak se-expert dari GoPro Hero 5 Black apalagi Hero 6 Black.

GoPro Hero biasa terbaru dijual dengan harga Rp 3,329 juta, sedangkan GoPro Hero 5 Black dibanderol Rp 4,464 juta, dan GoPro Hero 6 Black dilepas dengan harga Rp 6,174 juta. Harga tersebut merupakan harga retail dari Erajaya Grup selaku rekanan dan distributor kamera aksi GoPro di Indonesia.

Dari harga terlihat, bukan? Harga dari GoPro Hero biasa menunjukan ia adalah produk downgrade dari GoPro 5 dan GoPro 6. Untuk lebih jelasnya, mari kita mulai saja ulasannya.

Desain

Kamera GoPro Hero (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Dari segi desain, GoPro Hero tak ubahnya GoPro Hero 5 dan GoPro 6. Pada bagian belakangnya terdapat layar LCD yang sudah mendukung touchscreen. Kemudian di bagian depannya juga ada layar monokrom untuk menunjukkan beberapa indikator baterai memori dan beberapa keperluan lainnya, seperti jumlah foto yang bisa ditangkap atau menit video yang bisa direkam.

Dari segi bentuk, GoPro Hero biasa dengan GoPro Hero 5 ataupun GoPro Hero 6 tidak memiliki perbedaan yang signifikan. GoPro Hero biasa dengan GoPro Hero 5 ataupun Hero 6 memiliki kesamaan dalam sektor bodinya, tidak ada perbedaan mencolok. Seperti sempat disinggung tadi, GoPro Hero biasa merupakan versi ekonomis dari GoPro Hero 5 dan 6.

Untuk GoPro Hero biasa ini juga sudah dibekali fitur tahan air seperti GoPro Hero 5 dan Hero 6. Namun perlu dicatat untuk dapat menggunakan fitur tahan air ini atau sebelum menceburkannya ke dalam air atau tempat-tempat lain yang berpotensi terkena air, pengguna terlebih dahulu harus memastikan kamera ini telah terbungkus oleh bingkai atau frame yang sudah tersedia dalam paket penjualan GoPro Hero secara langsung.

Sebab, kendati sudah memiliki fitur ketahanan air tanpa housing khusus, pihak GoPro dalam peluncuran kamera ini pun tetap menyarankan harus selalu terbungkus bingkai atau frame bawaan paket penjualan. Tujuannya mungkin untuk memastikan bahwa tidak ada air yang masuk ke dalam celah celah kamera ini, seperti slot baterai kemudian slot charger dan salah-salah lainnya yang memungkinkan untuk air masuk ke dalam.

Fitur

Hasil foto kamera GoPro Hero tanpa edit. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Kemudian beralih ke dalam fitur dan fungsi. Mengingat GoPro Hero ini merupakan produk downgrade atau versi ekonomis dari kedua kakaknya tadi, maka ada sejumlah pengurangan fitur dari kamera aksi GoPro Hero ini. Sebab harganya pun memang terpaut lumayan jauh seperti sudah disinggung di atas.

Nah, untuk membandingkan apakah kamera ini benar-benar versi downgrade atau versi ekonomis dari GoPro Hero 5 dan Hero 6, JawaPos.com mencoba membandingkannya dengan GoPro Hero 5 yang kami miliki.

Pertama kami akan membandingkannya untuk mode foto. Dalam kamera aksi GoPro terdapat beberapa mode yang bisa digunakan oleh penggunaannya. Mode-mode tersebut antara lain mode Foto, Video, Foto Time Lapse, Video Time Lapse, dan mode Burst. Sementara untuk Kamera GoPro Hero 5 tidak memiliki mode Foto Time Lapse.

Begitu pun pada GoPro Hero biasa. Pada mode foto tidak ada yang menarik. Ketika masuk ke dalam mode foto, maka pengguna akan langsung melihat beberapa menu seperti Field of View untuk memungkinkan pengambilan gambar Wide, Medium, ataupun Narrow. Karena ini kamera aksi, maka pengguna umumnya menggunakan pada mode Field of View dengan mode Wide atau luas.

Selain tampilan Field of View, pengguna juga bisa melihat tampilan yang menunjukkan kemampuan menjepret dari kamera ini. Untuk GoPro Hero biasa resolusi tertinggi yang bisa dicapai hanya 10 Megapiksel saja.

GoPro Hero biasa juga memiliki fitur pengaturan manual, meski terbilang seadanya. Hanya ada mode WDR saja. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk melakukan seleksi gambar dan pengaturan gelap dan terang sesuai dengan kondisi pencahayaan.

Nah, fitur yang ada pada mode Foto di GoPro Hero biasa jelas berbeda dari kakaknya, GoPro Hero 5. Untuk GoPro Hero 5 sendiri pada mode yang sama langsung bisa membanting kualitas dari GoPro Hero biasa.

Sangat terlihat oleh kami adalah pengaturan resolusinya yang mencapai 12 Megapiksel dan fitur pengaturan manualnya. Jika pada GoPro Hero biasa hanya terdapat fitur pengaturan manual WDR saja, hal ini berbeda dengan yang ada di GoPro Hero 5.

Untuk pengaturan manual di GoPro Hero 5 terbilang lebih lengkap dari GoPro Hero biasa. Misalnya saja pada pengaturan manualnya terdapat pengaturan Warna, White Balance, ISO, Shutter, Sharpnes, dan Pro Tune. Itu baru di pengaturan manual baris pertama masih ada dua baris lagi. Pada baris kedua ada jug fitur WDR yang terdapat pada GoPro Hero biasa.

Sementara di baris ketiga pengaturan manual fotonya terdapat pengaturan format gambar RAW. Fitur ini penting menurut kami untuk menyimpan gambar dalam kondisi mentah kemudian diolah saat proses editing. Fitur ini tidak ada di GoPro Hero biasa.

Untuk mode selanjutnya adalah mode Burst. Mode ini sebenarnya diperuntukkan untuk penggunaan menangkap gerakan cepat misalnya orang berlari, melompat dari ketinggian, ataupun objek-objek foto yang memang membutuhkan kecepatan dalam menangkap gambar. Istilahnya adalah shutter speed dalam frame per second.

Untuk mode ini di GoPro Hero biasa terdapat pilihan pengaturan manual. Namun ketika diklik akan muncul tulisan ‘No Advance Setting’ atau tidak tersedia pengaturan manual untuk kebutuhan yang lebih Advance.

Hal ini berbeda dengan yang ada di GoPro Hero 5 di mode yang sama. Pada GoPro Hero 5 terdapat pengaturan manual seperti yang ada pada mode foto tadi. Meskipun ada beberapa penyesuaian, namun kurang lebih sama intinya. Pengguna diberikan keleluasaan untuk melakukan pengaturan manual dalam setiap aksi menangkap gambar dengan kamera aksi ini.

Time Lapse Video

Kamera GoPro Hero (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Bergeser ke mode Time Lapse Video. Pada mode ini baik GoPro Hero biasa maupun GoPro Hero 5 terdapat fitur-fitur seperti pengaturan Resolusi, Interval, dan Field of view.

Pada GoPro Hero biasa, pengaturan intervalnya hanya disediakan 0, 5s. Sedangkan GoPro Hero 5 pengaturan intervalnya bisa sampai 60s. Resolusi GoPro Hero biasa pun hanya 1080 piksel. Namun untuk Fied of View-nya masih bisa dipilih untuk mode Wide, Medium ataupun Narrow.

Sementara GoPro Hero 5 untuk resolusinya bisa dipilih dari mulai 1080 piksel 2,7 K hingga 4K. Kesamaannya pada mode ini, GoPro Hero biasa maupun GoPro Hero 5 tidak memiliki pengaturan manual karena ini merupakan model video time lapse.

Berlanjut ke mode Time Lapse Foto. Untuk GoPro Hero 5 tidak memiliki fitur ini. Time Lapse Foto ini merupakan fitur baru yang ada di GoPro Hero dan tidak ada di seri pendahulunya, termasuk Hero 5.

Seperti Time Lapse Video, pada mode ini juga terdapat jendela untuk mengatur Interval, Field of View, dan Resolusi. Namun serupa mode Time Lapse Video tidak ada yang bisa dilihat dari Time Lapse Foto di GoPro Hero biasa. Pengaturannya sama seperti yang ada di Time Lapse Video. Sangat terbatas.

Selanjutnya bergeser ke mode yang menurut kami paling penting. Ya dialah mode Video. Selain Foto, mode Video paling banyak digunakan untuk merekam aksi atau momen berharga dari para pengguna kamera aksi ini. Untuk mode video ini, kami sebelumnya sempat berharap GoPro Hero biasa memiliki pengaturan manualnya sebanyak GoPro Hero 5, namun nyatanya tidak demikian.

Meski begitu, GoPro Hero biasa tetap dibekali fitur Video Image Stabilization yang memungkinkan hasil rekaman tetap smooth dan minim guncangan. Kemudian ada juga fitur Auto Low-Light. Fitur ini sebenarnya siasat GoPro untuk menghilangkan fitur Advance di pengaturan videonya. Ya, cukup membantu sih dengan adanya fitur ini.

Namun ketika dicoba, menurut kami, fitur ini kurang berguna. Sebab, tidak banyak pengguna yang melakukan aksi pada malam hari. Meski demikian, fitur Low-Light bisa membantu ketika kamu menyusuri goa, masuk ke dalam hutan yang minim cahaya matahari, dan hal-hal lainnya yang memang membutuhkan untuk pengaturan kecerahan di luar perangkat tambahan seperti lampu eksternal.

Kemudian pada mode Video GoPro Hero 5 terdapat fitur pengaturan yang menurut kami penting, namun tidak ada pada GoPro Hero biasa. Pengaturan tersebut adalah pengaturan audio dengan mode Wind Only dan Stereo Only.

Kedua fitur tersebut dimaksudkan untuk pengguna bisa mengambil suara dengan jernih sesuai dengan keinginannya. Misalnya untuk mode Wind only kita bisa mengurangi noise pada suara angin saat digunakan berkendara sepeda motor ataupun hal-hal yang memang dilakukan dengan kondisi angin kencang.

Sementara untuk Stereo Only, fitur ini memungkinkan kita untuk mereduksi suara-suara dari sekitar yang mengganggu. Misalnya saat berada di kondisi keramaian seperti pasar ataupun tempat-tempat wisata lainnya yang memang terdapat suara-suara gangguan sekitar. Fitur ini tidak ada di GoPro Hero biasa, padahal fitur ini menurut kami penting sekali untuk mereduksi suara-suara mengganggu yang tidak diinginkan.

Dari segi fungsi kedua kamera aksi ini memiliki kesamaan. Yakni pada fungsi voice command. Fitur ini juga penting. Misalnya, ketika sedang beraksi, pengguna hanya tinggal memerintah kamera ini dengan suara saja tanpa menyentuhnya.

Demikian ulasan kami mengenai GoPro Hero biasa yang dibandingkan dengan GoPro Hero 5. Sangat terlihat perbandingannya, bukan? Harga memang menentukan.

GoPro Hero biasa yang dibanderol lebih murah tentu harus puas dengan fitur yang dibawanya. Jika melihat harga tentunya GoPro Hero biasa memang diperuntukkan untuk pengguna pemula seperti yang sudah kami singgung di atas.

Tidak buruk merasakan pengalaman menggunakan GoPro Hero, namun bagi kamu yang sudah memiliki Kamera GoPro Hero 5 ataupun GoPro Hero 6 dan kemudian ingin menambah koleksi dengan kamera entry level, rasa-rasanya kami tidak menganjurkan untuk membeli kamera ini.

Sebab, fitur dan fungsi Gopro Hero biasa berbeda jauh dengan GoPro Hero 5 dan GoPro Hero 6 secara keseluruhan. Tidak ada pengaturan manual dan beberapa pengurangan lainnya membuat kamu pengguna profesional akan merasa terbatasi oleh kamera aksi GoPro Hero biasa ini.

Meski begitu, bagi kamu yang memang ingin membeli kamera ini untuk pertama kali dan belum memiliki kamera aksi sebelumnya, GoPro Hero biasa sudah cukup. Apalagi bagi kamu yang mengutamakan budget dengan harga Rp 3 jutaan, kamu sudah bisa memiliki kamera aksi yang sudah teruji.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi