alexametrics

Dinilai Minim Inovasi, Apple Babak Belur Dihajar Huawei dan Xiaomi

25 Maret 2019, 14:57:15 WIB

JawaPos.com – Ada banyak laporan selama setahun terakhir tentang ambisi ponsel cerdas Apple di Tiongkok tidak berjalan dengan baik. Laporan terbaru menyoroti seberapa banyak konsumen smartphone di Tiongkok ‘membuang’ Apple dan beralih ke perangkat kompetitor seperti Huawei dan Xiaomi.

Perusahaan yang berbasis di Cupertino, California, Amerika Serikat (AS), itu menghadapi persaingan ketat dari pabrikan Tiongkok. Sebuah laporan baru dari Reuters, sebagaimana JawaPos.com kutip dari AndroidAuthority, Senin (25/3), laporan menyoroti banyaknya konsumen smartphone di Tiongkok yang pindah dari membeli produk iPhone ke produk smartphone Android lain.

Menurut laporan itu, pangsa pasar iPhone dari Apple di Tiongkok turun dari 81,2 persen menjadi 54,6 persen selama setahun terakhir. Ini untuk kategori harga USD 500 – USD 800 atau setara dengan Rp 7 jutaan – Rp 11 jutaan. Jumlah Apple yang ‘nyungsep’ itu rupanya berbanding terbalik dengan pangsa pasar Huawei pada kategori yang sama. Huawei melonjak dari 8,8 persen menjadi 26,6 persen.

Apple Minim Inovasi, Apple vs Huawei, Apple Huawei Xiaomi
Ilustrasi: rumor bahwa perangkat Apple iPhone terbaru bakal datang dengan tiga kamera utama. (IDropNews)

“Sebagian besar pembeli smartphone di Tiongkok tidak siap untuk mengeluarkan anggaran lebih dari USD 1.000 atau sekitar Rp 14 jutaan untuk sebuah ponsel,” kata Neil Shah, direktur riset di Counterpoint merujuk pada line-up iPhone X yang dimulai pada harga segitu dan terus naik di seri terbarunya. “Ini meninggalkan celah pada segmen di bawah USD 800 atau setara dengan Rp 11 jutaan yang diraih oleh vendor Tiongkok dengan kedua tangan,” sambungnya.

Jika ditelisik lebih jauh, penurunan perangkat iPhone itu rupanya bukan hanya soal harga. Menurut anggota industri ritel Tiongkok, iPhone tidak memiliki fitur yang diinginkan konsumen Tiongkok, khususnya ketika bicara aspek kamera. Bahkan iPhone kelas atas hanya memiliki dua lensa di bagian belakang. Hal ini membuat warga Tiongkok berbondong-bondong beralih ke ponsel dengan tiga atau lebih lensa, seperti Huawei P20 Pro dan Huawei Mate 20 Pro.

He Fan, CEO Huishoubao, yang membeli dan menjual kembali smartphone bekas, mengatakan bahwa kamera Huawei menjadi jauh lebih baik daripada kamera Apple. Sebab, lebih sesuai dengan selera konsumen Tiongkok. Fan mengaku telah melihat perubahan di pasar ritel dari Apple ke Huawei selama setahun terakhir.

Turunnya angka penjualan iPhone besutan Apple yang tidak hanya di Tiongkok tetapi juga di seluruh dunia ini rupanya berimbas pemain industri lainnya. Laporan Reuters yang terpisah menyoroti bagaimana Japan Display, salah satu vendor layar LCD top dunia kini hanya memiliki pabrik yang beroperasi setengah dari kapasitasnya karena rendahnya penjualan iPhone bertenaga LCD, seperti iPhone XR.

Untuk membalikkan keadaan, Apple perlu merangkul dua fokus utama di pasar Tiongkok. Perangkat dengan harga agresif yang menawarkan fitur-fitur baru dan inovatif, terutama ketika terkait dengan kamera. Jika tidak, Huawei dan produsen Tiongkok lainnya pada akhirnya akan menghajar habis-habisan Apple dari pasar smartphone terbesar di dunia.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto

Dinilai Minim Inovasi, Apple Babak Belur Dihajar Huawei dan Xiaomi