alexametrics

Huawei Sindir Samsung Galaxy Fold, Katanya Mate X Lebih Andal

24 April 2019, 10:30:11 WIB

JawaPos.com – Huawei tampak menyindir Samsung terkait Galaxy Fold yang dinilai gagal. Samsung memang baru-baru ini mendapat kendala adanya laporan kerusakan Galaxy Fold yang tengah di-review oleh beberapa jurnalis teknologi. Sementara Huawei sendiri juga memiliki perangkat smartphone lipat, Mate X namanya.

Sebagaimana JawaPos.com lansir sdari Gizchina, Rabu (24/4), salah seorang pejabat Huawei menyebut bahwa Mate X lebih andal daripada Samsung Galaxy Fold. Ini terlihat saat Huawei telah memulai uji coba produksi. Pada 20 April lalu, produksi skala kecil dimulai untuk peluncuran lokal di Tiongkok pada Juni mendatang.

Melihat semua berita tentang Galaxy Fold, Huawei tampaknya akan meningkatkan standar pengujian untuk menghindari masalah serupa. Harga Huawei Mate X sendiri dikatakan sempat beredar di situs resmi mereka di Tiongkok. Namun, kini detail harga Mate X hilang dari situs.

Samsung Galaxy Fold, Samsung Galaxy Fold rusak
Smartphone lipat Samsung Galaxy Fold yang rusak. (Twitter/@markgurman)

Huawei sebelumnya mengumumkan bahwa harganya akan mengejutkan. Diketahui berdasarkan bocoran sebelumnya, banderol Huawei Mate X tidak akan melebihi USD 2090 atau setara dengan Rp 29 jutaan. Angka segitu akan menjadi harga untuk varian lokal. Sementara untuk varian internasional kemungkinan akan dibanderol seharga USD 2540 atau setara Rp 35 jutaan.

Batch pertama dari stok yang akan siap di Tiongkok pada Juni kabarnya sekitar 80 ribu unit. Karena terbatasnya pasokan layar lipat dari BOE, Huawei mungkin membatasi seluruh produk hanya 300 ribu unit saja. Sementara Samsung sebelumnya mengklaim akan memiliki 700 ribu unit Galaxy Fold yang siap dipasarkan dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan 300 ribu lainnya setelah itu. Tentu saja semua ini adalah perkiraan dari industri.

Semua stok ini tidak akan berguna bagi Samsung jika perangkat mereka terus gagal. Perangkat Samsung saat ini mengalami kegagalan mendadak, masalah film pelindung, dan banyak lagi. Lagi-lagi Huawei melihat ini sebagai celah dan mengatakan telah mengambil langkah tambahan untuk membuat perangkatnya lebih dapat diandalkan.

Samsung menggunakan desain lipat bagian dalam. Ini jelas memiliki keuntungan layar terlindungi dengan baik ketika tidak digunakan. Tetapi hal itu tampaknya menyebabkan lebih banyak masalah. Desain lipatan dalam dikatakan menyebabkan tekanan peregangan dan lipat yang lebih keras.

Lain lagi, Huawei menggunakan metode pelipatan luar dan ini tampaknya mengurangi stres yang mungkin dirasakan layar secara luas. Satu-satunya masalah yang dihadapi Huawei sekarang adalah bagaimana melindungi layar yang tidak memiliki kaca yang keras. Huawei mengaku sedang mengerjakan metode untuk mengeraskan layar tersebut.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto