alexametrics

5 Fakta Samsung Galaxy A80 yang Harus Kamu Tahu Sebelum Membeli

14 April 2019, 06:13:55 WIB

JawaPos.com – Pada 10 April lalu bertempat di Bangkok, Thailand, Samsung menggelar acara meriah dengan menghadirkan girlband Korea kenamaan, Blackpink. Tidak lain dan tidak bukan, acara tersebut dibuat khusus untuk mengenalkan produk teranyarnya dari lini tab hingga smartphone.

Untuk smartphone ada yang menarik. Dia adalah Galaxy A80 yang boleh dibilang merupakan salah satu gebrakan ‘paling kencang’ Samsung beberapa tahun ini. Betapa tidak, Samsung yang kerap dicibir vendor-vendor Tiongkok lantaran dianggap tak membawa cukup inovasi di perangkat smartphone-nya, akhirnya unjuk gigi.

Samsung Galaxy A80 membawa konsep yang boleh dibilang ‘radikal’. Bukan gagasan baru sebenarnya, namun karena yang melakukan adalah Samsung yang bertahun-tahun belakang lini smartphone-nya terasa ‘hambar’ inovasi. Hal ini tentu menjadi menarik.

Samsung seakan menunjukan bahwa mereka sebagai vendor besar tak hanya berlindung di balik kebesaran namanya saja. Lebih jauh, pabrikan Korea Selatan itu tampak ingin menunjukan kembali inovasi teknologi yang mampu membuat masyarakat berdecak kagum. Untuk lebih jelasnya, berikut fakta-fakta menarik soal kehadiran Galaxy A80 dari Samsung.

1. Kamera Pop-up Berputar

Fakta pertama dari Samsung Galaxy A80 adalah hadir dengan konsep kamera pop-up. Ini jelas menjadi yang pertama bagi Samsung. Seperti sudah disinggung di atas, inovasi ini bukan gagasan baru. Pop-up camera sudah setahun ke belakang hadir pada perangkat smartphone Tiongkok. Namun, pop-up camera yang dihadirkan Samsung dibuat dengan konsep berputar melalui mekanisme teknologi motorized pop-up rotating main camera module.

Konsep demikian membuat Samsung Galaxy A80 tidak memiliki kamera selfie sesungguhnya yang tertanam paten di bagian depan. Artinya, kamera utama juga bertugas sebagai kamera selfie karena bisa berputar menghadap ke belakang atau ke depan. Seperti konsepnya, kamera akan seketika menyembul dan berputar beralih dari kamera utama menjadi kamera selfie dalam sekejap.

Lagi-lagi ini juga bukan gagasan baru. Konsep menggabungkan kamera utama dan kamera selfie di smartphone dengan mekanisme berputar sebelumnya sudah ada di perangkat Oppo N1 pada 2013 lalu. Namun begitu, seiring waktu berjalan, Samsung berhasil membuat gagasan yang lama itu tampak seolah baru lantaran menggabungkannya dengan mekanisme pop-up. Tujuannya di sini jelas, yakni mengejar bentangan layar smartphone seluas-luasnya tanpa pusing memikirkan penempatan kamera selfie yang biasanya diletakkan pada takik atau notch. Dengan tampilan layar smartphone yang luas, pengalaman dan interaksi pengguna tidak akan terganggu.

2. Resolusi Kamera Mumpuni, Selfie Apa Lagi!

Fakta menarik kedua masih berkutat di sektor kamera. Terlepas dari konsep pop-up berputar yang menarik dan baru bagi Samsung, Galaxy A80 juga memiliki nilai jual lebih pada kemampuan kameranya. Terlebih lagi untuk selfie.

Samsung Galaxy A80 seperti sudah kami beritakan sebelumnya, mengusung tiga kamera. Masing-masing 48 MP (f/2.0) Phase Detection Autofocus (PDAF), kamera kedua 8 MP (f/2.2) 12 mm ultrawide, dan kamera Time of Flight (ToF) 3D camera. Modul kamera ketiga adalah sensor 3D ToF untuk live focus serta penginderaan kedalaman yang baik untuk pengambilan gambar atau video.

Menariknya lagi, Galaxy A80 juga memiliki mode super steady, seperti halnya ada pada Galaxy S10. Beberapa fitur penting di kamera Samsung Galaxy A80, antara lain, LED flash, panorama, HDR, kemampuan video 2.160 piksel di 30 fps, dan 1.080 piksel pada 30 fps.

Soal kamera selfie yang mumpuni, hal itu memang didukung perangkat yang menggunakan mekanisme kamera berputar tersebut. Dengan begitu, kualitas jepretan kamera utama sebanding dengan kamera selfie karena memang menggunakan lensa yang sama.

Keandalan kamera utama dengan tiga lensa sekaligus beresolusi 48 MP, 8 MP, dan sensor ToF 3D dibuat menghadap ke depan dan menjepret wajah pengguna kala melakukan potret diri. Tiga kamera sekaligus dipercaya mengambil gambar selfie, tentu hasilnya akan apik.

Samsung Galaxy A80 detail kamera. (TechAdvisor)

3. Desain ala Seri Flagship Galaxy S10

Fakta ketiga yang saat ini banyak menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli smartphone juga adalah faktor desain. Samsung Galaxy A80 melihat spesifikasi dan penempatan kelasnya memang berada langsung di bawah seri flgaship mereka, S Series. Tak heran bahwa urusan desain Galaxy A80 yang anggun akan mewarisi kecantikan Galaxy S10 Series terbaru.

Di sektor desain dan layar, Samsung Galaxy A80 hadir dengan material Super AMOLED capacitive touchscreen 16M colors berbentang 6,7 inci tanpa lubang dan tanpa takik. Benar-benar full screen. Samsung Galaxy A80 membawa ukuran screen to body ratio sebesar 85,8 persen dengan kemampuan resolusi Full HD Plus 1.080 x 2.400 piksel dengan kerapatan 393 ppi.

Bagian belakang perangkat juga sudah dibekali dengan material kaca dengan bingkai alumunium. Urusan warna, Samsung Galaxy A80 dikabarkan bakal membawa serangkaian warna awalan dengan nama angel gold, ghost white, dan phantom black.

4. Performa Andal dengan Chipset Snapdragon Terbaru

Fakta selanjutnya adalah soal performa. Samsung Galaxy A80 menjadi yang pertama hadir dengan jeroan prosesor atau chipset terbaru dari Qualcomm. Dia adalah Snapdragon 730G yang belum lama ini diumumkan Qualcomm secara resmi. Chipset tersebut diklaim andal untuk sektor gaming, fotografi, dan pengembangan artificial intelligence (AI) lebih lanjut.

Bicara sedikit soal performa chipset, sebagaimana JawaPos.com dari Gizmochina, Snapdragon 730G (Gaming) hadir bersama versi standar dengan nama Snapdragon 730 alias SM7150-AA. Keduanya adalah dua prosesor baru yang dirancang untuk mobile gaming. Keduanya merupakan chipset octa-core 8nm (pengaturan 2 + 6 core) dengan CPU Kryo 470 yang memiliki clock 2,2 GHz dengan GPU Adreno 618. Qualcomm menyebut kedua prosesor memberikan peningkatan kinerja 35 persen dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Duo Snapdragon 730 merupakan prosesor seri 7 pertama yang menonjolkan hexagon tensor accelerator. Kedua prosesor juga memiliki Hexagon 688 DSP yang bekerja dengan GPU dan CPU untuk menyelesaikan tugas AI lebih cepat dan dengan cara yang lebih hemat daya.

Kedua prosesor menempatkan fotografi di garis depan. Ada Computer Vision ISP (CV-ISP) yang menyediakan kemampuan pengindraan kedalaman pada 60 fps dan menggunakan daya empat kali lebih sedikit dibandingkan Snapdragon 710. CV-ISP juga memungkinkan user nantinya untuk merekam video 4R HDR dengan mode potret dan segmentasi objek. Ini juga mendukung pengambilan gambar pada 48 MP dengan dukungan untuk pengurangan noise multi-frame.

Snapdragon 730 dan Snapdragon 730G juga dilengkapi modem Snapdragon X15 LTE yang diklaim mampu menghadirkan kecepatan pengunduhan hingga 800 Mbps. Kedua SoC juga siap Wi-Fi 6 dan mendukung Qualcomm Quick Charge 4+.

Pada sektor performa, handset datang dengan Android 9.0 (Pie) dan user interface (UI), One UI. Performanya seperti sudah disinggung di atas tadi, perangkat disokong dengan chipset Qualcomm Snapdragon 730G (8nm) octa-core (2×2.2 GHz Kryo 470 Gold & 6×1.7 GHz Kryo 470 Silver) dan pengolah grafis atau GPU Adreno 618.

Perangkat datang dengan RAM 8 GB dan ROM 128 GB tanpa slot MicroSD. Samsung Galaxy A80 di sektor daya mengemas baterai berukuran 3.700 mAh dengan kemampuan pengecasan cepat atau fast battery charging 25 W dengan koneksi USB Type-C.

Faktor pendukung lainnya yang membuat perfora Galaxy A80 menjadi pantas ditunggu kehadirannya, antara lain, fitur keamanan layarnya. Handset tersebut sudah dibekali dengan fitur in screen fingerprint yang terletak di bawah panel layarnya. Selain itu, beberapa aspek lain seperti active noise cancellation with dedicated mic dan dolby atmos sound semakin membuat perangkat ini gahar di sektor performa.

Samsung Galaxy A80 all body. (Istimewa)

5. Segera Masuk Indonesia

Fakta terakhir yang membuat kamu penyuka brand Samsung adalah Galaxy A80 kemungkinan besar bakal turut masuk ke pasar Indonesia. JawaPos.com berkesempatan menghadiri perhelatan Samsung di Bangkok, Thailand, saat peluncuran perdananya baru-baru ini.

Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia Irfan Renaldi mengatakan, Galaxy A80 akan tersedia di pasar global pada 29 Mei mendatang. Termasuk di Indonesia sekitar Akhir Mei hingga awal Juni. “Antara Mei akhir atau Juni awal, karena di kita kena Lebaran,” katanya.

Berapa harganya? Sayangnya dia belum mau membisikan berapa harga perangkat tersebut kala melenggang di tanah air. “Kita masih menimbang-nimbang, harganya belum, tapi kisarannya di atas A9. Nanti ada preorder di online atau offline,” ungkap Irfan.

Sebagai gambaran, saat rilis akhir 2018, Galaxy A9 dijual dengan harga Rp 7,999 juta. Jadi besar kemungkinan harga Galaxy A80 bakal dipatok di atas Rp 8 juta.

Demikianlah fakta menarik ihwal Samsung Galaxy A80. Yang terakhir memang masih menunggu keputusan. Ada baiknya kita nantikan dalam beberapa waktu ke depan. Yang jelas, Samsung perlahan mulai menunjukan bahwa mereka kini memang berusaha melihat pasar dengan jeli. Menangkap keinginan dengan sajian inovasi yang patut diacungi jempol. Tidak seperti beberapa waktu kemarin yang terkesan ‘cuek’.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto