alexametrics

Sindir Balik Huawei, Samsung: Galaxy Fold Smartphone-nya Orang Tajir

5 Maret 2019, 11:52:34 WIB

JawaPos.com – Huawei dan Samsung kembali terlibat perang dingin. Kedua vendor smartphone beda negara itu memang diketahui kerap saling ‘adu gontok’ argumen soal siapa paling hebat di antara produk keduanya. Terbaru, argumen panas terlontar dari mulut Bos Huawei yang menyebut bahwa smartphone lipat Galaxy Fold dari Samsung membawa desain yang jelek.

Tak ingin kalah, Samsung melalui Direktur Produk, Layanan, dan Strategi Komersial Samsung Inggris Kate Beaumont kepada TheVerge mengatakan, Galaxy Fold adalah ‘sebenar-benarnya’ smartphone premium. Dia sesumbar bahwa Galaxy Fold merupakan smartphone superpremium. Konsumen pun akan merasakan pengalaman personal yang memuaskan.

Kepuasan personal konsumen Samsung Galaxy Fold juga dikatakan tak hanya dari penggunaan perangkat saja. Namun sampai kepada layanan yang akan diterima konsumen Galaxy Fold.

Samsung Galaxy Fold, samsung smartphone lipat, smartphone lipat samsung
Smartphone lipat Samsung Galaxy Fold dalam berbagai mode. (AndroidCentral)

“Ini adalah perangkat superpremium, dan kami ingin memastikan ia memiliki layanan dan pengalaman seperti ‘concierge’. Smartphone ini tidak akan dipajang di semua toko. Anda tidak akan melihatnya di pajang (di sembarang etalase). Kami ingin memastikan itu adalah pengalaman yang sangat pribadi. Akan ada aftercare yang cukup intensif yang menyertainya juga,” tegasnya sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman AndroidAuthority, Selasa (5/3).

Selain menegaskan bahwa Samsung Galaxy Fold adalah smartphone superpremium dengan banderol harga fantastis yang notabene hanya bisa dibeli segelintir orang, dalam hal ini orang berkantong tebal alias tajir, dirinya juga menjelaskan alasan dibalik desain Galaxy Fold yang dinilai jelek oleh Huawei.

Menurutnya, lipatan ke dalam yang saat ini dikemas di handset Samsung Galaxy Fold memiliki alasan kuat. Katanya, keputusan ini diambil untuk melindungi layarnya. Posisi layar berada di dalam akan melindungi layar itu sendiri. Ini lebih baik dibandingkan jika dilipat ke luar.

“Kami memikirkan banyak hal seperti bagaimana jika ingin memasangkan casing, kegunaan, daya tahan, dan kami merasa layar di dalam adalah cara terbaik untuk melindungi perangkat. Samsung tentu saja memiliki teknologi yang memungkinkan ponsel dilipat menjadi sangat kecil dan dengan posisi layar di luar,” tukasnya.

Sebagai informasi, Samsung Galaxy Fold dilepas ke pasaran memang dengan harga yang tidak murah. Handset tersebut kabarnya akan dilempar ke pasaran April 2019 mendatang dengan harga USD 1.980 atau setara Rp 28,1 jutaan (berdasarkan kurs USD 1 di Rp 14.220.00).

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto

Copy Editor :

Sindir Balik Huawei, Samsung: Galaxy Fold Smartphone-nya Orang Tajir