alexametrics

5 Prediksi Tren Smartphone 2019, Perangkat Ekonomis Bakal Makin Keren

1 Januari 2019, 08:15:54 WIB

JawaPos.com – Bicara soal perangkat smartphone, sepanjang 2018 boleh dibilang ramai inovasi. Beberapa di antaranya ada yang sudah diimplimentasikan dalam produk di pasaran. Selain itu, ada juga yang masih dalam pengembangan dan ‘cek ombak’ untuk kemudian dilemparkan ke pasaran.

Pada awal tahun ini, JawaPos.com bakal memberikan prediksi inovasi dan terobosan perangkat smartphone yang bakal melenggang sepanjang 2019. Prediksi tren smartphone ini diberikan oleh pengamat gadget Lucky Sebastian.

Kala dihubungi JawaPos.com, Lucky menyebut bahwa selama 2019 akan banyak tren baru bermunculan. Menariknya, teknologi dan terobosan akan banyak hadir di perangkat menengah. Ada pula beberapa teknologi terdahulu mulai ditinggal. Berikut ulasan prediksinya.

1. Teknologi AI akan Ramai dan Terus Meningkat

Pertama, menyoal prediksi inovasi smartphone, Lucky menyebut bahwa 2019 ini akan semakin ramai perangkat mengenakan teknologi Artificial Intelligence (AI). “Teknologi AI akan semakin ramai dan meningkat jauh,” katanya demikian.

Mengapa AI? Lucky menjelaskan bahwa teknologi chipset saat ini dan ke depan bakalan semakin pintar. Terlebih lagi beberapa vendor chipset memang memberikan keleluasaan bagi pabrikan smartphone untuk mengeksplorasi AI lebih jauh. Termasuk untuk smartphone menengah ke bawah.

“Devices di segmen middle-end dan low-end akan semakin hebat. Kemampuan kecerdasan buatan akan membuat kamera smartphone makin bagus. Taraf fotografi di smartphone akan meningkat. Itu berlaku di semua perangkat dari papan atas hingga kelas paling bawah,” ujarnya.

”AI ini juga tidak hanya digunakan di kamera. Beberapa kebutuhan lain seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan machine learning akan semakin banyak hadir tahun 2019,” sambungnya.

2. Semakin Banyak Smartphone Berkilauan

Selain dari aspek kecerdasan, Lucky juga membeberkan bahwa sepanjang 2019, tren bodi smartphone dengan desain berkilau akan semakin banyak diadopsi. Smartphone murah nantinya tidak akan terlihat murahan lagi. “Trennya memang ke sana. Ke arah bodi yang dikemas lebih berwarna. Warna gradient akan jadi tren baru. Semua akan mengikuti. Warna-warna baru akan semakin banyak dieksplorasi,” jelas Lucky.

Alasan semakin banyaknya smartphone dengan desain berkilauan bak menggunakan material kaca ini lantaran penggunaan teknologi itu tidaklah mahal. Menurut Lucky, dengan teknologi pengecatan yang disesuaikan, material plastik bisa dipoles tak ubahnya menggunakan material kaca. Tren seperti ini ke depan akan ramai diadopsi vendor smartphone.

Selain itu, pembaruan bentuk fisik nyatanya memang disukai konsumen. Hal tersebut telah dibuktikan Huawei, Honor yang kemudian diikuti oleh Oppo, Vivo, Realme, Xiaomi bahkan vendor smartphone lokal Advan kini telah mengusung desain demikian. “Ini akan diadopsi hingga ke perangkat smartphone murah sekalipun. Pembuatan ini tidak mahal jadi bisa diterapkan banyak vendor,” ungkap Lucky.

3. Layar Infinity-O Banyak Digunakan, Notch dan Kamera Pop-up Mulai Ditinggalkan

Masih dari segi desain. Pemerhati gawai yang juga founder komunitas gadget Gadtorade itu memprediksi bahwa layar dengan notch akan mulai ditinggalkan pada 2019. “Notch itu suka-sukaan, ada yang suka ada yang tidak. Notch ini masih akan tetap ada, tapi memang penetrasinya tidak akan sebanyak yang hadir tahun 2018. Ke depan sebagian vendor akan semakin meninggalkan notch,” ungkapnya.

Lucky beralasan, layar dengan desain notch atau poni yang populer digunakan oleh iPhone X kemudian ditiru banyak vendor nantinya akan tergantikan dengan teknologi layar baru, yakni Infinity-O. Infinity-O sendiri seperti pernah JawaPos.com beritakan sebelumnya adalah istilah teknologi milik Samsung. Teknologi tersebut memungkinkan pembuat smartphone mengusung layar semakin penuh tanpa perlu memikirkan di mana penempatan kamera selfie. Sebab kameranya berada di balik panel layar dengan sedikit sisa lubang untuk kamera selfie.

Dengan hadirnya perangkat menggunakan layar Infinity-O, konsumen akan cenderung melihat teknologi baru. “Ke depan layar Infinity-O akan ramai digunakan di segmen menengah ke bawah. Saat ini (2018) saja Infinity-O sudah diusung lewat perangkat menengah ke bawah seperti Samsung Galaxy A8S dan Huawei Nova 4. Teknologi layar Infinity-O akan mulai ramai di kuartal satu 2019,” jelasnya.

Selanjutnya, masih dari aspek desain dan layar, Lucky menyebut bahwa layar penuh dengan kamera pop-up. Teknologi tersebut diprediksi akan pendek umurnya. Sebab, layar Infinity-O sudah bisa menggantikan teknologi ini. Alasan lain soal prediksi kamera pop-up tak akan lama adalah karena ketahanan.

Pasalnya, sampai saat ini pun orang masih meragukan teknologi tersebut. “Unsur mekanikal seperti itu apakah akan tahan lama atau tidak. Dengan layar Infinity-O kan bisa lebih tipis. Kemudian untuk fungsi ketahanan seperti IP Rating tahan air dan debu bisa lebih jelas kualitasnya. Kalau yang nggak bergerak itu kan lebih bisa tahan lama,” sambungnya.

Selain tekonologi layar Infinity-O yang akan ramai hadir di segmen menengah ke bawah, untuk segmen high-end Lucky memprediksi akan banyak perangkat di kelas tersebut hadir dengan dua layar seperti Vivo NEX Dual Display Edition dan Nubia. Layar kedua di bagian belakang akan mulai tumbuh 2019 ini.

4. Multikamera Semakin Masif

Selain dari aspek layar, prediksi smartphone yang bakal ngetren 2019 juga akan ramai dengan multikamera. Bisa lebih dari dua, bisa juga lebih dari tiga. Mengingat teknologi tersebut kini memang sudah hadir di pasaran. Sebut saja Samsung dan Huawei dengan perangkat P20 Pro, Mate 20 Pro, Galaxy A7, dan Galaxy A9.

“Multikamera akan makin ramai dibandingkan tahun ini (2018), tahun 2019 akan makin ramai. Chipset yang mendukung kemampuan multikamera bukan teknologi coba-coba, tapi memang benar berguna,” tuturnya.

“Dengan banyak kamera, konsumen diberikan pilihan. Mereka mau pakai lensa apa? Wide? Tinggal pencet wide. Mau foto jarak jauh? Tinggal pencet lensa tele? Mau bokeh? Tinggal pencet lensa depth fokus. Jadi ini memang benwr berguna ketimbang hanya satu kamera,” imbuh Lucky membeberkan.

Selain aspek fungsionalitas dari multikamera yang memang terasa, ramainya teknologi tersebut pada 2019 juga mengacu pada keinginan pasar kelas menengah yang kebanyakan orang awam. Menurut Lucky, orang awam ingin teknologi yang praktis. Pengguna kasual yang mencari kemudahan kamera smartphone bisa dimanjakan lewat teknologi tersebut selain memang desainnya yang menarik. Nggak perlu mikir, pasar suka dengan hal itu.

Kamera makin lama akan semakin murah. Smartphone tiga kamera bahkan akan sampai ke seri middle to low. Sekarang saja untuk produk smartphone murah minimal sudah dua kamera. Bukan tidak mungkin ke depan smartphone murah akan punya tiga kamera.

“Nyatanya kamera lebih banyak kan memang lebih disukai. Jadi tiga kamera saya prediksi akan ramai. Empat kamera mungkin masih belum banyak adopsinya. Masih lihat-lihat lah. Tapi trennya memang akan ke arah sana,” jelasnya.

5. Fitur dan Teknologi Baru Lahir di Segmen Menengah

Terakhir, menyoal prediksi perangkat smartphone, Lucky mengatakan bahwa 2019 ini akan penuh inovasi-inovasi, fitur, serta terobosan baru yang lahir justru bukan dari perangkat flagship. Hal ini tentu merupakan langkah baru. Samsung misalnya.

Dulu Samsung menciptakan teknologi baru dari perangkat high-end, tapi sekarang mulai dari perangkat menengah. “Ini adalah gejala bahwa Samsung melihat perkembangan pasar di seri middle-end. Banyak sekali yang bermain di pasar ini. Saking bersaingnya di pasar ini, mereka berlomba untuk menciptakan kebaruan,” kata Lucky.

Menurut dia, pasar smartphone tidak bisa dikasih sesuatu yang monoton alias begitu-begitu saja. Sebab, pasar pasar middle-end terbilang paling ramai, dengan begitu vendor otomatis akan berlomba menyajikan yang terbaru di segmen ini. Hal ini tidak seperti orang di segmen high-end yang justru lebih sabar. “Kita lihat Samsung lagi. Perangkat dengan tiga kamera dan empat kamera justru lahir di seri A yang notabene bukan seri flagship. Tren-tren yang diciptakan Samsung ini nantinya akan diikuti vendor lain,” ujarnya.

Menciptakan tren teknologi baru di segmen yang tidak terlalu mahal akan membuka kesempatan dan persaingan baru. Vendor lain otomatis akan mengikuti juga. Karena ramai, pasar yang tumbuh justru di segmen middle-end to low. “Teknologi baru harus di-push di pasar ini. Mid range akan mendapat teknologi yang unik-unik nantinya,” pungkas Lucky.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : (ryn/JPC)

5 Prediksi Tren Smartphone 2019, Perangkat Ekonomis Bakal Makin Keren