alexametrics

XL Axiata Kenalkan Aplikasi Laut Nusantara, Nelayan Banyuwangi Semringah

7 April 2019, 18:31:21 WIB

JawaPos.com – PT XL Axiata Tbk terus menggalakkan aplikasi Laut Nusantara kepada nelayan Indonesia. Kali ini yang menjadi sasaran XL yakni Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D Yosetya mengatakan, Banyuwangi merupakan salah satu sentra penghasil ikan laut terbesar di Jawa Timur. Banyak nelayan memiliki perahu-perahu bermesin kecil di bawah 5 gross ton. “Inilah salah satu alasan XL memperkenalkan aplikasi Laut Nusantara ke nelayan Kampung Mandar, Banyuwangi. Laut Nuantara diharapkan bisa mendorong produktivitas hasil tangkap mereka,” kata Yessie di Kampung Mandar, Banyuwangi, baru-baru ini.

Dia menerangkan, program sosialisasi Laut Nusantara telah dilakukan terhadap lebih dari 100 nelayan beberapa hari lalu. Selama sosialisasi, nelayan di Kampung Mandar mendapatkan pelatihan mengenai pemanfaatan Laut Nusantara untuk meningkatkan produktivitas sekaligus keamanan mereka dalam bekerja.

“Sosialisasi ini juga memberikan pemahaman kepada masyarakat nelayan agar bisa maksimal memanfaatkan smartphone dan layanan data yang diaksesnya guna meningkatkan produktivitas kerja,” terangnya.

Bersamaan dengan sosialisasi, XL Axiata juga membekali para peserta dengan smartphone yang di dalamnya sudah terpasang aplikasi Laut Nusantara. Selain itu, pada perangkat tersebut sudah terpasang kartu SIM XL Axiata berikut paket data internet cepat.

“Melalui sarana digital, nelayan bisa mendapatkan sumber informasi bermanfaat. Aplikasi Laut Nusantara bisa membantunya menemukan lokasi tempat ikan berada, sekaligus memberikan panduan keselamatan kerja,” paparnya.

Aplikasi Laut Nusantara (Istimewa/XL Axiata)

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) I Nyoman Radiarta menuturkan, aplikasi Laut Nusantara akan sangat membantu kinerja nelayan. Perangkat lunak tersebut akan menunjukkan lokasi yang terdapat banyak ikan di laut. Sehingga para nelayan tidak kesulitan mencari posisi ikan di lautan luas.

“Laut Nusantara ini akan memberi data tentang titik-titik lokasi ikan berkumpul. Jadi nelayan tidak susah mencari ikan lagi, namun tinggal menangkap. Karena posisi ikan sudah diketahui lewat aplikasi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, aplikasi yang dirancang selama kurang lebih 5 bulan ini didukung basis informasi yang lengkap dan real-time. Sumber data tentang keberadaan ikan di perairan tersebut didapatkan dari satelit pengindraan laut Moderate-resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) milik Amerika Serikat.

Dari situlah, BROL memiliki data kelautan yang sangat lengkap dan berguna untuk pengembangan di bidang kelautan, termasuk manfaat bagi nelayan kecil. “Data-data dari BROL up-to-date dan berdasarkan riset dan observasi laut di seluruh wilayah nusantara. Informasi posisi ikan juga update setiap hari sekitar jam 10 pagi, sebelum nelayan melaut. Semua datanya gratis,” ungkapnya.

Salah seorang nelayan Kampung Mandar mengaku senang mendapat sosialisasi tentang penggunaan aplikasi Laut Nusantara tersebut. “Aplikasi ini bikin tambah mudah. Sebelumnya kita mencari ikan hanya pakai prediksi saja untuk menentukan posisi. Tapi dengan aplikasi ini sangat membantu kami,” tuturnya.

Sekadar informasi, tim XL Axiata dan BROL sebelumnya sudah melakukan penelitian dan survei terhadap sejumlah komunitas nelayan di berbagai daerah . Hal ini guna mengetahui kebutuhan nelayan terkait informasi seputar aktivitas penangkapan ikan. XL Axiata dan BROL terus mengembangkan fitur-fitur aplikasi ini dan yang paling baru adalah fitur navigasi.

Fitur navigasi ini berisi informasi mengenai jarak, kalkulasi bahan bakar (BBM) otomatis dari jarak yang titik-titik tujuannya sudah ditentukan nelayan dan arah yang akan dituju, hingga titik kembali.

Sementara hingga saat ini XL Axiata menyebut sudah ada 11 daerah dan 1.300 nelayan yang sudah menerima sosialisasi program Laut Nusantara. Ke-11 daerah tersebut adalah Perancak, Pandeglang, Lombok Tengah, Kenjeran, Situbondo, Indramayu, Greges, Pakutatan, Serang, Sendang Biru, dan Prigi.

Hingga Februari 2019, tidak kurang dari 10 ribu nelayan telah memanfaatkan aplikasi Laut Nusantara. XL Axiata menargetkan, akhir tahun nanti akan ada sekira 15 ribu nelayan memanfaatkannya.

Editor : Fadhil Al Birra