← Beranda

Dukungan Windows 10 Resmi Berakhir, Ini Bahaya dan Risikonya buat Pengguna yang Belum Update

Rian AlfiantoSelasa, 25 November 2025 | 00.13 WIB
Ilustrasi: Update Windows 11. (Istimewa)

JawaPos.com - Masa dukungan Windows 10 resmi berakhir pada 14 Oktober lalu, menandai berakhirnya lebih dari satu dekade keberadaan sistem operasi yang digunakan luas oleh sektor bisnis.

Penghentian dukungan ini diperkirakan berdampak signifikan, terutama bagi perusahaan yang belum melakukan migrasi ke sistem operasi yang lebih baru.

Meski bagi sebagian pelaku usaha sistem operasi dianggap sebagai urusan teknis, keputusan ini membawa konsekuensi nyata.

Tanpa pembaruan keamanan, perangkat yang masih menjalankan Windows 10 berpotensi menjadi titik rawan serangan siber.

Ancaman yang Mengintai Jika Tetap Bertahan di Windows 10

Keamanan menjadi aspek paling krusial. Tanpa patch terbaru, celah keamanan yang sudah ada tidak akan ditambal lagi.

Kondisi ini membuka peluang serangan seperti malware dan ransomware yang memanfaatkan kerentanan lama dan potensi kebocoran data sensitif akibat sistem tidak terlindungi.

Selain itu, bahaya dan risiko jika tidak segera melakukan update Windows ke versi terbaru adalah gangguan sistem yang menyebabkan downtime operasional yang menyebabkan biaya perbaikan dan pemulihan data yang dapat membengkak.

Dalam ekosistem bisnis yang serba digital, gangguan operasional beberapa jam saja dapat berdampak langsung pada reputasi hingga stabilitas keuangan perusahaan.

Melansir laman resmi Microsoft, setelah tanggal 14 Oktober 2025, Microsoft menghentikan tiga dukungan penting bagi perangkat Windows 10:

1. Pembaruan Keamanan

Tanpa update keamanan, Windows 10 menjadi lebih rentan terhadap virus, malware, dan ransomware yang terus berevolusi.

2. Pembaruan Fitur

Pengguna Windows 10 tidak lagi menerima fitur-fitur baru yang kini banyak terintegrasi dengan teknologi AI pada sistem operasi modern.

3. Dukungan Teknis

Pengguna yang mengalami masalah dengan perangkat berbasis Windows 10 tidak lagi mendapat bantuan resmi dari Microsoft.

Penghentian dukungan ini beriringan dengan meningkatnya kebutuhan teknologi bisnis yang stabil, aman, dan kompatibel dengan aplikasi modern.

Selain aspek perangkat lunak, banyak perangkat yang masih menjalankan Windows 10 juga tergolong unit lama.

Biaya Perawatan Bertambah

Semakin bertambah usia, semakin besar pula biaya perawatan dan ketidakpastian ketersediaan suku cadang dari pusat layanan. 

Kondisi ini berpotensi memperpanjang waktu perbaikan atau bahkan membuat perangkat tidak dapat diperbaiki lagi.

Namun demikian, sebelum melakukan migrasi, perusahaan juga disarankan memeriksa kompatibilitas perangkat melalui aplikasi PC Health Check agar proses transisi lebih efisien.

Sebuah studi Microsoft menunjukkan bahwa bisnis yang beralih ke sistem yang lebih modern mengalami penurunan biaya pemeliharaan IT hingga 64 persen, sekaligus meningkatkan efisiensi investasi jangka panjang.

Lie Heng, Direktur PT Synnex Metrodata Indonesia, menilai bahwa momentum berakhirnya dukungan Windows 10 harus menjadi alarm bagi sektor usaha. 

“Upgrade bukan hanya soal keamanan, tapi juga efisiensi dan penghematan biaya jangka panjang,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Berakhirnya masa dukungan Windows 10 menjadi titik penting bagi perusahaan untuk mengevaluasi ulang infrastruktur teknologi mereka.

Penggunaan perangkat dan sistem operasi yang tidak lagi didukung bukan hanya melemahkan keamanan, tetapi juga membebani operasional.

EDITOR: Bayu Putra