← Beranda

Efek Ghozali Everyday, Platform NFT Lokal Mulai Bermunculan

Edy PramanaMinggu, 27 Maret 2022 | 12.36 WIB
Ilustrasi: NFT sedang jadi pembicaraan di Tanah Air. (Trendland)
JawaPos.com - Popularitas Non-fungible Token atau NFT melambung tinggi di Indonesia. Hal ini bermula ketika mahasiswa bernama Sultan Gustaf Al Ghozali viral di media sosial. Ghozali atau yang lebih dikenal Ghozali Everyday diketahui menjual foto-foto selfie yang dia potret selama beberapa tahun setiap hari di marketplace jual-beli NFT OpenSea. Ia menjadi viral karena harga NFT yang ia jual melambung tinggi yang membuatnya jadi kaya mendadak.

Setelah Ghozali, nama NFT mulai makin dikenal dan menimbulkan efek turunan lainnya. Salah satunya adalah bermunculannya platform dan kreator NFT dalam negeri dengan hasil karya yang tidak bisa dianggap remeh.

Satu di antara NFT karya anak bangsa makin berkembang dan mendapat atensi adalah AnimaVerseNFT. Bagi yang masih awam, minted atau minting NFT adalah istilah dalam dunia kripto yang digunakan untuk menyebut proses pembuatan atau pencetakan NFT. Sama seperti proses pembuatan kripto yang dilakukan dengan proses pencetakan, minting crypto artinya proses mengubah seni digital dan menambahkan NFT ke blockchain.

Kehadiran AnimaVerseNFT, sebagai bagian dari Polygon (Matic) network diklaim mendapatkan respons positif dari kalangan pengusaha. Satu di antaranya adalah President Director ManoMarion Transport Manola Hutagalung.

Manola melihat AnimaVerseNFT sebagai sebuah art karya seni yang bisa menjadi investasi. Hal tersebut yang memicu Manola untuk terus meningkatkan ethereum-nya. Manola menyebut AnimaverseNFT ke depan tidak sekadar sebuah art.

“AnimaverseNFT memiliki timeline yang bagus, game avatar dan coin. Kalau NFT biasa hanya art yang tidak bisa diapa-apakan, saya melihat AnimaVerseNFT ada gunanya. Sekarang itu yang penting,” ujar Manola dalam keterangan resmi AnimaverseNFT.

Dia melanjutkan, selain karya, NFT harusnya punya utility atau nilai guna. Sebagai tahap awal AnimaVerseNFT akan mengeluarkan varian GorillaGang dengan 10.000 NFT yang layak dikoleksi. Setiap NFT yang mereka hasilkan unik dan memiliki lebih dari 600 ciri, termasuk sembilan kategori seperti latar belakang, badan, mata, bibir, pakaian, aksesoris kepala, aksesoris mata, kalung, dan anting.

Co-Founder AnimaverseNFT Sammuel Franz mengungkapkan whitelist (data alamat dompet kriptografi yang telah diizinkan mendapatkan akses awal ke token mint) akan dibuka 26 Maret dan minting publik perdana pada 27 Maret 2022.

"Minting akan bisa segera dilakukan di website resmi AnimaverseNFT. Jadi ini baru tahap pertama saja untuk minting," jelas Sammuel.

Bahkan AnimaVerseNFT dalam roadmapnya akan memiliki Metaverse-nya sendiri, yaitu The NewEarth. Di AnimaVerseNFT, Sammuel menyebut bahwa mereka memberikan full commercial rights atau hak penuh kepada para holder untuk setiap karakter NFT yang mereka miliki.

"Dan boleh dipergunakan sebagai maskot usaha, karakter dalam podcast, YouTube, baju, merchandise atau apapun kebutuhan branding mereka," lanjut Sammuel.

Nama Lain

Selain AnimaVerseNFT, nama lokal lainnya yang turut menambah semarak tren NFT di dalam negeri berdasarkan catatan kami ada juga platform bernama Paras (dot) id. Paras adalah marketplace yang menjual digital arts card atau karya seni digital yang dituangkan dalam bentuk kartu bergambar.

Marketplace NFT lokal ini menawarkan kepemilikan dan kelangkaan digital dan juga menggunakan uang kripto NEAR sebagai alat tukar antara pencipta NFT dengan kolektor.

Kemudian ada juga nama Kolektibel. Nama tersebut adalah marketplace NFT yang mengkurasi momen-momen unik dan langka mulai dari kategori olahraga, seni, budaya hingga lifestyle. Di marketplace NFT lokal ini, kamu bisa mendapatkan koleksi NFT terbaru dari kreator.

Selain itu, ada juga nama lain seperti TokoMall, Artsky, Baliola dan platform lainnya. Deretan artis dan pengembang game saat ini juga mulai banyak tang tertarik dan mencoba terjun ke dunia NFT seperti vokalis Band Gigi Armand Maulana, Juwita Bahar, keluarga Anang Hermansyah, Luna Maya, dan banyak lagi artis lainnya.
EDITOR: Edy Pramana