JawaPos Radar

Tips Memotret Gerhana Supermoon agar Foto Terlihat Lebih Cantik

31/01/2018, 08:27 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
gerhana bulan
Gerhana bulan total pada tahun 2011 yang dipotret di Planetarium, Jakarta. (Istimewa/Muhammad Rayhan)
Share this image

JawaPos.com – Fenomena alam Supermoon atau bulan purnama yang dibarengi dengan gerhana bulan tengah menjadi perhatian masyarakat. Peristiwa langka yang terakhir kali terjadi pada 152 tahun silam yakni pada tahun 1866 ini akan terulang kembali hari ini (31/1).

Ya, tanggal 31 Januari 2018 ini akan berlangsung peristiwa spesial yaitu fenomena supermoon berbarengan dengan fenomena gerhana bulan total. Gerhana bulan akan dimulai dari pukul 18.48 WIB. Kemudian beranjut pukul 19.52 WIB sampai 21.08 WIB bulan akan menjadi gelap kemerahan yang disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi. Proses gerhana akan berakhir pukul 22.11 WIB.

Peristiwa astronomi ini begitu istimewa. Pasalnya, selain langka terjadi, posisi bulan ke bumi menempati titik paling dekat. Inilah fenomena gerhana Supermoon. Ada pula yang menyebut Blood Moon karena tampak merah darah.

supermoon
Fenomena supermoon di langit Jakarta Tahun 2012. (Istimewa/Muhammad Rayhan)

Gerhana Supermoon ini tentu sayang untuk dilewatkan. Apalagi bagi penggemar fotografi, momen tersebut sangat menarik untuk diabadikan.

Bagi kamu yang ingin mengambil gambar terkait dua fenomena alam ini, berikut ini tips yang diberikan Muhammad Rayhan, salah seorang fotografer yang tertarik dengan objek benda langit atau dikenal dengan istilah Astrofotografi. Kepada JawaPos.com dia membagikan beberapa tips untuk memotret fenomena gerhana bulan dan supermoon. Berikut ulasannya:

Persiapan

Memotret fenomena alam gerhana supermoon tidak jauh berbeda dengan memotret gerhana bulan bulan pada umumnya. Langkah awal tentunya harus menyiapkan alat untuk memotret, seperti kamera dan lensa. Kemudian alat penunjang lainnya seperti tripod ataupun monopod agar gambar tidak shaking atau goyang.

Selanjutnya tentukan gambar seperti apa yang ingin diabadikan terkait dua fenomena alam tersebut. Jika kamu mau mengambil gambar dengan latar perkotaan maka kamu cukup menggunakan lensa wide angle. Lensa bawaan kamera juga cukup, tinggal kamu menentukan titiknya.

Kemudian jika kamu menginginkan gambar yang lebih detail seperti proses saat bulan mulai tertutup dan detail kubah-kubah di bulan, maka menggunakan lensa tele atau lensa dengan daya jangkau objek yang lebih panjang menjadi sangat penting. Bisa juga menggunakan telescope jika kamu punya. Namun jika tidak, cukup menggunakan lensa dengan jarak minimum 600 mm. “Sebenarnya sih lebih bagus di atas 1.000 milimeter untuk dapat detail bulan yang lebih sempurna,” jelas Rayhan.

Tidak kalah penting juga adalah perhatikan cuaca. Memperhatikan ramalan cuaca dari BMKG sangat diperlukan. Sebab kamu tidak ingin gagal menyaksikan atau melihat gerhana gara-gara cuaca yang tidak mendukung. Pastikan langit dalam keadaan cerah atau tidak mendung apalagi turun hujan. Cari tahu dulu daerahnya, kemudian riset ramalan cuacanya. Namun terkadang awan yang menutup bulan juga bisa menjadikan komposisi foto menjadi lebih menawan.

Teknik Memotret

Selanjutnya perhatikan eksposure atau pencahayaan. Gerhana terbagi dalam beberapa fase. Fase-fase bulan saat terjadi gerhana ini menyebabkan kondisi pencahayaan berubah-ubah. Karenanya memperhatikan eksposure menjadi penting. Jangan sampai kurang ataupun lebih.

Kamu harus memperhatikan pergerakan bulan dengan saksama. Sebab kaitannya dengan hasil dan detail foto yang dihasilkan. Apalagi terkait cuaca yang tidak menentu.

Untuk ISO-nya gunakan di angka 800, namun hal tersebut tidak berlaku secara umum. Jika kamu menggunakan lensa tele dengan aperture yang agak sempit, maka meninggikan ISO menjadi tepat. Untuk exposure-nya sesuaikan saja dengan kebutuhan dan intensitas cahaya bulan yang bertingkat atau gradual.

Untuk gerhana awal gunakan shutterspeed cepat seperti 1/1000 atau 1/2000. Kemudian ketika gerhana mencapai fase setengah bulan, turunkan angka shutterspeed ke setengahnya yakni 1/500 atau 1/250 hingga masuk ke fase akhir atau gerhana bulan total. Pada fase ini shutterspeed bisa diturunkan ke mode paling lambat hingga menyentuh angka 1/4, 1/2, atau bahkan 1 detik. Kemudian saat fase puncak tinggal kamu melatih insting fotografi kamu dengan mengukur sendiri shutterspeed sesuai keinginan kamu.

Mempercantik Foto

Untuk mendapatkan foto terbaik, di dalam frame yang sama dengan bulan, sebaiknya memasukkan icon atau landmark kota atau bangunan tinggi untuk dijadikan foreground. Sebuah bangunan atau landmark bisa menjadi pembanding besarnya bulan dengan objek lain. Dengan begitu, hasil bidikan akan tampak lebih cantik.

Gerhana bulan kali ini datang dari arah timur. Oleh karena itu, mengambil gambar gerhana dengan kombinasi tugu Monas misalnya, maka kamu harus memposisikan diri sebelah barat lapangan tugu monas. Kamu harus menghadap ke arah timur untuk dapat memotret gerhana bulan dengan latar tugu monas ataupun gedung-gedung bertingkat lainnya.

Menggunakan Smartphone

Memotret benda langit seperti bulan, bintang, dan lainnya terkait dengan fenomena alam sebenarnya tidak mesti menggunakan peralatan yang canggih dan mahal. Menggunakan kamera biasa ataupun dengan kamera ponsel sekalipun sebenarnya bisa.

“Kalau menginginkan hasil bulan yang detail ya perlu lensa yang mumpuni juga. Dengan smartphone juga bisa, namun perlu diperhatikan, apakah smartphone tersebut mendukung mode pengaturan manual atau tidak," katanya.

"Karena kan fotografi erat kaitannya dengan komposisi cahaya, jadi pastikan kamu memiliki smartphone yang bisa diatur sendiri mode kameranya. Bisa juga menambahkan lensa pada smartphone supaya hasilnya lebih mendukung,” pungkasnya demikian.

Itulah beberapa tips penting untuk mengabadikan momen langka fenomena alam gerhana supermoon. Jika kamu ingin mengabadikan momen tersebut, maka ada baiknya memperhatikan langkah-langkah di atas agar gambar yang kamu hasilkan menjadi lebih ciamik. Selamat memotret.

(fab/ce1/ryn/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up