JawaPos Radar

Menguak Fenomena Supermoon Berpotensi Bencana, Begini Penjelasan Lapan

30/01/2018, 15:36 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
supermoon
Ilustrasi: fenomena supermoon (AP)
Share this image

JawaPos.com - Fenomena alam Supermoon yang akan terjadi 31 Januari mendatang berbarengan dengan gerhana bulan total. Beredar kabar bahwa fenomena antariksa Supermoon atau bulan purnama yang sangat dekat dengan bumi itu dapat menyebabkan bencana. Namun Thomas Djamaluddin selalu Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) membantah statement tersebut.

Dia menjelaskan, dampak fenomena Supermoon dan gerhana bulan kerap dikait-kaitkan dengan bencana alam, misalnya gempa bumi. Bulan sendiri memiliki efek pasang-surut air laut. Ketika terjadi bulan purnama, bulan baru bahkan gerhana, air laut akan bergerak dari garis pantai menjadi lebih tinggi.

“Efek pasang bulan akan diperparah oleh gravitasi matahari, ditambah dengan Supermoon dengan jarak bulan paling dekat sehingga menyebabkan pasang maksimal,” jelasnya saat ditemui JawaPos.com, usai acara Penyerahan Data Satelit Resolusi Tinggi di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Selasa (30/1).

Thomas Djamaludin
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaludin usai acara Penyerahan Data Satelit Resolusi Tinggi di Hotel Sari Pan Pacific di Jakarta, Selasa (30/1). (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Terkait Supermoon dan gerhana yang bisa memicu gempa, menurut dia, hal ini karena saat air laut surut di atas lempeng bumi, maka lempeng bumi akan kekurangan daya tekan dari air. Lempeng lain yang menusuk ke bawah lempeng itu akan bisa menyusup lebih dalam dan mengakibatkan gerakan yang merilis energi yang terpendam di dalamnya. Pelepasan ini yang menyebabkan gempa bumi terjadi.

“Proses gempa yang disebabkan oleh pergeseran lempeng itu sesungguhnya lempeng Indo-Australia di selatan Jawa atau Sumatera itu menyusup ke lempeng eurasia yang di atasnya ada Jawa dan Sumateranya. Nah penyusupan itu tertahan oleh air laut. Energinya itu tertahan lama kemudian terpicu ketika ada fenomena alam tersebut,” jelas Djamal.

Dia kemudian menerangkan kejadian gempa Aceh pada 2004 silam juga yang terjadi dua pekan sebelum purnama. “Jadi waktu terjadi gempa di Aceh itu laut di sana sedang surut maksimum karena dia menjelang purnama. Lempeng eurasia ini biasanya tertekan oleh air laut tapi karena menjelang purnama tekanan airnya berkurang mungkin sebagai pemicu lempeng menyusup. Saat menyusup ini terjadi getaran menjadi gempa,” paparnya.

Meski mungkin menjadi salah satu pemicu, peneliti masih tidak bisa memperkirakan waktu dan lokasi gempa akan terjadi. Belum tentu pula gerhana pada 31 Januari menjadi pemicu gempa besar di tanah air. Sebab, kajian itu masih belum mencapai kesimpulan dan masih konklusif.

“Kita tetap tidak tahu itu kapan akan terjadi pelepasan energi. Susah diperkirakan berapa persen pemicunya, tempat di mana dan kapan. Kajian ini juga belum konklusif jadi tidak bisa diperkirakan apakah gerhana tanggal 31 Januari ini bisa melepaskan energi ini belum pasti,” jelas pria ramah itu.

Djamal hanya menegaskan bahwa tidak ada satu metode pun untuk memperkirakan terjadinya gempa baik tempat maupun waktunya. Namun, menurutnya, wilayah yang lama tidak terjadi gempa berpotensi untuk merilis energi baik berupa gempa besar maupun kecil.

Sementara itu, Supermoon yang akan dibarengi dengan gerhana bulan total itu akan dapat terlihat di wilayah Jakarta dan diperkirakan terjadi pukul 19.51 WIB. Puncaknya pukul 20.29 WIB dan berakhir pada pukul 21.07 WIB.

Meski belum pasti terjadi gempa, Djamal meminta masyarakat terutama di daerah pantai untuk waspada pasang atau gelombang tinggi. Sementara untuk masyarakat di wilayah yang rawan banjir perlu mewaspadai cuaca buruk karena jika banjir terjadi, maka waktu surutnya akan lebih lama sebab laut sedang pasang.

“Kondisi yang perlu diwaspadai ketika ada cuaca buruk di laut yang menimbulkan gelombang tinggi yang berdampak banjir rob makin melimpas jauh ke daratan. Dampak lainnya kalau terjadi banjir akibat hujan lebat di daratan, banjir akan lama surutnya karena dampak pasang maksimum,” pungkasnya.

(ce1/ryn/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up