JawaPos Radar

Menjajal Prosesor Terkencang AMD, Ryzen 7 1800X

28/06/2017, 16:14 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Menjajal Prosesor Terkencang AMD, Ryzen 7 1800X
()
Share this image

JawaPos.com – Persaingan teknologi prosesor untuk komputer atau laptop makin seru ketika AMD mengeluarkan produk barunya. Yakni, AMD Ryzen 5 dan Ryzen 7 yang memiliki clock sampai 4.0 GHz untuk versi tertinggi. Ciri khas AMD yang melepas produknya ke pasar dengan harga miring makin membuat otak komputer itu makin diminati.

 

Apalagi, saat kali pertama memperkenalkannya ke publik, AMD berhasil tampil meyakinkan. Ryzen terbukti mampu bersaing dengan produk kompetitor dengan hasil benchmark yang meyakinkan pula. JawaPos.com lantas mencoba untuk membuktikan. Apakah hasil yang ditunjukkan saat launching, memang benar adanya.

 

Prosesor yang dicoba adalah Ryzen 7 1800X. Produk dengan delapan inti tersebut, sampai saat ini adalah yang tertinggi di keluarga Ryzen. Punya clock normal 3,6 GHz yang bisa didorong sampai 4.0 GHz, sistem pendingin yang lebih baik, dan tentu saja hemat energi karena membutuhkan 95 watt saja.

Menjajal Prosesor Terkencang AMD, Ryzen 7 1800X
Hardware yang digunakan JawaPos.com saat mencoba AMD Ryzen 7 (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)

Untuk perangkat keras lainnya, JawaPos.com menggunakan konfigurasi RAM 16 GB, kartu grafis Radeon RX 480 versi 4 GB RAM, yang berjalan di Windows 10. Untuk memastikan uji coba berjalan dengan maksimal, digunakan pula SSD sebagai ruang penyimpanan.

 

Selama hampir dua minggu, PC tersebut digunakan dengan berbagai variasi program. Misalnya, untuk mendukung tugas jurnalis yang harus memaksimalkan program Microsoft Office, serta Adobe Photoshop. Selain itu, PC juga digunakan untuk bermain beberapa game. Ini hasilnya:

 

Bekerja dengan Ryzen 7

 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pekerjaan kantoran yang dicoba JawaPos.com berkaitan dengan tugas sehari-hari. Yakni, aplikasi Microsoft Office terutama Word untuk menyelesaikan berbagai naskah, termasuk artikel ini. Lantas, Adobe Photoshop CC 2017, Google Chrome untuk berselancar di dunia maya dan mengunggah artikel, serta aplikasi multimedia seperti pemutar musik dan video.

 

Semua kegiatan itu bisa dilakukan secara multitasking dengan memuaskan. Tidak ada masalah yang berarti. Bahkan, file foto .NEF atau RAW dari kamera Nikon D750 bisa dibuka kurang dari 5 detik. Sekedar informasi, menggunakan Macbook Pro Retina mid 2014 butuh waktu7,2  detik, dan FX 8350 selama 8,5 detik.

 

Tentu saja, aplikasi yang berjalan dengan lancar dan cepat bisa membuat tugas bisa segera selesai. Selain menghemat waktu, tentu saja lebih produktif karena bantuan multitasking yang lancar.

Menjajal Prosesor Terkencang AMD, Ryzen 7 1800X
Hasil benchmark menggunakan PCMark 8 (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)

Tidak berhenti di aplikasi itu, JawaPos.com juga mengujinya melalui aplikasi PCMark 8. Metodenya, Creative Conventional. Hasilnya cukup tinggi, yakni 5240. Hasilnya, bekerja secara kreatif menggunakan foto maupun video bisa digarap dengan cepat menggunakan Ryzen 7 1800X.

 

Beberapa detilnya adalah, Web Browsing Jungle Pin skornya 0,305 detik, Photo Editing skornya 0,227 detik, batch photo editing 21,6 detik, video editing 9,5 detik, video editing 2 143 detik.

 

Performa video ketika diukur dengan Cinebench R15 juga memuaskan. Skor untuk CPU adalah 1576 dan untuk single core 152. Dari database sementara Cinebench saat ujicoba dilakukan, skor itu sangat tinggi. Terbukti, berada di peringkat tiga dengan di atasnya adalah CPU milik AMD lainnya. Acuan peringkat tentu bisa berbeda-beda saat program dipasang di PC lainnya.

Menjajal Prosesor Terkencang AMD, Ryzen 7 1800X
Ranking dari database Cinebench R15 (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)

Puas Bermain Game

 

Kombinasi antara prosesor dan kartu grafis memegang peranan penting dalam menjalankan sebuah game. Tidak mungkin game yang membutuhkan spesifikasi tinggi hanya bisa diberi kartu grafis kelas atas tetapi prosesor entry level. Jika itu dilakukan, biasanya akan terjadi bottle neck yang membuat kinerja tidak maksimal.

 

Nah, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kartu grafis saat uji coba adalah RX 480. Sebelum membahas aplikasi pada beberapa game, hasil uji coba bisa dilihat dari aplikasi benchmark seperti 3DMark, dan Superposition Benchmark milik Unigine.

 

Untuk 3DMark, keduanya berhasil menaklukkan tes Fire Strike dengan skor tinggi 11545. Graphics Score mendapat 13.221 dan 61,34 FPS serta untuk Physics Score sebesar 18.976 dan 60,24 FPS. Dengan skor itu, segala game terbaru bisa dijalankan dengan baik. Tinggal mengatur komposisi setelah grafis sesuai selera.

 

Superposition juga mencatat hal serupa. Saat dicoba bermain game dengan resolusi 1080, bisa mendapatkan skor rata-rata 59,45 FPS. Sedangkan untuk resolusi 4K, berada di kisaran 25,49 FPS. Itu tentu saja masih cukup halus untuk menjalankan berbagai game. Meski, tidak melulu dengan grafis maksimal.

Menjajal Prosesor Terkencang AMD, Ryzen 7 1800X
Hasil uji coba kemampuan virtual reality menggunakan Superposition (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)

Bagaimana untuk Virtual Reality? tidak perlu khawatir. RX 480 yang memang support perangkat VR makin mantab ketika dijalankan dengan Ryzen 7 1800X. Buktinya, Superposition masih mencatat skor 5115 dengan rata-rata 57,54 FPS.

 

Saat diaplikasikan dengan menjalankan beberapa game, kombinasi keduanya memang menghasilkan performa yang ciamik. Tidak ada lag saat menjalankan Battlefield Hardline dengan seting grafis maksimal. Nilai FPS yang dihasilkan juga sangat tinggi. Bisa sampai 112 FPS jika diukur dengan Fraps.

 

Dengan nilai setinggi itu, tentu tidak akan ditemukan masalah sedikitpun saat bermain Battlefield Hardline dan seri franchise lainnya. Jika mau bermain online, tinggal memastikan koneksi internet lancar supaya tidak mengganggu permainan.

 

Game lain yang diuji adalah Tekken 7. Game yang baru dirilis tersebut menawarkan permainan yang seru untuk dimainkan bersama teman. Tentu, akan memalukan kalau saat main bareng, ada lag yang mengganggu. Beruntung, AMD Ryzen 7 1800X dan RX 480 bisa mengatasinya.

 

Rata-rata skor 60 FPS tentu membuat game tersebut bisa dijalankan dengan mulus. Jika ada game lain yang memiliki spesifikasi lebih rendah dari dua game itu, misalnya FIFA 17 atau Pro Evolution Soccer (PES), tentu bisa dijalankan dengan jauh lebih lancar.

 

Melalui pengujian untuk bekerja dan bermain game, terlihat bahwa prosesor yang dilepas dengan harga Rp 6 jutaan itu layak diancungi jempol. Sebab, bisa menjalankan berbagai aplikasi dan game berat dengan lancar. (dim/JPK)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up