JawaPos Radar

Review Produk

Menjajal Nokia 8, Flagship Gahar Dibanderol Murah

26/03/2018, 16:56 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Nokia 8
Nokia 8 (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Februari lalu, Nokia di bawah HMD Global merilis smartphone terbarunya, Nokia 8 di Indonesia. Ponsel ini merupakan flagship papan atas. Tidak tanggung-tanggung, seolah ingin menunjukkan tajinya yang masih runcing, Nokia membanderol Nokia 8 dengan harga Rp 6 jutaan.

Karena menyasar segmen flagship, Nokia 8 hadir dengan beberapa keunggulan yang diharapkan dapat menggaet konsumen tanah air. Fitur dan spesifikasi unggulan yang dibawa Nokia 8 antara lain Chipset Qualcomm Snapdragon 835, beserta kolaborasi dengan pabrikan lensa kenamaan carl zeiss untuk dua kamera utama yang dibawanya.

JawaPos.com berkesempatan merasakan langsung performa flagship besutan Nokia itu. Lalu, bagaimana kesan yang diberikan Nokia untuk flagship Nokia 8 itu? Berikut ulasannya.

Kelengkapan

Nokia 8
Kelengkapan Nokia 8 (Screenshot Video)

JawaPos.com diberi kepercayaan mendapat Nokia 8 masih dalam kondisi tersegel. Kemasannya cukup memberikan kesan awal yang baik. Melihat bungkus Nokia 8, seketika siapa pun yang melihat akan terasa seperti membeli ponsel Nokia di masa jayanya beberapa tahun silam. Gambar tangan saling berjabat yang kental dengan merek Nokia ditampilkan pada kemasannya yang didesain tipis itu.

Masuk lebih dalam, ketika membuka kemasannya pembeli akan langsung dihadapkan pada unit ponsel. Pada bagian bawah ponsel terdapat jajaran kertas yang berisi manual book, kartu garansi, dan SIM ejector. Sisi kirinya, terdapat kotak persegi panjang yang berisi perangkat pengisian daya dengan USB Type C dan earphone.

Kemasan dan kelengkapan dari Nokia 8 ini cukup mengesankan. Kemasan dan penataan serta kelengkapan yang dibawa produk ini menandakan kesiapan Nokia untuk kembali bertempur di pasar ponsel tanah air.

Desain

Nokia 8
Desain Nokia 8 (RianAlfianto/JawaPos.com)

Kembalinya Nokia ke pasar ponsel tanah air setelah mengalami masa keterpurukan tentu bukan perkara mudah. Nokia 8 mau tidak mau harus menjadi salah satu pembuktian perusahaan ini bahwa dirinya masih menjunjung tinggi produk dengan kualitas yang baik dari segala aspek, termasuk bodinya. Keunggulan bahan dan kualitas ponsel Nokia menjadi salah satu faktor yang menjadi nilai jual utama pada masa kejayaannya dulu.

Karenanya untuk urusan daya tahan bodi, kemampuan perangkat Nokia 8 ini tidak perlu diragukan berkat penggunaan kombinasi material alumunium dan kaca. Tidak hanya berkat bahan yang digunakan, kesan elegan juga ditampilkan Nokia berkat desain berlekuk pada masing-masing tepian bodi serta sentuhan garis di sisi atas dan bawahnya.

Selain menampilkan kesan elegan, penggunaan material alumunium bertekstur di bagian belakang turut mendukung kesan bersih dan mewah pada perangkat tersebut. Sebab bahan tersebut tidak mudah kotor akibat noda sidik jari.

Bagian belakangnya terdapat tempat kamera yang tersusun vertikal dengan konfigurasi kamera ganda, lampu flash, dan sensor ditempatkan lebih tinggi dari permukaan bodinya. Hal tersebut membantu melindungi kamera agar tidak mudah tergores saat diletakkan di atas meja atau disimpan di saku. Kesan elegan pada bagian kamera tersebut juga didukung bingkai berwarna perak yang mengelilingi dan memisahkan tiap bagian dan sekitarnya.

Sementara pada bagian depan, kamu akan menemukan sensor pemindai sidik jari di bawah layar, menyatu dengan tombol sentuh yang juga berfungsi sebagai tombol Home. Namun jangan keliru, itu bukanlah tombol biasa sebab tidak bisa ditekan, hanya sensor capacitive saja. Tombol sekaligus sensor ini diapit tombol sentuh kapasitif untuk fungsi Back dan Recent Apps.

Sayangnya, tombol Home sekaligus sensor pemindai sidik jari ini terbilang sempit. Imbasnya tidak mencakup seluruh bagian jari yang dideteksi sensor untuk mendukung kemampuan pemindaian dan fitur keamanan. Jadi kamu harus berhati-hati ketika menyentuhkan jari untuk membuka perangkat, sebab jika terpeleset sensor akan gagal membaca.

Beralih ke sisi-sisinya, di bagian kanan bodi, terdapat tombol daya dan volume yang hadir dengan bahan dan warna berbeda dari casing bodi di sekitarnya. Selain perbedaan bahan dan warna, keduanya juga hadir dengan ukuran lebih tinggi dibandingkan sekitarnya.

Pada sisi kirinya, terdapat slot kartu SIM, sedangkan audio jack di sisi atas, serta speaker dan port charger di sisi bawah. Serupa dengan sejumlah produsen lain, Nokia 8 juga menggunakan port USB Type-C sebagai port charger perangkatnya.

Sayangnya, Nokia belum mengusung desain layar kekinian dengan aspek rasio layar 18:9 full view display seperti yang sudah dilakukan kompetitornya dari berbagai negara. Layar Nokia 8 memiliki bentang seluas 5,3 inci dengan fit screen to body mencapai 69,4 persen.

Kinerja

Nokia 8
Perolehan dan rincian skor AnTuTu Nokia 8 (Screenshot)

Sistem on-chip Nokia 8 tentu tidak perlu diragukan. Ini berkat sokongan chipset Qualcomm Snapdragon 835 yang digadang-gadang menjadi chipset ngebut. Performa Nokia 8 untuk berbagai aspek bisa dibilang baik. Skor antutunya mencapai 168081.

Performa gaming menggunakan Nokia 8 terbilang menyenangkan. Berbagai game mobile dengan kategori berat dan mode grafis pada pengaturan ultra bisa dilibasnya dengan sangat baik. Tidak heran memang, sebab dia dibekali dengan Snapdragon 835. Pengalaman gaming di Nokia 8 sangat lancar, meskipun imbasnya bodi alumuniumnya mengalami peningkatan suhu yang terbilang signifikan.

Tidak hanya gaming, pengalaman multitasking menggunakan device Nokia 8 ini juga terbilang memuaskan. Layanan e-mail, media sosial, aplikasi streaming musik dan video ketika digunakan dengan waktu hampir bersamaan pun terbilang dapat dilalui tanpa hambatan berarti. Lagi-lagi Nokia 8 berhasil memikat hati dari segi performa.

Untuk baterainya juga terbilang awet. Penggunaan Snapdragon 835 tentu berpengaruh pada sektor dayanya. Hal tersebut menjadikan perangkat ini hemat daya, meski mampu menyuguhkan performa mulus tanpa lag. Nokia 8 mampu bertahan selama hampir 12 jam dalam kondisi penggunaan normal tidak terlalu aktif, dan selama 9 jam 59 menit pada kondisi penggunaan aktif untuk kegiatan bekerja, bermain game, dan aplikasi lainnya.

Kamera

Nokia 8
Hasil foto kamera utama Nokia 8. (RianAlfianto/JawaPos.com)

Nokia 8 mengusung kamera belakang ganda dengan resolusi 13+13 MP. Nokia menghadirkan sejumlah fitur menarik yang memanfaatkan kemampuan kameranya tersebut. Kamera belakang gandanya digarap bersama Carl Zeiss, pabrikan lensa kenamaan yang telah lama bersahabat dengan Nokia. Kamu akan mendapatkan kualitas warna yang baik berkat opsi dual yang dibawanya.

Selain itu, kameranya juga dapat menghasilkan warna yang cukup cerah dan tajam. Sekilas foto yang dihasilkan fitur warna dan dual tidak berbeda, namun jika diperhatikan dengan dengan saksama, fitur dual menghasilkan foto dengan warna lebih kaya jika dibandingkan dengan fitur warna, hampir serupa dengan hasil foto menggunakan fitur HDR.

Pengguna juga ditawarkan opsi foto dengan efek hitam putih yang menyenangkan via fitur mono. Selain itu, Nokia juga membekali ponsel cerdasnya ini dengan fitur dual pada opsi penggunaan kamera untuk memotret. Fitur tersebut memungkinkan kamu memotret dengan menggunakan kamera depan dan kamera belakang secara bersamaan. Fitur tersebut diberi nama Bothie.

Nokia 8
Hasil foto low light Nokia 8. (RianAlfianto/JawaPos.com)

Kehadiran fitur ini mungkin bisa menjadi solusi bagi kamu yang ingin fitur ponsel sedikit berbeda pada sektor kameranya. Fitur Bothie memungkinkan kamu untuk berfoto dengan dua tampilan gambar depan dan belakang sekaligus. Fitur ini akan sangat menyenangkan untuk kamu yang suka video blogging atau vlog.

Mengunggulkan dukungan lensa Zeiss Optics pada kamera belakang maupun depan, hasil foto yang dihadirkan Nokia 8 cukup jernih dan tajam. Hasil ini JawaPos.com dapati baik pada hasil foto dalam kondisi pencahayaan redup maupun dalam kondisi pencahayaan cukup. Berbeda dengan ketika kondisi pencahayaan minim, kamu akan sedikit mengerutkan dahi akibat gambar yang dihasilkan kamera Nokia 8 terbilang mengecewakan untuk sebuah ponsel flagship.

Nokia 8
Hasil foto selfie Nokia 8. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Tidak berhenti di situ, keindahan foto yang dihasilkan Nokia 8 harus sedikit terganggu oleh kemampuan autofokus dan penguncian level keterangan sesuai dengan kondisi pencahayaan yang sedikit lambat. Fokusnya didapati lambat dan sering meleset ketika kamu menggunakannya dalam keadaan cahaya yang minim. Menggunakan flash pun terbilang tidak membantu. Sebab hasilnya tetap mengecewakan. Pun dengan pengaturan kamera manual yang disediakannya.

Namun keunggulan dari kamera utama Nokia 8 yakni hasil bokehnya tampak natural. Tidak seperti hasil olahan sistem komputer, benar-benar hasil dari jepretan lensa gandanya. Kamera selfie-nya pun terbilang lumayan untuk memotret dalam keadaan cahaya yang cukup. Hasilnya terbilang detail dan tajam, ketika low light juga masih terasa tajam walaupun noise-nya tidak bisa dicegah.

Beralih ke sektor video, Nokia terlihat kembali berupaya menyuguhkan pengalaman perekaman tanpa gangguan guncangan pada produknya ini. Belum sepenuhnya sukses, namun kamera Nokia 8 cukup mampu menunjukkan usahanya dalam meminimalisasi guncangan ketika merekam dalam keadaan bergerak.

Simpulan

Nokia 8
Tabel spesifikasi Nokia 8 ()

Pengalaman menggunakan Nokia 8 cukup menyenangkan, nyaman digenggam untuk bekerja maupun mengetik. Seperti Nokia terdahulu, untuk baterai ponsel flagship ini terbilang irit. Dengan durasi pengisian daya selama 1,5 jam sanggup digunakan selama 9 jam lebih untuk menemani kegiatan kamu.

Untuk performa, Nokia 8 mampu bekerja multitasking seperti bermain game, streaming musik, mengakses e-mail, dan membuka media sosial secara bersamaan tanpa halangan. Lancar jaya meski efeknya agak sedikit panas. Namun itu sudah cukup. Sebab prosesor snapdragon 835 memang dirancang untuk bekerja keras dan cepat. Cukup memuaskan.

Keseluruhannya, Nokia 8 bisa dibilang ponsel flagship yang membutuhkan penggemar khusus. Selain merek populernya yang masih melekat di hati sebagian orang, desain yang dibawa pada Nokia 8 pun terbilang segmented. Karena belum kekinian dengan aspek rasio layar 18:9, maka akan sulit merebut hati konsumen yang suka dengan hal-hal up-to-date.

Nokia 8 juga membawa Android murni, tanpa aplikasi tambahan yang seringkali tidak dibutuhkan konsumen. Dengan banderol Rp 6 jutaan, Nokia 8 cukup layak dibeli. Sebab chipset-nya terbilang mumpuni untuk harga segitu.

(ce1/ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up