Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Oktober 2025, 23.28 WIB

Orang Tua Indonesia Dukung Fitur Akun Remaja, Meta Perluas ke Facebook dan Messenger

Meta memperluas fitur Akun Remaja di Facebook dan Messenger, 91% orang tua mendukung perlindungan lebih untuk anak-anak. - Image

Meta memperluas fitur Akun Remaja di Facebook dan Messenger, 91% orang tua mendukung perlindungan lebih untuk anak-anak.

JawaPos.com - Mayoritas orang tua di Indonesia menyatakan dukungan terhadap adanya akun media sosial khusus remaja yang dibekali perlindungan tambahan. Survei terbaru Ipsos, atas nama Meta, mengungkap bahwa 91 persen orang tua dan wali di Indonesia mendukung langkah perusahaan media sosial menciptakan akun remaja dengan pengamanan lebih ketat.

Dukungan ini sejalan dengan perluasan fitur Akun Remaja yang sebelumnya diperkenalkan di Instagram, kini hadir pula di Facebook dan Messenger. Fitur ini dirancang untuk melindungi pengguna muda, sekaligus memberi ketenangan bagi orang tua.

“Sebanyak 92% responden menganggap Akun Remaja Instagram bermanfaat bagi orang tua. Karena itu kami memperluas fitur ini ke Facebook dan Messenger di Indonesia. Meta berkomitmen mendukung keluarga dan menciptakan pengalaman online yang lebih aman dan positif bagi remaja,” kata Philip Chua, Direktur Kebijakan Publik untuk Produk, APAC Meta, Senin (30/9) di Jakarta.

Hasil survei yang melibatkan 1.001 orang tua dan wali anak berusia 13–17 tahun di Indonesia menunjukkan tren positif. Sebanyak 87 persen menyatakan Akun Remaja membuat mereka lebih percaya diri membiarkan anak menggunakan Instagram.

Sementara itu, lebih dari 90% menganggap fitur perlindungan bawaan, seperti pembatasan kontak dan pengendalian konten, sangat membantu mendukung anak mereka di dunia digital.

Temuan ini menegaskan bahwa orang tua menginginkan media sosial yang tetap memberi ruang eksplorasi bagi remaja, tetapi dalam lingkungan yang aman.

Lewat Akun Remaja, pengguna di bawah 16 tahun secara otomatis ditempatkan pada pengaturan default yang lebih ketat. Fitur ini membatasi siapa yang bisa menghubungi remaja, jenis konten yang bisa mereka lihat, hingga mendorong penggunaan waktu di media sosial secara lebih sehat.

Untuk mengubah pengaturan menjadi lebih longgar, remaja perlu izin dari orang tua atau wali. Sistem ini dinilai memberi keseimbangan antara hak remaja untuk tetap terhubung dengan teman dan kebutuhan orang tua menjaga keselamatan mereka.

Meski banyak mendapat dukungan, perdebatan seputar keamanan digital remaja tetap berlangsung. Di satu sisi, akses terbatas dianggap bisa mengurangi kesempatan anak untuk belajar dan berekspresi. Namun di sisi lain, proteksi berlapis dianggap penting untuk mencegah risiko paparan konten negatif atau interaksi berbahaya.

Meta menegaskan akan terus bekerja sama dengan keluarga dan komunitas untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman. 

“Selama lebih dari satu dekade, kami mengembangkan produk dengan prioritas keselamatan remaja. Kami percaya perlindungan yang konsisten di semua platform adalah kebutuhan mendesak,” ujar Chua.

Dukungan kuat dari orang tua Indonesia menjadi sinyal bahwa ekosistem digital yang aman bagi remaja kini menjadi tuntutan publik. Dengan hadirnya Akun Remaja di Facebook, Messenger, dan Instagram, Meta mencoba menjawab kekhawatiran tersebut sekaligus menyeimbangkan manfaat koneksi daring dengan keselamatan keluarga.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore