alexametrics

Penglihatan Anak Menurun Parah, Pemerintah Jepang Salahkan Smartphone

25 Desember 2018, 11:57:03 WIB

JawaPos.com – Hasil survei mengungkap bahwa kualitas penglihatan para pelajar anak-anak di Jepang semakin memburuk. Pemerintah Jepang menuding bahwa smartphone menjadi penyebab kualitas penglihatan anak-anak menurun.

Sebagaimana JawaPos.com kutip dari laman Engadget, Selasa (25/12), pemerintah negara itu menganggap smartphone menjadi perangkat yang harus disalahkan. Sebuah survei baru-baru ini yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi di Jepang menemukan bahwa jumlah siswa dengan kualitas penglihatan di bawah skor standar 1.0 (setara dengan 20/20 visi) berada pada titik tertinggi sepanjang masa, yaitu 25,3 persen.

Parahnya lagi, lebih dari 67 persen siswa sekolah menengah dan lebih dari 34 persen siswa sekolah dasar tidak memenuhi standar kualitas penglihatan yang ditetapkan. Pemerintah menghubungkan tren ini dengan adanya peningkatan waktu yang dihabiskan untuk menatap layar smartphone dan game mobile.

penglihatan anak menurun, penglihatan karena smartphone
Ilustrasi: Anak-anak menatap layar smartphone. (JapanTimes/GettyImages)

Permainan smartphone sangat besar di Jepang. Menurut peneliti pasar Newzoo, Negeri Sakura itu merupakan pasar game terbesar ketiga di dunia. Sebagian besar dari mereka, yakni gamer bermain game mobile (41 persen pria dan 32 persen wanita). Penting untuk dicatat bahwa peningkatan waktu menatap layar belum terbukti merusak penglihatan.

Kendati begitu, para ahli memperingatkan bahwa paparan jangka panjang terhadap efek sinar Ultra Violet (UV) yang dipancarkan dari smartphone dapat menyebabkan ketegangan mata atau kelelahan yang dalam jangka panjang dapat mengurangi kualitas kesehatan mata.

Jepang bukan satu-satunya negara yang berbicara keras soal efek dari smartphone terhadap kualitas kesehatan penduduknya. Awal tahun ini, Tiongkok yang juga menjadi pasar game terbesar di dunia mengancam akan mengambil tindakan nyata untuk melindungi penglihatan anak-anak. Termasuk mengatur jumlah game online dan rilis baru serta membatasi waktu bermain game. Pengumuman itu mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia yang menyatakan negara itu memiliki tingkat rabun dekat anak paling tinggi di dunia.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : (ryn/JPC)

Penglihatan Anak Menurun Parah, Pemerintah Jepang Salahkan Smartphone