alexametrics

Unik, Ilmuwan Perangi Pornografi Berbekal Artificial Intelligence

24 Juli 2018, 11:58:18 WIB

JawaPos.com – Para ilmuwan tengah berusaha mengembangkan sistem berbasis Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan untuk mengatasi problem konten pornografi. Caranya unik, AI yang dikembangkan dilatih melakukan sensoring gambar porno.

Nantinya gambar porno yang terdeteksi akan otomatis tersensor berkat kemampuan AI yang tengah dilatih. Uniknya, sensoring yang dilakukan misalnya pada gambar perempuan tanpa busana, gambar tersebut akan secara otomatis tertutupi bagian intimnya dengan sensor yang membentuk pola bikini atau baju renang. Jadi dengan sensor berbasis AI itu gambar yang tadinya benar-benar tanpa busana menjadi seolah mengenakan pakaian renang dan tidak lagi menjadi gambar yang vulgar.

Adapun penelitian ini dikembangkan oleh tim Peneliti dari Universitas Katolik Pontifikal Rio Grande do Sul, Brasil. Seperti disinggung di atas, sistem sensor ini dibuat dalam upaya mengatasi keresahan atas konten-konten pornografi yang seliweran di jagat maya.

Berbicara kepada The Register, Rodrigo Barros, rekan penulis studi tersebut, mengatakan bahwa pendekatan yang dijelaskan dalam penelitian ini adalah cara yang menarik dan baru untuk melakukan penyensoran pada gambar. Sayangnya, sistem ini belum dapat di implementasikan dalam waktu dekat.

“Kami percaya bahwa pendekatan kami untuk menyensor gambar porno, dalam keadaannya saat ini, masih dapat diterapkan secara praktis hanya karena belum cukup kuat,” ujarnya sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman TheRegister, Senin (23/7).

Untuk melatih AI, para peneliti menunjukkannya sebuah gambar perempuan mengenakan bikini. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengajarkan sistem AI untuk belajar soal penempatan bikini pada tubuh perempuan. Selanjutnya, ia diberi gambar yang benar-benar tanpa busana untuk membantunya belajar di mana bikini harus ditempelkan.

“Ketika kita melatih jaringan, itu mencoba untuk mempelajari cara memetakan data dari satu domain gambar telanjang ke domain lain dengan gambar baju renang. Distribusi gambar dari kedua domain sangat berbeda dan rumit,” ujar Barros.

Alasan soal belum di implementasikannya sistem berbasis AI ini ke ranah publik adalah karena masih sering ditemukan kegagalan. “Sementara AI bekerja dengan baik dalam menambahkan bikini ke beberapa gambar, itu kurang berhasil dengan yang lain,” imbuh Barros.

Satu hal yang perlu diperhatikan, lanjut Barros, adalah perhatikan beberapa gambar baju renang hasil foto pemotretan, ditembak di latar belakang putih, sementara latar belakang gambar telanjang sering cukup kompleks misalnya latar alam ataupun benda lainnya. Sederhananya, sistem kesulitan membaca dan melakukan seleksi gambar dimaksud.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : (ryn/JPC)

Unik, Ilmuwan Perangi Pornografi Berbekal Artificial Intelligence