JawaPos Radar | Iklan Jitu

Buntut Skandal CA

Menkominfo Ragu soal Klaim Facebook, Masyarakat Diminta Melapor

22 Juli 2018, 14:00:59 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
facebook data bocor, facebook cambridge analytica, menkominfo facebook bocor
Ilustrasi: utak-atik data pengguna Facebook. (TheSun)
Share this

JawaPos.com – Kebocoran data Facebook akibat skandal Cambridge Analytica (CA) masih menjadi perhatian Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Dia meminta masyarakat proaktif melapor jika merasa menjadi korban pencurian data Facebook.

Pasalnya, Rudiantara mengaku masih ragu atas klaim sepihak Facebook yang menyebut bahwa tidak ada satu pun pengguna dari Indonesia yang menjadi korban kasus CA. “Klaim ini berdasarkan data yang didapat oleh audit internal Facebook. Oleh karena itu, kami membutuhkan partisipasi dari masyarakat Indonesia untuk melapor ke Kemenkominfo apabila merasa datanya bocor ke CA,” ujarnya kepada JawaPos.com dalam kesempatan bertemu di kediaman dinasnya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (20/7).

Facebook mengatakan tidak ada data yang bocor di Indonesia. Ya, saya tidak tahu kan benar atau tidak. Makanya saya ragu-ragu. Saya minta masyarakat Indonesia untuk kasih tahu kalau ada kebocoran data," sambungnya.

Menkominfo Rudiantara, facebook cambridge analytica, menkominfa facebook bocor
Menkominfo Rudiantara saat ditemui di kediaman dinasnya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (20/7). (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Pria yang karib disapa Chief RA itu menerangkan, masyarakat Indonesia bisa mendeteksi kebocoran data lewat penggunaan aplikasi di Facebook. Sebab, akun pengguna umumnya akan dicuri apabila mereka pernah mengakses aplikasi kuis kepribadian 'This Is Your Digital Life'. Jika demikian, pengguna yang pernah mengakses aplikasi tersebut diminta untuk melapor ke Kantor Kemenkominfo.

"Saya hanya diberitahu Facebook yang punya otoritas melakukan audit itu Inggris. Otoritas di Inggris bilang ini indikasinya ada kesalahan di CA. Jadi sayanya bingung seperti ada yang berbeda. Masyarakat Indonesia yang merasa dirugikan datanya oleh Facebook melalui aplikasi kasih tahu ke Kominfo," ingatnya lagi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Semuel Abrijani Pangerapan menjabarkan bahwa berdasarkan data dari audit internal Facebook, kebocoran data hanya terjadi di Amerika Serikat. Bukan di seluruh dunia seperti yang sebelumnya ramai diberitakan.

“Mereka melaporkan dari 87 juta yang diduga bocor, ternyata ditemukan audit internal Facebook, kebocoran data itu angka itu 30 juta saja. Semuanya pengguna Amerika Serikat dan tidak ada satu pun dari luar Amerika Serikat," katanya demikian.

Baik Rudiantara ataupun Semuel menambahkan, pihaknya dalam hal ini Kemenkominfo mengaku masih akan terus memantau perkembangan kasus Facebook ini. Penyedia platform media sosial itu hingga kini juga masih diselidiki pemerintah Inggris selaku otoritas yang berwenang dalam audit skandal CA guna menentukan langkah selanjutnya.

(ce1/ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up