alexametrics

Nah Lo! Nomor WhatsApp yang Diblokir karena Hoax Tak Bisa Dipakai Lagi

22 Januari 2019, 15:43:09 WIB

JawaPos.com – WhatsApp memastikan bakal mengambil tindakan tegas terkait dengan nomor-nomor yang digunakan akun penyebar hoax dan ujaran kebencian dengan melakukan pemblokiran. Nomor yang sudah diblokir lantaran terkait penyebaran hoaks, informasi palsu, ujaran kebencian, dan penyebaran konten negatif lainnya, dipastikan tidak akan bisa menggunakan WhatsApp lagi alias diblolir selamanya.

Hal tersebut disampaikan Communication Lead Facebook Indonesia Putri Dewanti. “Nomor WhatsApp yang sudah diblokir karena keterlibatan dalam penyebaran informasi palsu, hoaks, dan sebagainya tidak lagi bisa digunakan di WhatsApp,” terangnya di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jakarta, Senin (21/1) sore.

Sebagaimana diketahui, WhatsApp yang didirikan Jan Koum dan Brian Acton pada 2009 silam diakuisisi oleh Facebook sejak 2014 lalu. Dengan diakusisinya oleh Facebook Inc, WhatsApp resmi menjadi lini bisnis dari platform media sosial rintisan Mark Zuckerberg itu. Pun dengan segala keputusan strategisnya.

Putri Dewanti facebook, WhatsApp, Facebook
Communication Lead Facebook Indonesia Putri Dewanti di kantor Kemenkominfo di Jakarta, Senin (21/1) sore. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Kembali ke WhatsApp, seperti kami beritakan sebelumnya, Wakil Direktur Kebijakan Publik dan Komunikasi WhatsApp Victoria Grand menjelaskan, terkait dengan tahun politik dan pemilu presiden serta legislatif pada 17 April mendatang juga membawa dampak persaingan yang panas antarbpendukung masing-masing pasangan calon.

WhatsApp sudah melakukan serangkaian inisiatif menghadapi hal tersebut. Salah satunya adalah dengan fitur Forwarding Limit atau pembatasa penerusan pesan. Artinya, pesan WhatsApp yang awalnya bisa di-forward 20 kali ke perorangan atau grup kini dibatasi menjadi lima pesan saja yang dapat diteruskan ke perorangan atau grup. Fitur WhatsApp tersebut sebelumnya telah dikenalkan di India.

Selain fitur penerusan pesan yang dibatasi (Forwarding Limit), WhatsApp juga akan mengidentifikasi pengguna WhatsApp. Identifikasi akun WhatsApp nantinya akan berdasar pada perilaku pengguna WhatsApp apakah normal atau tidak. Kenapa yang diidentifikasi adalah perilakunya? Victoria menjabarkan, karena di WhatsApp ada fitur end to end encription. WhatsApp mengklaim mereka sendiri tidak bisa melihat isi pesan yang dibagikan pengguna di platform karena fitur end to end encription itu.

“Jadi yang paling mungkin dilakukan adalah perilakunya (identifikasi akun). Jika sistem atau engineer WhatsApp mendeteksi perilaku pengguna tidak normal dan merujuk pada hal negatif semisal rutin menyebar hoaks, informasi palsu, ujaran kebencian, dan konten negatif lainnya (secara berulang), maka akun yang bersangkutan akan di-banned atau diblokir,” katanya.

Selain WhatsApp merilis fitur Forwarding Limit dan memperketat pengawasan user lewat identifikasi akun. Diketahui dalam upaya mengcounter konten-konten negatif semisal hoaks di platform mereka menghadapi tahun politik di Indonesia. WhatsApp juga sebelumnya memiliki fitur report akun.

Lewat fitur tersebut, jika pengguna merasa mendapat pesan dari nomor tidak dikenal walaupun pesan tersebut memang tidak memiliki tujuan negatif ataupun yang menjurus pada perilaku yang tidak normal. Maka pengguna bisa mereport atau melaporkan pesan dan akun tersebut. Jika sistem melacak bahwa akun tersebut memang kedapatan kerap menyebar informasi yang mengganggu dan atau hoaks. WhatsApp mengklaim mereka akan melakukan tindakan pemblokiran.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto

Nah Lo! Nomor WhatsApp yang Diblokir karena Hoax Tak Bisa Dipakai Lagi