alexametrics

Menkominfo Apresiasi Strategi WhatsApp dan Facebook Jelang Pilpres

Berencana Buka Hotline Aduan Berita Hoax
22 Januari 2019, 13:25:58 WIB

JawaPos.com – Facebook dan WhatsApp telah menyatakan sikapnya menghadapi pemilu presiden dan legislatif di Indonesia 17 April mendatang. Kedua perusahaan ‘bersaudara’ itu sepakat akan menjaga platform-nya bersih dari konten-konten negatif seputar pemilu seperti hoaks, ujaran kebencian, hingga kabar yang berbahaya bagi pengguna Facebook dan WhatsApp.

Langkah Facebook itu pun mendapat apresiasi dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Menurutnya, apa yang dilakukan Facebook dan WhatsApp sudah tepat untuk meredam ‘panasnya’ peta persaingan politik di Indonesia yang menjalar sampai ke media sosial.

Rudiantara sendiri mengaku sudah bertemu dengan Wakil Direktur Kebijakan Publik dan Komunikasi WhatsApp Victoria Grand serta perwakilan Facebook Indonesia. “Untuk mengurangi beredarnya konten viral yang kebanyakan adalah hoaks di WhatsApp. Langkah ini sebetulnya sudah kami bicarakan sejak September tahun lalu. Karena belum tahu hasilnya, dua bulan terakhir digunakan waktunya untuk beta test. Sekarang sudah selesai beta tesnya dan akan berlaku mulai besok waktu setempat di Amerika Serikat (AS) yang akan diikuti oleh seluruh dunia termasuk Indonesia,” katanya kepada JawaPos.com.

Putri Dewanti faebook, kominfo facebook pilpres, facebook pilpres
Communication Lead Facebook Indonesia Putri Dewanti di kantor Kemenkominfo di Jakarta, Senin (21/1) sore. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Sebagai informasi, WhatsApp mengambil langkah dalam menanggulangi hoax dengan merilis fitur terbaru Forwarding Limit atau pembatasan penerusan pesan. Sebelumnya, satu pesan di WhatsApp bisa di-forward hingga 20 pengguna personal atau grup. Namun dengan fitur baru, satu pesan hanya bisa di-forward ke lima pengguna personal atau grup saja.

Lebih lanjut, Chief RA, sapaan karib Menkominfo Rudiantara menyebut bahwa langkah Facebook dan WhatsApp ini merupakan upaya bersama. WhatsApp hanya bertindak sebagai platform. Tetapi yang me-manage kontennya adalah pemerintah.

“Ini adalah kolaborasi WhatsApp dan goverment untuk menerapkan fitur baru WhatsApp. Kolaborasi ini menunjukan bahwa mereka concern dengan situasi di negara yang menjadi pasar mereka. Tidak hanya cari untung, mereka juga peduli dengan situasi di Indonesia dan kita hormati,” terangnya.

Menanggapi seberapa efektif pembatasan penerusan pesan yang kini hanya bisa lima kali di-forward, Rudiantara meyakini bahwa cara tersebut ampuh untuk mereduksi peredaran hoaks di WhatsApp. Sebab, sebelumnya WhatsApp tidak membatasi pesan yang di-fordward penggunanya, namun kini kini hanya bisa lima kali forward saja.

Sebagaimana diketahui, WhatsApp saat ini memang banyak digunakan oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk menyebarkan pesan berantai bernada ujaran kebencian dan hoaks, baik secara personal maupun lewat grup-grup WhatsApp.

Sementara untuk Facebook, jejaring sosial ini mengambil langkah dengan menghapus akun-akun palsu yang terindikasi banyak berperan dalam penyebaran hoax. Communication Lead Facebook Indonesia, Putri Dewanti membeberkan bahwa Facebook akan bekerja sama dengan pemeriksa fakta pihak ketiga.

Jadi, ketika ada indikasi berita palsu menyebar, pemeriksa fakta akan mengidentifikasi dan memberikan report kepada Facebook. Ketika sudah dinyatakan hoaks atau palsu, postingan tersebut akan langsung ditandai sebagai berita palsu dan langsung dihapus dari peredaran di feed Facebook. Caranya adalah dengan menyiapkan fitur report dan hotline aduan.

Sayangnya, untuk saat ini, pemeriksaan fakta menggunakan hotline aduan yang sudah diterapkan di India itu belum bisa diterapkan di Indonesia. “Kalau hotline itu kan baru ada di India tapi di Indonesia kita baru explore kerja sama dengan salah satu pemeriksa fakta pihak ketiga kita. Di Indonesia rencanya akan ada lima mitra lokal terkait pemmeriksaan fakta. Jadi kita lagi diskusikan dan explorasi bersama mereka siapa yang mau bekerja sama dengan kita untuk membuat hotline false news di Indonesia,” tukasnya.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto

Menkominfo Apresiasi Strategi WhatsApp dan Facebook Jelang Pilpres