JawaPos Radar | Iklan Jitu

Cara Kerja Facebook Pantau Akun Palsu, Sudah 700 Juta yang Dihapus

22 Januari 2019, 17:55:59 WIB
facebook, facebook akun palsu, facebook pilpres hoax
Ilustrasi: Logo Facebook. (TimeMagazine)
Share this

JawaPos.com – Facebook, Instagram, dan WhatsApp baru saja menggelar acara di Jakarta, Senin (21/1). Acara tersebut berkenaan dengan persiapan ketiga platform menghadapi tahun politik di Indonesia. Dalam sebuah sesi media, pihak Facebook mengaku sudah menghapus lebih dari 700 juta akun palsu awal 2019 ini.

Director Global, Politic and Government Outreach Facebook Katie Harbath memaparkan, sebanyak 753,7 juta akun palsu di platform-nya secara global telah take-down alias dihapus. “Kami ingin membuat platform kami lebih sehat. Kami juga ingin mempersempit ruang gerak informasi palsu alias hoaks, serta ujaran kebencian yang banyak beredar di sana,” ungkapnya.

Lebih jauh, dirinya menyebut salah satu cara ampuh untuk menepis peredaran hoaks, ujaran kebencian, dan konten negatif lainnya di Facebook adalah dengan menghapus akun-akun palsu yang banyak beredar.

facebook, facebook akun palsu, facebook pilpres hoax
Director Global, Politic and Government Outreach Facebook Katie Harbath (tengah) di acara sesi media Facebook menghadapi tahun politik di Indonesia, Senin (21/1). (Rian Alfianto/JawaPos.com)

“Keseriusan kami menghadapi peredaran hoaks juga kami tunjukan lewat menambah personel di bidang keamanan. Mulanya, jumlah orang yang bekerja mengatasi akun palsu hanya 10 ribu orang. Namun demi memerangi hoaks dan ujaran kebencian, jumlahnya kami tambah menjadi 30 ribu orang pekerja,” imbuhnya.

Seperti kami beritakan sebelumnya, Harbath menjelaskan bahwa Facebook memiliki langkah khusus dalam mengidentifikasi akun palsu yang diduga kuat berperan dalam peredaran hoaks dan konten negatif lainnya. Metodenya adalah dengan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendeteksi perilaku menyimpang saat ada akun baru yang didaftarkan.

Lantas apa hubungan akun palsu dan hoaks? Harbath mengatakan, orang-orang tak bertanggung jawab biasanya menggunakan nama atau akun palsu untuk menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian.

Menurutnya, perilaku menyimpang itu ketika seseorang baru membuat akun, kemudian dia menambahkan siapapun ke daftar pertemanannya. Membuat dan masuk ke sebanyak-banyaknya grup serta mengunggah banyak konten di berbagai grup yang dibuat dan dimasukinya. “Perilaku tersebut abnormal. Itu menjadi sinyal tersendiri bagi engineer dan sistem untuk melacak. Jika ditemukan berperan dalam peredaran hoaks, akan kami hapus. Pun dengan konten hoaks yang sudah dibuatnya,” jabarnya.

Terpisah, Communication Lead Facebook Indonesia Putri Dewanti menuturkan, di Indonesia sendiri saat ini terdapat sebanyak 115 juta akun Facebook. Sayangnya, dari angka 700 juta lebih akun palsu secara global yang sudah dihapus terkait peredaran hoaks, ujaran kebencian, dan konten negatif lainnya, Putri tidak dapat memastikan berapa akun yang sudah dihapus untuk wilayah Indonesia.

Kemudian dalam menghadapi peredaran hoaks, informasi palsu, dan sejenisnya, pihak Facebook Indonesia juga akan bekerja sama dengan pihak ketiga sebagai fact checker melalui fitur baru berbentuk report dan hotline aduan. “Layanan hotline ini, Facebook dan WhatsApp tidak akan sendirian. Rencananya kami menggandeng ICT Watch dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo),” terangnya.

Editor           : Fadhil Al Birra
Reporter      : Rian Alfianto

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up