JawaPos Radar | Iklan Jitu

Layanan Pengiriman Paket Lewat Drone Terkendala Aturan Penerbangan

21 November 2018, 18:59:55 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Uber, Uber Paket Drone, Uber Layanan Paket Drone
Ilustrasi: aplikasi Uber. Uber Kembangkan Layanan Pengiriman Paket Lewat Drone. (AFP)
Share this

JawaPos.com – Beberapa waktu terakhir, gagasan soal pengiriman paket dengan metode pesawat tanpa awak alias drone menjadi pembicaraan menarik. Dari berbagai belahan dunia, semua fokus mengembangkan moda yang disebut bakal menjadi transportasi masa depan itu.

Terbaru, ada Uber berencana mengembangkan layanan pengiriman paket lewat drone pada 2021 mendatang. Alih-alih mempermudah, drone pengirim paket Uber justru menemui kendala regulasi penerbangan.

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman Forbes, Rabu (21/11), Uber akan menghadapi masalah dengan pemerintah federal di Amerika Serikat (AS) ketika mulai mengoperasikan layanan pengiriman drone komersial. Federal Aviation Administration (FAA) akan menjadi masalah terbesar. Lembaga federal lainnya akan memengaruhi operasi seperti Departemen Perhubungan, Komisi Komunikasi Federal, dan lintas regulator lainnya.

Uber, Uber Paket Drone, Uber Layanan Paket Drone
Ilustrasi: Pengiriman paket makanan menggunakan drone dari Uber. (CNet)

Selain masalah dari pemerintah pusat, Uber juga masih akan menjumpai kendala di beberapa daerah penyangga yang telah membuat undang-undang terkait. Secara singkat, Uber akan menemui masalah soal bagaimana drone miliknya terbang tanpa mengganggu keselamatan penerbangan pesawat komersial dan lalu lintas udara lainnya. Masalah lain juga terkait dengan faktor geografis dan orang-orang yang berada di bawah drone.

Untuk diketahui, The Wall Street Journal melaporkan baru-baru ini bahwa Uber memasang lowongan pekerjaan untuk posisi eksekutif di UberExpress, operasi pengiriman drone dalam unit pengiriman makanan UberEats. Terkait dengan pencarian eksekutif tersebut dikatakan untuk membantu percepatan agar layanan pengiriman makanan dengan drone komersial. Rencananya layanan ini akan beroperasi di beberapa lokasi pada 2021 mendatang.

Uber juga optimistis bahwa penerbangan drone aman, legal, efisien, dan terukur. CEO Uber Dara Khosrowshahi dalam sebuah laporan mengatakan, ide pengiriman makanan lewat drone berangkat dari keyakinannya akan burger terbang. “Ini keyakinanku bahwa kunci dari pemecahan masalah mobilitas urban ialah burger terbang di setiap kota,” katanya.

Lebih jauh, Khosrowshahi menganggap bahwa drone akan mempersingkat waktu pengiriman UberEats lima hingga 35 menit lebih cepat. “Kita membutuhkan burger terbang. Semua orang membutuhkannya, jadi kami sedang mengusahakannya,” terangnya.

Kendati sudah terdaftar di Departemen Transportasi Pilot AS di wilayah San Diego, serta mengutamakan border protection dan food delivery, pihak Uber mengakui bahwa layanan pengiriman paket atau makanan dengan drone memang bukan perkara mudah. Sebab aturan yang ada saat ini belum memberi tempat bagi pesawat nirawak untuk mengudara secara komersil seperti gagasan mereka.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up