alexametrics

Soal Video Brutal, Kemenkominfo akan Panggil Facebook Minta Penjelasan

21 Maret 2019, 16:25:15 WIB

JawaPos.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bakal memanggil perwakilan Facebook Indonesia. Hal tersebut masih terkait peredaran video aksi teror penembakan brutal di masjid di Christchurch, Selandia Baru. Tidak hanya itu, Kemenkominfo juga meminta Facebook untuk meng-update ‘mesinnya’ agar lebih canggih.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan. “Kita akan panggil mereka (Facebook Indonesia) untuk minta penjelasan. Rencananya minggu ini mereka akan memberikan respons,” ujar Semmy, sapaan karibnya di gedung Kemenkominfo Jakarta.

Sejak tragedi penembakan yang terjadi pada Jumat pekan lalu, pihaknya mengaku sudah mendapat lebih dari 1.500 pengaduan dari masyarakat. Hal tersebut didasari atas beredarnya tayangan aksi keji di masjid tersebut yang secara membabi-buta ditembakan oleh Brenton Tarrant dan menewaskan 50 orang yang sedang beribadah di masjid.

Pengaduan tersebut tak hanya ditemukan di Facebook, melainkan juga Instagram hingga Google. Tapi peredaran video itu paling banyak ditemukan di Facebook. Oleh karenanya, Kemenkominfo menyebut mereka akan memanggil Facebook Indonesia untuk menanyakan mengapa masih banyak video bermuatan radikalisme dan terorisme itu beredar di platform mereka.

Semmy menjelaskan, maraknya video penembakan ini karena banyaknya varian video tersebut yang sudah diedit sehingga menyulitkan mesin Ais mendeteksi peredarannya. Katanya, video yang sudah diubah turut pula mengubah ‘DNA’ video yang bersangkutan sehingga sulit untuk dicari untuk kemudian dihapus.

“Karena variannya banyak yang edit, jadi DNA-nya enggak kebaca dan butuh waktu lama. Facebook harusnya tidak hanya mengandalkan laporan pengguna, tetapi bisa menggunakan teknologi paling canggih untuk mendeteksi konten yang demikian agar tidak beredar semakin luas. Kalau sudah ada laporan berarti konten negatif kan sudah beredar luas,” pungkasnya.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Soal Video Brutal, Kemenkominfo akan Panggil Facebook Minta Penjelasan