JawaPos Radar | Iklan Jitu

XL Kenalkan Solusi Digital Satwa Nusantara untuk Peternak Sapi

20 Desember 2018, 09:40:52 WIB
XL Axiata, XL Satwa Nusantara, XL Aplikasi Ternak Sapi
Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih (paling kiri) bersama Direktur Jenderal Kementerian PDT, Samsul Widodo (kedua kiri) di peluncuran aplikasi Satwa Nusantara di Desa Karang Tekok, Situbondo Jawa Timur, Rabu (19/12). (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - XL Axiata mengenalkan solusi digital yang ditujukan untuk membantu peternak sapi di Desa Karang Tekok, Situbondo, Jawa Timur. Solusi digital berupa aplikasi Satwa Nusantara itu digagas dengan menggandeng Fakultas Peternakan Universitas Negeri Jember dan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Malang.

Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih mengatakan, solusi digital dalam bentuk aplikasi ini akan membantu pemilik sapi di wilayah tersebut agar dapat meningkatkan kualitas ternaknya. Hal ini tentu bisa berdampak pada taraf kesejahteraan warga desa tersebut.

"Solusi digital ini khusus dibuat untuk desa ini. Mengapa? Karena desa ini masuk ke dalam kategori desa tertinggal," katanya di peresmian aplikasi Satwa Nusantara di Desa Karang Tekok, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (19/12).

XL Axiata, XL Satwa Nusantara, XL Aplikasi Ternak Sapi
Aplikasi Satwa Nusantara XL Axiata. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Lebih jauh, XL Axiata juga menggandeng Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDT). Hal tersebut merujuk pada data Kementerian PDTT yang menyebut bahwa sapi di Desa Karang Tekok adalah aset utama warga, sehingga membutuhkan perhatian khusus.

Perhatian khusus yang dimaksud tidak jauh dari persoalan ternak yang dihadapi warga selama sekian tahun. Setiap musim kemarau tiba, sapi-sapi selalu memiliki masalah dari segi gizi dan pengelolaan ternak yang kurang baik. "Setiap musim kemarau tiba. Ternak sapi warga selalu kelaparan, gizi tak tercukupi, bobotnya menyusut bahkan mati," sambung Tri Wahyuningsih.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kementerian PDT Samsul Widodo menyebut, masalah yang dihadapi warga Desa Tekok memang membutuhkan perhatian khusus. Menurutnya, sapi-sapi yang dimiliki warga Desa Tekok adalah varietas unggul yang memiliki potensi besar secara ekonomi jika dijaga dengan baik.

"Sapi-sapi yang mereka punya adalah sapi unggulan. Namun karena persoalan musiman yang selalu muncul, kemudian kurangnya kesadaran dan pemahaman mereka soal gizi sapi. Kasihan sapinya. Setiap musim kemarau tiba selalu kurus kering," katanya demikian.

Sebagai informasi, solusi digital yang disediakan XL Axiata bersama pihak-pihak yang terlibat akan membantu warga Desa Tekok untuk dapat memantau kondisi sapi mereka. Selama ini, sapi selalu dipelihara warga dengan sistem gembala di padang Savana, Taman Nasional Hutan Baluran, Jawa Timur. Setiap menjelang siang dan sore hari, desa dengan penduduk sekitar 500 kepala keluarga itu selalu ramai dilalui sapi yang berangkat dan pulang mencari makan.

Namun dengan solusi digital aplikasi Satwa Nusantara, warga Desa Tekok diharapkan dapat memelihara sapi dengan sistem kandang di rumah masing-masing. Berbekal aplikasi tersebut, peternak bisa menggunakan untuk memantau kondisi kesehatan sapi, kondisi gizi, kecukupan pangan, jumlah pengeluaran peternak untuk sapi mereka dan masih banyak lagi.

Sementara, aplikasi ini masih mengandalkan input data manual dari sapi milik warga ke admin aplikasi yang tersebar di seluruh Desa. Data tersebut meliputi usia sapi, jenis kelamin, bobot, jenis sapi, bahan baku pangan, dan stok pangan jadi. Data tersebut akan disimpan di bank data yang dikelola dan dijalankan oleh tim dari Fakultas Pertanian Universitas Negeri Jember.

Tidak menutup kemungkinan, dalam waktu dekat aplikasi ini akan terintegrasi oleh sistem canggih berbasis Internet of Things (IoT) oleh XL Axiata. Jadi di kemudian hari sistem pemantauan sapi kemudian akan berjalan secara otomatis lewat perangkat yang ada di tubuh sapi.

Pihak XL Axiata menyebut, proyek serupa juga akan dijalankan di daerah lain dengan masalah yang mirip dengan warga Desa Tekok karena persoalan sapinya di musim kemarau. Dengan demikian, XL Axiata berharap validitas data sapi dapat terjaga dan analisa yang dihasilkan juga berkualitas untuk kesejahteraan peternak sapi.

Editor           : Fadhil Al Birra
Reporter      : (ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up