JawaPos Radar | Iklan Jitu

Begini Penjelasan Kominfo soal Nasib Pelanggan First Media dan Bolt

20 November 2018, 15:28:26 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Kemenkominfo First Media, First Media Bolt, Pelanggan First Media
Ilustrasi: First Media. Penjelasan Kominfo soal Nasib Pelanggan First Media dan Bolt (Wikipedia)
Share this

JawaPos.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) hingga hari ini belum mengeluarkan keputusan ihwal nasib dan PT Internux (Bolt). Hal ini terkait dengan Surat Keterangan (SK) Pencabutan Izin Frekuensi Radio 2,3 GHz kedua perusahaan milik Lippo Group tersebut.

First Media dan Bolt di detik-detik terakhir memang mengajukan proposal perdamaian tentang restrukturisasi utang yang wajib dibayarkan kepada pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo. Ini tentunya menyangkut pencabutan Izin Penggunaan Frekuensi Radio (IPFR). Lantas jika Kemenkominfo jadi mencabut izin frekuensi, maka pelanggan kedua perusahaan itu tentu akan terkena dampaknya.

Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemenkominfo Ferdinandus Setu sendiri sempat menyinggung nasib pelanggan First Media dan Bolt jika pihaknya benar-benar mencabut IPFR. Kemenkominfo dalam regulasinya ada mekanisme yang mengatur peralihan pelanggan dari operator yang dicabut IPFR-nya kepada operator lain.

Ferdinandus Setu, Kemenkominfo First Media, First Media Bolt
Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemenkominfo Ferdinandus Setu. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

“Ada aturannya itu. Mereka boleh bekerja sama dengan operator lain. Kemenkominfo hanya mengawasi,” ujarnya saat ditemui JawaPos.com di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Senin (19/11).

Menurut Nando, sapaan akrabnya, hal tersebut sifatnya lebih Business To Business (B2B), namun tetap dalam pengawasan Kemenkominfo. “Frekuensi 2,3 GHz yang semula milik First Media, jika memang nanti dicabut, akan kembali menjadi milik negara. Negara memiliki kewenangan untuk melelang frekuensi ini kepada operator lain. Mereka PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux (Bolt) bisa bekerja sama dengan operator lain,” terangnya.

Masih terkait pelanggan, nama dagang First Media memang memiliki dua layanan, yakni yang menggunakan kabel dan nirkabel. Saat ini yang tengah bermasalah dengan Kemenkominfo yakni PT First Media Tbk (KBLV) yang menggunakan layanan nirkabel dengan frekuensi 2,3 GHz.

Sementara First Media untuk layanan TV kabel dan Fixed Broadband Internet berbasis kabel ini dioperasikan oleh PT Link Net Tbk. Sehingga sejauh ini tidak ada masalah untuk First Media yang dioperasikan PT Link Net Tbk. Baik PT First Media Tbk (KBLV) maupun PT Link Net Tbk, keduanya sama-sama perusahaan milik Lippo Group.

Nah, jika PT First Media Tbk (KBLV) nantinya terpaksa dicabut IPFR-nya, bisa jadi pelanggannya kemungkinan akan dialihkan ke layanan kabel yang dioperasikan oleh PT Link Net Tbk. Sementara untuk Internux atau Bolt jika benar dicabut, perusaahan tersebut bisa saja menumpang frekuensi operator lain sebagaimana disinggung di atas.

Soal SK Pencabutan IPFR sendiri, hingga saat ini pihak Kemenkominfo belum memberi kepastian alias masih ‘terkatung-katung’. Tidak ada jawaban dari pihak Kemenkominfo ketika dihubungi JawaPos.com. Padahal kemarin, Senin (19/11), di Kantor Kemenkominfo, Nando berjanji untuk secepatnya mengeluarkan hasil SK Pencabutan IPFR yang sedang dinegosiasikan Kemenkominfo bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Namun, hingga berita ini ditulis belum ada kepastian apakan SK Pencabutan IPFR untuk First Media dan Bolt jadi dikeluarkan atau tidak. Pihak PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux (Bolt) pun hingga kini belum mau memberikan tanggapan lebih lanjut.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up