JawaPos Radar

Peneliti Ungkap Cara Klasifikasi Film Bioskop dengan Zat Alami Tubuh

20/10/2018, 18:20 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Bioskop, Peneliti Film Biokop, Klasifikasi Film Bioskop
Ilustrasi: Menonton film horor. Peneliti Ungkap Cara Klasifikasi Film Bioskop dengan Zat Alami Tubuh (PressFrom)
Share this

JawaPos.com – Sekelompok ilmuwan menemukan cara efektif untuk mengukur atau mengklasifikasikan tayangan film di bioskop. Apakah film itu seram dan pantas untuk anak-anak atau tidak. Caranya unik, yakni dengan menggunakan zat kimia alami yang dikeluarkan oleh tubuh manusia.

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman Mirror, Sabtu (20/10), cara para ilmuwan dari Max Planck Institute for Chemistry di Mainz adalah dengan menggunakan zat kimia tubuh yang dinamakan Isoprena. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa mengukur jumlah Isoprena di udara bioskop dapat digunakan untuk menentukan peringkat film.

Sambil menonton film yang menakutkan, pengunjung bioskop mungkin menemukan telapak tangan berkeringat dan jantung berdegup kencang. Tetapi tanpa sepengetahuan kebanyakan orang, ketakutan, keringat, dan degup jantung tadi justru menghasilkan zat kimia bernama Isoprena.

Bioskop, Peneliti Film Biokop, Klasifikasi Film Bioskop
Ilustrasi: seorang penonton perempuan dalam bioskop. Peneliti Ungkap Cara Klasifikasi Film Bioskop dengan Zat Alami Tubuh (Mirror)

Dari sekian banyak penonton bioskop yang mengalami hal tersebut, kemudian Isoperna menguap dan berbaur dengan udara di dalam bioskop. Dari sana kemudian peneliti menggunakan ‘ketakutan’ untuk mengukur dan mengklasifikasi tayangan film.

Tim mengukur komposisi udara di bioskop selama 135 pemutaran dari 11 film yang berbeda dengan lebih dari 13 ribu penonton. Untuk berbagai genre film dan kelompok usia, para peneliti menemukan bahwa tingkat Isoprena berkorelasi dengan peringkat usia film.

Jonathan Williams yang memimpin penelitian ini mengatakan, Isoprena tampaknya menjadi indikator yang baik dari ketegangan emosional dalam suatu kelompok. “Oleh karena itu, pendekatan kami dapat memberikan kriteria obyektif untuk memutuskan bagaimana film harus diklasifikasikan,” ujarnya demikian.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up