JawaPos Radar

Hari Bhakti Postel ke-73: Genjot Ekonomi Digital untuk Kesejahteraan

20/09/2018, 14:25 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Postel, hari bhakti postel, ekonomi digital
Sekretaris Jenderal Kemenkominfo (ketiga kiri) bersama Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsih Wahyu Setijono (kedua kiri) di konferensi pers Hari Bhakti Postel ke 73 di Jakarta, Rabu (19/9). (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Jajaran Pos dan Telekomunikasi (Postel) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) memperingati Hari Bhakti Postel ke-73. Perayaan tersebut mengambil tema Ekonomi Digital Untuk Kesejahteraan Bangsa.

Sekretaris Jenderal Kemenkominfo Farida Dwi Cahyarini mengatakan, tema Hari Bhakti Postel ke-73 yang mengangkat soal Ekonomi Digital berangkat dari aspek digital yang memiliki banyak peran. Salah satunya dari sisi ekonomi.

“Perkembangan Postel saat ini lain dengan yang dulu. Ekosistemnya berubah. Tidak hanya Pos dan Telekomunikasi, tetapi juga peranan digital dan internet serta industri lain yang lebih convergence dengan Postel saat ini,” ujarnya di acara temu media di Kantor Kemenkominfo di Jakarta.

Postel, hari bhakti postel, ekonomi digital
Maskot Hari Bhakti Postel Ke 73 bernama Blip. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Soal peringatan Hari Bhakti Postel ke 73 tahun ini, PT Pos Indonesia berperan sebagai ketua pelaksana kegiatan ini. Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsih Wahyu Setijono mengemukakan bahwa pada peringatan tahun ini, Postel ingin menjadi sesuatu yang lebih luas dan berarti dengan cakupan stakeholder yang ada.

“Melalui Hari Bhakti Postel 73 ini, kami menginginkan tidak hanya Pos dan Telko saja, tetapi seluruhnya yang ada dalam dunia digital. Apa yang ingin kita baktikan ke depan untuk bangsa Indonesia lewat peranan Postel tadi,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Digital itu signifikan ketimbang analog. Kala itu, lanjut Gilarsih, PT Pos Indonesia mulanya dibangun atas dasar dua kebutuhan. Pertama adalah logistik dan kedua adalah komunikasi. “Namun jika melihat Postel dan cakupannya saat ini, needs-needs yang ada kemudian muncul lebih banyak dengan beragam kebutuhan. Salah satunya lewat peranan digital,” jelas Gilarsih.

“Kata digital menjadi sangat relevan dengan kondisi saat ini seperti Fintech, e-Commerce, layanan data, dan sebagainya. Itu terkait dengan apa yang ingin kita berikan ke depan melalui Postel untuk anak cucu nantinya,” tukasnya demikian.

Adapun akan ada banyak rangkaian kegiatan yang digelar pada hari Postel ke-73 tahun ini. Beberapa kegiatan tersebut seperti turnamen futsal pada 15 September, Information and Communication Technology (ITC) Expo di tanggal 26-28 September yang digelar di Bandung.

Kemudian ada ramah-tamah dan silaturahmi komunitas Postel pada 26 September di Bandung, upacara pada 27 September di Bandung, donor darah 27 September di Bandung. Lalu ada Turnamen Golf pada 30 September di Jakarta. Fashion Action pada 10-12 Oktober di Jakarta, Gala Award 19 Oktober di Jakarta, dan Indonesia Digital Entertainment Festival (IDEF) 21-23 Desember di Jakarta.

Hari Bhakti Postel ke-73 ini juga berbeda dengan sebelumnya. Acara ini melibatkan 73 mitra dari stakeholders di bawah industri Pos dan Telekomunikasi serta komunitas, club sosial, univesitas, organisasi, dan instansi masyarakat.

Penutupan acara puncak hari Postel ke-73 akan diadakan di Bandung. Setiap tahun penutupan hari Postel selalu diadakan di Kota Bandung dengan memperingati peristiwa diambil alihnya Jawatan Pos Telegrap dan Telepon (PTT) dari kekuasaan Jepang kala itu.

(fab/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up