alexametrics

Kemenkominfo Klaim Blokir 11 Ribu Konten Radikalisme Berkat Mesin AIS

20 Maret 2019, 15:57:01 WIB

JawaPos.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memblokir 11.803 konten bermuatan radikalisme dan terorisme. Angka segitu merupakan akumulasi pemblokiran dari 2009 sampai 2019 ini.

Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemenkominfo Ferdinandus Setu menyebut, berdasarkan laporan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika (Aptika), konten yang terbanyak diblokir berada di Facebook dan Instagram dan Twitter, yakni sebanyak 8.131 konten. Sisanya tersebar pada filesharing dan 494 situs web.

“Konten radikalisme dan terorisme yang diblokir di Google atau YouTube sebanyak 678 konten. Kemudian 614 konten di platform Telegram,” katanya dalam keterangan resminya kepada JawaPos.com.

Kementerian yang dipimpin Rudiantara itu menyebut, pertumbuhan angka pemblokiran konten tersebut terasa sejak Kemenkominfo mengoperasikan mesin crawling content bernama AIS. Dengan mesin AIS, Kemenkominfo mengaku bisa memangani lebih dari 10 ribu konten radikalisme dan terorisme dalam setahun. Padahal selama lebih dari tujuh tahun sebelum adanya mesin AIS, Kemenkominfo menyebut pemblokiran hanya sebanyak 323 konten.

Sementara selama Januari sampai Februari 2019, Kemenkominfo telah memblokir sebanyak 1.031 konten yang terdiri 963 konten Facebook dan Instagram, serta 68 konten di Twitter.

Tindakan pemblokiran atau penapisan konten dilakukan atas permintaan dan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT). Selain itu, pemblokiran juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Meski sudah dilakukan penutupan terhadap konten radikalisme, terorisme, dan separatisme, Kemenkominfo mengaku akan terus melakukan pencarian konten dalam situs web atau platform dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali. Selain itu, Kemenkominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten terorisme, radikalisme, dan seperatisme.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto

Copy Editor :

Kemenkominfo Klaim Blokir 11 Ribu Konten Radikalisme Berkat Mesin AIS