JawaPos Radar | Iklan Jitu

Palapa Ring Rampung, Layanan 4G Semakin Merata hingga Daerah Terpencil

20 Februari 2019, 20:16:21 WIB
ATSI, Palapa Ring, Layanan 4G
Ilustrasi: jaringan internet. (pixabay)
Share this

JawaPos.com - Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyambut baik selesainya pembangunan Palapa Ring Paket Barat dan Tengah. Malahan dalam waktu dekat Palapa Ring Paket Timur juga akan diselesaikan dan dikomersialisasikan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Wakil Ketua Umum ATSI Merza Fachys mengatakan, selesainya Palapa Ring Pekat Barat dan Tengah, yang nanti disusul dengan Paket Timur, tentu akan membantu operator telekomunikasi untuk membangun di daerah-daetah yang selama ini engan digarap oleh operator. Operator enggan membangun jaringan di daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) dikarenakan mahalnya pembangunan backbone fiber optic. Padahal backbone fiber optic adalah syarat mutlak untuk mendukung layanan broadband 4G LTE.

Dia mencontohkan, Smartfren yang selama ini belum menjangkau daerah Natuna karena mahalnya membangun infrastruktur backbone, kini dengan adanya Palapa Ring, bulan Maret nanti Smartfren akan komersialisasi di sana. “Dengan adanya Palapa Ring, investasi operator yang tergabung dalam ATSI dapat membangun backbone yang selama ini mahal dan memakan waktu sangat lama, bisa kami dapatkan solusinya,”papar Merza saat paparan publik di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/2).

Dia mengungkapkan, saat ini Smartfren sudah menggelar layanan broadband di lebih dari 200 kota/kabupaten di Indonesia. Telkomsel sudah mencapai 514 kabupaten/kota atau setara dengan 97 persen dari total populasi. Sementara XL telah melayani 400 kota/kabupaten dengan internet kecepatan tingginya.

Dengan adanya Palapa Ring, lanjut dia, semua kota yang dilewati bisa langsung menikmati broadband. “Anggota ATSI tinggal koneksi ke last mile-nya saja sehingga akan lebih mudah dan murah. Efesiensi terjadi akibat adanya Palapa Ring,” terangnya.

Selain terjadinya efesiensi, adanya Palapa Ring, menurut Merza, juga bisa menjadi peluang untuk mendongkrak potensi ekonomi yang selama ini belum dikembangkan di suatu daerah. Dengan begitu bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

“Kita sebagai anggota ATSI memiliki kewajiban untuk membangun ekonomi nasional dengan cara membangun jaringan telekomunikasi. Tujuannya agar saudara-saudara kita di daerah 3T juga mendapatkan hak yang sama layaknya penduduk yang bermukim di Pulau Jawa,” tutur Merza.

Sementara itu, startup juga turut mendukung potensi ekonomi di daerah. Salah satu startup lokal yang sudah dapat menikmati layanan broadband adalah TukangSayur.co besutan Endang Ahmad. Dia menyebut bahwa dengan adanya 4G LTE akan mempermudah akses para petani untuk menjual hasil panennya kepada penjual. Petani juga bisa mengetahui harga dan waktu tanam sayuran yang baik secara real-time.

“Dengan adanya aplikasi tukang sayur dan layanan broadband 4G LTE, petani bisa mengetahui berapa kebutuhan dan waktu yang tepat untuk menanam. Sehingga petani tidak over produksi. Yang kerap terjadi saat ini adalah tak adanya data produksi sehingga terjadi over produksi yang mengakibatkan harga jatuh,” jelas Ahmad.

Editor           : Fadhil Al Birra
Reporter      : Rian Alfianto

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini