JawaPos Radar | Iklan Jitu

Penasaran dengan Alien, Ilmuwan NASA Berencana Ngebor Bulan Jupiter

19 Desember 2018, 09:39:54 WIB
NASA Alien, NASA Bor Bulan, NASA Alien Bulan
Salah satu bulan di planet Jupiter, Europa yang tertutupi lapisan es tebal. (AssociatedPress)
Share this

JawaPos.com - Ambisi menemukan kehidupan lain di luar planet Bumi terus berlanjut. Kini, sekelompok ilmuwan NASA memiliki gagasan 'gila'. Mereka berencana mengebor Bulan demi menemukan makhluk terestrial semisal alien.

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman Independent, Rabu (19/12), rencana NASA mengebor Bulan demi mencari alien bukanlah Bulan yang biasa kita lihat dari Bumi. Bulan itu adalah salah satu dari 67 Bulan yang mengorbit planet kelima dari sistem Tata Surya kita, yakni Jupiter yang bernama Europa.

Adapun cara sekelompok ilmuwan itu mengebor Bulan di Jupiter adalah dengan menggunakan robot pengebor. Robot yang dimaksud didukung daya bertenaga nuklir dan bernama Tunnelbolt. Tunnelbolt akan dipaksa berusaha untuk mencari alien dengan mengebor lapisan es yang di baliknya terdapat lautan di kedalaman Bulan Jupiter itu.

NASA Alien, NASA Bor Bulan, NASA Alien Bulan
Ilustrasi: Pesawat Europa Clipper mengorbit di salah satu Bulan dari planet Jupiter. (NASA)

Air yang tersembunyi di bawah Europa dianggap sebagai salah satu tempat paling menjanjikan untuk menemukan kehidupan asing di luar Bumi. Sebagaimana diketahui, air sering dianggap sebagai sumber kehidupan. Oleh karenanya, sekelompok peneliti itu beranggapan bahwa di balik itu semua mungkin ada kehidupan atau pernah terdapat kehidupan. Sayangnya, seperti disinggung di atas, lautan tersebut terjebak di bawah lapisan es yang membuatnya sulit untuk dijelajahi secara langsung.

"Kami telah melakukan studi konsep untuk robot pengebor bertenaga nuklir yang dapat menembus cangkang es dan mencapai samudera, serta membawa muatan yang dapat mencari bukti kuat akan ada atau tidaknya kehidupan di balik itu semua," tulis para peneliti dalam sebuah pernyataan.

Terkait metode pengeboran, para peneliti benar-benar mempertimbangkan dua kemungkinan. Pertama yang didukung oleh reaktor nuklir, kemudian yang kedua melalui modul radioaktif sederhana seukuran batu bata. Keduanya sama-sama menggunakan tenaga nuklir untuk menghasilkan panas yang kemudian dapat mencairkan lapisan es.

Lebih jauh, karena proyek ini teramat ambisius, para peneliti sendiri mengakui ada kesulitan yang akan dihadapinya. Beberapa di antaranya adalah soal bagaimana Tunnelbolt akan dapat sampai ke tempat yang sangat jauh. Kesulitan lainnya juga soal bagaimana proses komunikasi dan transfer data dapat berlangsung mengingat tebal lapisan es dikatakan mencapai 30 Km. Hal tersebut berlaku untuk penggunaan komunikasi nirkabel maupun menggunakan kabel.

Soal rencana 'gila' ini memang belum jelas kapan akan terealisasi. Apalagi biaya proyek tentu akan sangat besar. Namun menurut Europa NASA, proyek tersebut akan dimulai pada 2020-an. Sementara sejumlah pihak lainnya menilai bahwa misi ini tidak akan dapat terlaksana.

Editor           : Fadhil Al Birra
Reporter      : (ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up