JawaPos Radar | Iklan Jitu

Misi Baru Telkomsel NextDev Bidik Startup Indonesia Timur

19 Juli 2018, 19:03:22 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Telkomsel NextDev, Telkomsel NextDev Indonesia Timur, Denny Abidin telkomsel
M. External CorComm Telkomsel Denny Abidin (Kanan) di acara konferensi pers Telkomsel The NextDev On The Mission di Jakarta, Kamis (19/7). (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Penyedia layanan telekomunikasi Telkomsel memiliki misi baru dalam membidik pengembang startup lokal yang andal dan kompeten. Menariknya, misi tersebut menyasar muda-mudi Indonesia bagian Timur, yakni Kupang dan Ambon. Adapun program baru ini berjuluk NextDev On The Mission. Program ini masih satu rangkaian dengan program tahunan yang dikenal dengan Telkomsel The NextDev yang juga memiliki misi serupa.

GM External CorComm Telkomsel Denny Abidin mengatakan, program tersebut berangkat dari data distribusi kepesertaan The NextDev yang pernah diselenggarakan sebelum-sebelumnya.

"Dari sejumlah 4.091 early stage startup di Indonesia yang terdaftar, hanya 9,93 persennya yang berasal dari Indonesia Timur," ujarnya di konferensi pers Telkomsel The NextDev On The Mission di Jakarta, Kamis (19/7).

Telkomsel NextDev, Telkomsel NextDev Indonesia Timur, Steve Saerang telkomsel
Lead Project Manager Telkomsel Steve Saerang di acara konferensi pers Telkomsel The NextDev On The Mission di Jakarta, Kamis (19/7). (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Berangkat dari hal tersebut, lanjut dia, tahun ke-4 pelaksanaannya ini, Telkomsel The NextDev akan merangkul generasi muda Indonesia Timur dengan kemampuan-kemampuan yang relevan.

"Mereka akan diajak untuk berkreasi menciptakan produk digital yang tepat guna melalui program The NextDev on The Mission 2018," terang pria yang karib disapa Kang Abe itu.

Selain itu, program dengan tema 'Bridge The Gap, Evolve The Nation' ini juga menggandeng Binar Academy, lembaga yang memiliki misi serupa dalam pengembangan talenta teknologi di Indonesia. Dia juga menyebut bahwa alasan di balik Indonesia Timur yang menjadi sasaran utama adalah penyebaran programer muda saat ini berpusat paling banyak di Pulau Jawa.

Telkomsel juga mengungkap data dengan total jumlah startup di Jawa dan Sumatera yang mendaftar masing-masing mencapai 69,4 persen dan 16,7 persen. Sementara jumlah pendaftaran di daerah Indonesia Timur didominasi Sulawesi dengan angka 7,5 persen.

Jika ditotal dengan Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara pun jumlah pendaftaran dari Indonesia Timur tidak mencapai angka 10 persen. Masing-masingnya hanya berkontribusi sebesar 0,1 persen, 0,2 persen, dan 2,4 persen.

Abe menambahkan, Indonesia memiliki talent-talent muda. Banyak industri yang mengambil startup yang sudah matang. "Di NextDev ini kita berbicara tentang sosial impact. NextDev On The Mission ingin mencoba menjaring developer muda pembuat aplikasi. Mereka diharapkan membuat aplikasi yang memiliki sosial impact atau dampak sosial yang nyata," jelasnya.

Sementara itu, Lead Project Manager Telkomsel Steve Saerang menuturkan, muda-mudi di Indonesia Timur memiliki antusiasme yang tinggi dalam pengembangan produk digital. Namun begitu, kadang kala ide dan visi dari talenta Indonesia Timur masih terbatas dan diperlukan pembinaan.

Developer dari Jawa memiliki pemikiran lebih global. Ini berbeda dengan di luar jawa seperti Kupang dan Ambon. Visi mereka sudah bagus, namun untuk ide-nya masih terbatas dalam lingkup mereka saja.

Misal, dia membuat aplikasi, masalahnya hanya seputar lingkungan mereka saja, belum berskala nasional apalagi global. "Beda denga talenta dari Jawa yang membuat aplikasi berangkat dari pengalaman mereka dan masalah yang bisa diselesaikan lingkupnya lebih luas," katanya.

Menurutnya, hal tersebut tentu menjadi masalah. Karena itu lewat NextDev, Telkomsel ingin menyelesaikan gap yang ada tersebut. "Mereka-mereka yang di luar jawa sebenarnya punya kemampuan, namun memang harus diarahkan dan dibina," pungkasnya.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up