alexametrics

Facebook Fokus Berantas Ujaran Kebencian dan Hoax Tahun Politik

19 Februari 2019, 17:07:47 WIB

JawaPos.com – Masyarakat seluruh dunia semakin melek teknologi. Jutaan orang di dalamnya semakin tak bisa lepas dari interaksinya, baik dengan sekitar maupun dengan dunia luar, lewat aplikasi semisal media sosial seperti Facebook.

Namun, di tengah banyaknya manfaat yang sejatinya bisa diambil dari media sosial dalam hal ini Facebook, tak sedikit pula orang-orang yang memanfaatkannya untuk hal negatif. Baik untuk kepentingan sendiri maupun kepentingan kelompoknya. Terlebih lagi saat ini di Indonesia tengah memasuki tahun politik.

“Jutaan orang Indonesia menggunakan Facebook setiap hari untuk terhubung dengan teman dan keluarga, serta berbincang tentang topik atau isu yang penting bagi mereka. Tetapi, ada juga orang yang menggunakan platform kami untuk menyebarkan kebencian dan disinformasi, memicu ketegangan, dan memicu kekerasan. Kami sangat prihatin terhadap penyalahgunaan seperti ini di platform kami,” kata pihak Facebook Indonesia dalam keterangan resminya kepada JawaPos.com, Selasa (19/2).

Lebih jauh, pihak Facebook Indonesia mengklaim akan mengidentifikasi, menghapus, dan mencegah hal tersebut. “Menghentikan penyalahgunaan ini di Indonesia dan seluruh dunia adalah hal terpenting yang kami lakukan di Facebook saat ini. Ini adalah fokus utama bagi kami untuk melindungi integritas pemilu di Indonesia,” terang pihak Facebook Indonesia lagi.

Adapun, Facebook Indonesia memiliki kunci utama untuk mencegah penyalahgunaan platform-nya. Salah satunya adalah melalui Standar Komunitas, kebijakan yang mengatur apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dibagikan di Facebook. Kebijakan ini didesain untuk menciptakan lingkungan yang membuat orang dapat mengekspresikan diri secara bebas, sekaligus merasa aman dalam menggunakan platform.

“Kami memahami adanya pemikiran bahwa Standar Komunitas Facebook diterapkan secara tidak adil dengan asumsi bahwa Facebook menargetkan kelompok tertentu saja. Hal ini tidak benar, dan penting bagi kami untuk memahami hal ini, serta memberikan penjelasan yang tepat tentang prinsip yang mendasari pengembangan dan penegakkan Standar Komunitas,” tegas pihak Facebook Indonesia.

Sementara poin-poin penting dalam Standar Komunitas tersebut, antara lain, berdasarkan kepada aspek keamanan, opini dan kesetaraan, penegakan yang adil, transparansi, permintaan pemerintah, serta komitmen untuk Indonesia.

“Terkadang kami menerima informasi dari pemerintah, termasuk pemerintah Indonesia. Ketika mereka melihat sebuah konten yang dinilai melanggar hukum, kami mengikuti proses yang jelas dan ketat ketika merespons terhadap permintaan ini, dan proses ini tidak memiliki perbedaan, baik di Indonesia maupun di negara lain,” bebernya.

“Kami percaya pada nilai yang dibawa Facebook untuk komunitas dan masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kami selalu berkomitmen kepada komunitas kami untuk memastikan bahwa mereka memiliki suara, merasa bebas dan aman untuk menjadi diri mereka sendiri di platform ini, dan bahwa mereka memiliki kekuatan untuk membangun komunitas dan menggunakan Facebook dengan cara yang kreatif,” sambung pihak Facebook Indonesia.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto

Copy Editor :

Facebook Fokus Berantas Ujaran Kebencian dan Hoax Tahun Politik